• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 2 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Pemkot Surabaya Terbitkan SE Kewaspadaan Virus Nipah

by Redaksi
Selasa, 10 Februari 2026
Foto ilustrasi Balai Kota Surabaya.

Foto ilustrasi Balai Kota Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) Nomor 400.7.7.1/3316/436.7.2/2026 tentang Kewaspadaan Terhadap Penyakit Virus Nipah. Kebijakan ini dikeluarkan sebagai langkah antisipatif untuk meningkatkan kewaspadaan dini serta upaya pencegahan bersama terhadap potensi masuknya penyakit menular tersebut ke wilayah Kota Surabaya.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Surabaya, Lilik Arijanto, mengatakan bahwa penerbitan SE ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Direktur Jenderal Penanggulangan Penyakit Kementerian Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.02.02/C/445/2026 tertanggal 30 Januari 2026. Menurutnya, meskipun hingga saat ini belum terdapat laporan kasus konfirmasi Penyakit Virus Nipah pada manusia di Indonesia, seluruh pihak tetap diminta untuk meningkatkan kewaspadaan.

“Berdasarkan informasi dari Kementerian Kesehatan, sampai saat ini belum ada laporan kasus Virus Nipah pada manusia di Indonesia. Namun kewaspadaan tetap perlu ditingkatkan, mengingat kedekatan geografis dan tingginya mobilitas penduduk dengan negara-negara yang pernah melaporkan kejadian penyakit tersebut,” ujar Lilik, Selasa (10/2/2026).

Ia menambahkan, hasil penelitian juga menunjukkan bahwa virus Nipah pernah ditemukan pada kelelawar buah di Indonesia. Kondisi ini dinilai berpotensi menjadi sumber penularan apabila tidak diantisipasi dengan langkah pencegahan yang tepat oleh masyarakat.

BACA JUGA:  Genjot Percepatan Vaksinasi Dosis  Dua dan Tiga, Targetkan Semua Kabupaten/ Kota di Jatim Masuk Level 1

Dalam SE tersebut dijelaskan bahwa Penyakit Virus Nipah merupakan penyakit menular yang dapat berpindah dari hewan ke manusia. Penyakit ini disebabkan oleh virus Nipah yang secara alami terdapat pada kelelawar buah. Penularan dapat terjadi melalui kontak langsung dengan hewan yang terinfeksi, hewan perantara, maupun melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi.

Lilik menyebutkan, gejala yang dapat timbul akibat infeksi Virus Nipah cukup beragam, mulai dari demam, sakit kepala, nyeri otot, lemas, batuk, pilek, sakit tenggorokan, mual, muntah, diare, nyeri perut, hingga gangguan pernapasan atau penurunan kesadaran pada kondisi yang lebih berat. Gejala tersebut dapat muncul beberapa hari hingga beberapa minggu setelah seseorang terpapar virus.

“Gejala awal sering kali mirip flu biasa, sehingga masyarakat tidak boleh menganggap remeh. Apalagi jika memiliki riwayat kontak dengan hewan atau perjalanan ke wilayah yang pernah melaporkan kasus Virus Nipah,” katanya.

Dalam edaran tersebut, Pemkot Surabaya juga memaparkan sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko penularan, antara lain mengonsumsi nira atau air aren mentah yang langsung diambil dari pohon, kontak dengan air liur atau urin hewan yang terkontaminasi, mengonsumsi buah yang telah tergigit kelelawar, melakukan aktivitas berburu kelelawar, hingga beraktivitas di sekitar pasar hewan liar atau perkebunan buah.

BACA JUGA:  Kasus Campak di Delapan Daerah Jatim Meningkat

“Selain itu, risiko juga meningkat bagi masyarakat yang memiliki riwayat perjalanan atau tinggal di negara yang pernah melaporkan kasus Virus Nipah, seperti India, Bangladesh, Singapura, dan Filipina, serta bagi mereka yang melakukan kontak erat dengan orang yang diduga terinfeksi,” ujar dia.

Untuk mencegah penyebaran penyakit, Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat agar tidak mengonsumsi nira atau air aren mentah dan memastikan nira dimasak hingga matang sebelum dikonsumsi. Masyarakat juga diminta mencuci dan mengupas buah sebelum dikonsumsi, membuang buah yang terdapat bekas gigitan hewan, serta hanya mengonsumsi daging ternak yang dimasak hingga matang dan tidak mengonsumsi hewan yang sakit.

“Penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sangat penting, mulai dari mencuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer, menerapkan etika batuk dan bersin, hingga menggunakan masker apabila sedang mengalami gejala sakit,” jelasnya.

Ia juga menegaskan pentingnya menghindari kontak langsung dengan hewan ternak seperti babi dan kuda yang sakit atau diduga terinfeksi. Apabila terpaksa melakukan kontak, masyarakat diwajibkan menggunakan alat pelindung diri sesuai protokol kesehatan. Selain itu, masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi dan selalu merujuk pada sumber resmi pemerintah untuk menghindari hoaks.

BACA JUGA:  Berubah dari PD Menjadi Perseroda, Komisi B Inginkan RPH Kembangkan Sayap Usahanya

“Kalau ada gejala yang mengarah ke Virus Nipah, segera periksa ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat. Deteksi dini sangat penting untuk mencegah penularan lebih luas,” tegasnya.

Tidak hanya masyarakat, Pemkot Surabaya juga meminta seluruh perangkat daerah, camat, dan lurah untuk meningkatkan kewaspadaan di wilayah masing-masing. Langkah yang ditekankan antara lain melakukan pemantauan aktif terhadap potensi risiko kesehatan, mendukung penyebarluasan informasi yang benar kepada masyarakat, serta menggerakkan peran RT/RW, kader, dan tokoh masyarakat dalam upaya kewaspadaan dini.

Disamping itu, warga juga diimbau untuk meningkatkan kebersihan lingkungan melalui kerja bakti dan pengawasan terhadap area yang berpotensi menjadi habitat hewan penular, seperti pohon buah yang sering menjadi tempat tinggal kelelawar. Jika ditemukan informasi atau kejadian yang berpotensi mengarah pada Penyakit Virus Nipah, diharapkan segera dilaporkan secara berjenjang melalui puskesmas setempat dan Dinas Kesehatan.

“Seluruh jajaran di tingkat wilayah harus siap memfasilitasi tim kesehatan dari Dinas Kesehatan atau puskesmas dalam melakukan pelacakan dan penyelidikan epidemiologi apabila diperlukan tindakan intervensi kesehatan,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Pemkot SurabayaSurat EdaranVirus Nipah
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam pemulihan bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi yang mengalami kerusakan akibat kebakaran karena bom molotov dalam peristiwa kerusuhan pada Agustus 2025 lalu.

Pemulihan Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Resmi Dimulai, Gubernur Khofifah Pastikan Jaga Kelestarian Bangunan Cagar Budaya

Kamis, 2 April 2026
Foto ilustrasi

Siapkan Rusunami untuk Gen Z, Wali Kota Eri Cahyadi Bocorkan Spesifikasi dan Harganya

Kamis, 2 April 2026
Car free day di Jalan Darmo Surabaya.

Pemkot Surabaya Berencana Tambah Titik CFD Setiap Akhir Pekan

Rabu, 1 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono.

Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Untuk Australia di Canberra

Rabu, 1 April 2026

Berita Terkini

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam pemulihan bangunan sayap barat Gedung Negara Grahadi yang mengalami kerusakan akibat kebakaran karena bom molotov dalam peristiwa kerusuhan pada Agustus 2025 lalu.

Pemulihan Bangunan Sayap Barat Gedung Negara Grahadi Resmi Dimulai, Gubernur Khofifah Pastikan Jaga Kelestarian Bangunan Cagar Budaya

Kamis, 2 April 2026
Foto ilustrasi

Siapkan Rusunami untuk Gen Z, Wali Kota Eri Cahyadi Bocorkan Spesifikasi dan Harganya

Kamis, 2 April 2026
Foto ilustrasi

Pemkot Surabaya Gencarkan Pasar Murah Pasca Lebaran 2026, Harga Sembako Ditekan

Rabu, 1 April 2026
Car free day di Jalan Darmo Surabaya.

Pemkot Surabaya Berencana Tambah Titik CFD Setiap Akhir Pekan

Rabu, 1 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono.

Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Untuk Australia di Canberra

Rabu, 1 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In