SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya mencatat lonjakan signifikan kunjungan wisatawan selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (Nataru). Berdasarkan data, jumlah wisatawan yang berkunjung ke Kota Surabaya selama periode tersebut mencapai sekitar 500 ribu orang.
Dinas Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya mengungkapkan, peningkatan kunjungan wisatawan didominasi oleh destinasi pusat perbelanjaan atau mal, serta sejumlah objek wisata unggulan seperti pantai, kawasan hutan mangrove, city tour Kota Lama, hingga wisata kuliner.
Sementara itu, data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat, pada September 2025 terdapat 32.664 kunjungan wisatawan mancanegara ke Jawa Timur melalui pintu masuk Bandara Juanda. Selama periode Januari hingga September 2025, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Jawa Timur mencapai 164,12 juta perjalanan, dengan Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada September 2025 sebesar 48,37 persen.
Dari keseluruhan data tersebut, Kota Surabaya disebut menyumbang sekitar 35 persen dari total kunjungan wisatawan ke Jawa Timur.
Menanggapi hal itu, Ketua Komisi D DPRD Surabaya, dr Akmarawita Kadir, menyampaikan bahwa meningkatnya jumlah wisatawan saat libur panjang Nataru tidak lepas dari banyaknya agenda dan event menarik yang digelar Pemkot Surabaya.
Salah satunya adalah program Surabaya Holiday Super Sale 2025, yakni program belanja akhir tahun dengan diskon besar-besaran di seluruh pusat perbelanjaan, restoran, dan kafe. Bahkan, wisatawan yang menginap di hotel juga mendapatkan potongan harga khusus.
“Ini membuktikan bahwa sektor pariwisata Surabaya masih menjadi primadona bagi wisatawan, baik lokal, regional, maupun mancanegara,” ujar dr. Akmarawita Kadir.
Ia menambahkan, Pemkot Surabaya terus melakukan pengembangan berbagai destinasi wisata, tidak hanya berfokus pada wisata belanja. Pengembangan juga mencakup wisata petualangan, pantai, wisata alam seperti hutan mangrove, wisata kuliner, city tour, kawasan heritage, hingga kawasan Kota Lama.
“Destinasi wisata Kota Lama bahkan kerap dijadikan spot yang sangat instagramable bagi wisatawan luar Surabaya. Begitu pula wisata pantai di Taman Hiburan Pantai Kenjeran yang terus diminati,” jelas dr. Akmarawita Kadir yang juga menjabat sebagai Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya.
Lebih lanjut, ia menekankan pentingnya aspek keamanan dan kelengkapan fasilitas di setiap destinasi wisata. Hal tersebut dinilai menjadi faktor utama untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi wisatawan selama berlibur di Kota Pahlawan.
“Dan saya yakin Pemkot Surabaya mampu menjaga keamanan dan kenyamanan di seluruh destinasi wisata,” pungkasnya. (ADV-ST01)







