SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya menggelar Perayaan Natal Kota Surabaya di Taman Surya atau halaman Balai Kota Surabaya, Jumat (9/1/2026). Mengusung tema Christmas – Love in God, Harmony Together (C-LIGHT), perayaan ini diharapkan menjadi simbol kasih Tuhan yang hadir sebagai cahaya, menerangi kehidupan bersama di tengah keberagaman suku, budaya, dan keyakinan yang tumbuh di Kota Surabaya.
Meski hujan mengguyur Kota Pahlawan sejak sore, antusiasme umat Kristiani tidak surut. Ribuan warga tetap berdatangan. Suasana khidmat dan penuh kehangatan terasa kuat, mencerminkan semangat kebersamaan dan toleransi yang telah lama tumbuh di Surabaya.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dalam sambutannya menyampaikan kekagumannya atas keteguhan iman umat Kristiani yang tetap hadir meski hujan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bukti kuatnya nilai-nilai keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Surabaya.
“Umat Kristen di Kota Surabaya ketika merayakan Natal tidak pernah terganggu dengan datangnya hujan. Tetap datang semuanya untuk berdoa dan merayakan Natal bersama. Inilah luar biasanya kekuatan agama yang ada di Kota Surabaya,” ujarnya.
Ia menegaskan bahwa Surabaya adalah rumah bersama bagi seluruh warganya yang berasal dari latar belakang suku, budaya, dan agama yang beragam. Perbedaan tersebut, kata dia, justru menjadi kekuatan untuk terus menjaga persatuan.
“Kota Surabaya ini adalah rumah kita. Di dalam rumah kita ada banyak anak, ada banyak keluarga dengan ajaran agama yang berbeda,” tuturnya.
Wali Kota Eri juga mengingatkan pentingnya menjaga persaudaraan, toleransi, dan semangat kebangsaan. Ia menegaskan bahwa Surabaya dibangun oleh doa, iman, dan kasih seluruh warganya. “Kota ini milik Arek Suroboyo. Arek Suroboyo adalah mereka yang menjaga nama besar kota ini dengan cinta dan persaudaraan,” tegasnya.
Sementara itu, Uskup Surabaya, Mgr. Agustinus Tri Budi Utomo, dalam pesan Natalnya menyebut acara ini sebagai bentuk pengakuan dan penghargaan yang sangat berarti bagi umat Kristiani. “Sungguh, acara ini dinanti-nanti warga Kristiani di Surabaya. Umat merasa sangat tersanjung dan tersapa ketika Natal dirayakan di tempat pimpinan kotanya. Ini sudah ketiga kalinya Perayaan Natal digelar di Pemkot Surabaya, dan itu menjadi penghargaan yang sangat berharga,” ungkap Mgr. Didik sapaan akrabnya.
Ia juga menilai komitmen Pemkot Surabaya dalam penguatan keluarga, yang menurutnya menjadi fondasi utama pembangunan masyarakat. Ia menyampaikan apresiasi atas capaian Pemkot Surabaya yang berhasil mengentaskan lebih dari 11 ribu keluarga dari kemiskinan sepanjang tahun 2025.
“Sehebat apa pun sebuah kota, yang paling melegakan adalah ketika keluarga-keluarga diperkuat. Karena keluarga adalah basis pembangunan masyarakat,” ujarnya.
Dalam pembuka khotbah Firman, Ps. Philip Mantofa turut menyampaikan rasa bangganya sebagai warga Surabaya. Ia mengapresiasi kepemimpinan wali kota Surabaya yang dinilai konsisten merangkul semua golongan dan menjaga toleransi.
“Tiga kali diadakan di Balai Kota Surabaya, dan saya semakin bangga menjadi warga Surabaya,” tuturnya. (ST01)





