• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 30 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Komisi C DPRD Surabaya Tekankan Pentingnya Trace Rumah Pompa Bagi Solusi Banjir di 5 Kelurahan

by Redaksi
Kamis, 29 Januari 2026
Suasana rapat di Komisi C DPRD Surabaya.

Suasana rapat di Komisi C DPRD Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –  Sempat tertunda akibat beda kajian teknis mengenai jalur pipa (trace), pembangunan Rumah Pompa Nginden akhirnya mencapai kesepakatan. Pemerintah Kota (Pemkot) bersama pihak Gereja Betani telah menyetujui jalur pembangunan yang akan melintasi sebagian lahan aset Izin Pemakaian Tanah (IPT) yang selama ini digunakan oleh pihak gereja.

Pembangunan ini menjadi krusial karena diproyeksikan mampu mengatasi masalah banjir menahun di lima wilayah sekaligus, yakni Kelurahan Nginden Jangkungan, Semolowaru, Medokan Semampir, hingga sebagian Klampis Ngasem.

Hal ini tertuang dalam Rapat Koordinasi Komisi C DPRD Surabaya, hari Kamis (29/1/2026), dengan bahasan “Permasalahan pengendalian banjir di wilayah Semolowru, Medokan Semampir dan Nginden Jangkungan”.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya, M. Eri Irawan, S.E., M.Kp, dihadiri segenap anggota Komisi C, dan para undangan diantaranya dari unsur Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Kota Surabaya, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kota Surabaya, Bagian Hukum dan Kerjasama, Camat Sukolilo, Lurah Semolowaru, Lurah Nginden Jangkungan, Lurah Medokan Semampir, Pimpinan Gereja GSKI Jemaat Bethani Nginden, dan beberapa ketua RW / RT.

BACA JUGA:  Adhy Pimpin Apel Kesiapsiagaan Hadapi Banjir

Ketua Komisi C DPRD Kota Surabaya menjelaskan bahwa koordinasi ini bukan sekadar urusan teknis lahan, melainkan demi kepentingan publik yang lebih luas. “Rumah pompa ini bukan untuk kepentingan Gereja Betani semata, tapi pengendalian banjir di lima kelurahan. Aliran air dari saluran eksisting akan ditarik lebih cepat menuju Kalijagir,” ujarnya.

Dalam kesepakatan tersebut, Pemkot berkomitmen melakukan pemulihan penuh (reinstatemen) terhadap infrastruktur gereja yang terdampak. Berikut adalah beberapa poin kesepakatan utama:

1. Pengembalian Fungsi Lahan: Setelah pemasangan saluran box culvert menuju rumah pompa selesai, kondisi permukaan (seperti paving atau aspal) harus dikembalikan rapi seperti semula.

BACA JUGA:  Bertemu Perwakilan dari Japan Initiative, AH Thony Bahas Program Review

2. Relokasi Parkir: Area parkir motor Gereja Betani yang terkena jalur pembangunan akan dibangunkan kembali oleh Pemkot di sisi utara lahan tersebut.

3. Target Pengerjaan: Jika tidak ada kendala, konstruksi fisik dijadwalkan mulai efektif pada 26 April 2026.
Pembangunan Rumah Pompa Nginden ini diharapkan menjadi jawaban atas seringnya genangan tinggi di kawasan tersebut yang selama ini mengandalkan bantuan pompa mobile dari Dinas Pemadam Kebakaran.

Terungkap pula dalam rapat, beberapa pokok bahasan terkait pengendalian banjir di wilayah tersebut, antara lain :
• Identifikasi Masalah Saluran: Terdapat saluran air kecil yang bersifat sementara di area tersebut. Kondisinya sangat rendah sehingga menjadi titik utama penyebab genangan air (terutama dari RW 8 ke RW 6) yang tidak kunjung surut saat curah hujan tinggi.

BACA JUGA:  APBD Surabaya 2024 Rp 10,9 Triliun, Prioritaskan Pendidikan dan Kesehatan hingga Infrastuktur

• Pihak pengembang seharusnya memiliki kewajiban untuk membangun saluran permanen yang lebih masuk ke area mereka setelah proyek selesai. Namun, hingga kini status pembangunan saluran tersebut belum dipastikan.
• Titik Kerusakan & Dampak: Genangan sering terjadi di jalur sibuk menuju Ditani, yang mengakibatkan jalan cepat rusak dan seringnya pengerahan mobil damkar untuk membantu penyedotan air.

Mengingat banyaknya pengajuan perbaikan saluran di perkampungan yang belum terealisasi, diperlukan solusi sementara yang lebih mumpuni selain sekadar penyedotan air. (ST01)

Tags: DPRD SurabayaKomisi CRumah Pompa
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Prof Ir Hera Widyastuti MT PhD

Pakar ITS Sebut Perlintasan KA Tidak Sebidang Efektif Cegah Kecelakaan

Kamis, 30 April 2026

Misi Dagang Jatim-Malaysia Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp 15,25 Triliun Lebih

Rabu, 29 April 2026

Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya

Rabu, 29 April 2026
Dr Wisda Mulyasari SST MT

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

Rabu, 29 April 2026

Berita Terkini

Prof Ir Hera Widyastuti MT PhD

Pakar ITS Sebut Perlintasan KA Tidak Sebidang Efektif Cegah Kecelakaan

Kamis, 30 April 2026

Misi Dagang Jatim-Malaysia Sukses Catatkan Transaksi Fantastis Rp 15,25 Triliun Lebih

Rabu, 29 April 2026

Eri Cahyadi Jadikan Posyandu Wethan Ceria Percontohan di Surabaya

Rabu, 29 April 2026
Dr Wisda Mulyasari SST MT

Doktor Lulusan ITS Gagas Model Resiliensi Keselamatan Industri Kimia

Rabu, 29 April 2026

KBS Pinjamkan Komodo untuk Program Konservasi

Rabu, 29 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In