• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Profesor ITS Rancang Desain Bioklimatik untuk Wujudkan Hunian “Isis”

by Redaksi
Jumat, 17 Oktober 2025
Prof Dr Dipl Ing Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi MT

Prof Dr Dipl Ing Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi MT

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Meningkatnya suhu akibat perubahan iklim global mendesak kebutuhan akan hunian yang nyaman dan hemat energi. Menjawab tantangan ini, Guru Besar ke-233 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Dipl Ing Sri Nastiti Nugrahani Ekasiwi MT menghadirkan inovasi desain fasad bioklimatik yang mampu meningkatkan sirkulasi udara alami guna menghadirkan sensasi “isis” (sejuk) dan “seger” (segar).

Diungkapkan oleh profesor dari Fakultas Teknik Sipil Perencanaan dan Kebumian (FTSPK) ITS ini, perubahan iklim yang memicu peningkatan suhu lingkungan berdampak langsung terhadap kenyamanan termal manusia. Kebiasaan masyarakat yang lebih banyak beraktivitas di dalam ruangan menuntut adanya desain bangunan yang dapat menghadirkan kembali sensasi isis dan seger layaknya berada di ruang terbuka.

Sayangnya, tatanan perumahan padat dengan jarak antarbangunan yang semakin sempit kerap menghambat terjadinya penghawaan silang. Akibatnya, masyarakat sering bergantung pada kipas angin maupun pendingin ruangan yang boros energi. “Bangunan seharusnya berfungsi sebagai kulit ketiga manusia yang membantu menjaga keseimbangan suhu tubuh melalui sirkulasi udara alami,” terang perempuan yang akrab disapa Nastiti ini.

BACA JUGA:  ITS Umumkan 3.061 Mahasiswa Baru Jalur Seleksi Kemitraan, Mandiri, dan Prestasi

Menjawab permasalahan tersebut, profesor dari Departemen Arsitektur ITS itu melakukan riset terhadap desain fasad bangunan pada rumah susun perkotaan. Ditemukan bahwa pada jendela bertipe side hung window atau fixed window yang tidak memiliki kemampuan pivot untuk diatur sudut bukanya, arah angin sering kali tidak sejajar dengan bukaan. Kondisi ini menyebabkan tidak terbentuknya perbedaan tekanan udara yang cukup besar untuk menciptakan penghawaan silang alami.

Melalui simulasi yang dilakukannya, lulusan doktoral Universitas Kyoto, Jepang ini menemukan bahwa kombinasi antara bukaan dan jendela vertical pivot mampu meningkatkan kecepatan aliran udara hingga lima sampai tujuh kali lipat dibandingkan kondisi eksisting. “Desain bukaan tegak lurus pada fasad dapat menciptakan perbedaan tekanan angin yang menjadi kunci tercapainya penghawaan alami,” jelas alumnus S1 Arsitektur ITS ini.

Pasangan dari Prof Bambang Soemardiono ini juga menambahkan bahwa penelitian tersebut dilakukan pada bangunan rumah susun yang terdiri atas deretan unit hunian. Pada unit yang terletak di sisi tepi bangunan, sudut bukaan jendela sebesar 90 derajat terbukti dapat mempercepat aliran udara secara signifikan. Sementara itu, pada unit yang berada di bagian tengah deretan, sudut bukaan 45 derajat lebih efektif dalam meningkatkan sirkulasi udara di dalam ruang.

BACA JUGA:  Vaksinasi Booster Dimulai, Pemkot Surabaya Prioritaskan Lansia dan Pasien Komorbid

Lebih lanjut, ibu dari dua anak itu juga memaparkan, kenyamanan termal bangunan seharusnya dicapai terlebih dahulu melalui desain strategi pasif sebelum mengandalkan sistem mekanis. Desain strategi pasif sendiri mengandalkan pengaturan jendela, penggunaan peneduh, dan pemilihan material yang sesuai untuk mengurangi heat gain serta menjaga suhu ruang agar tetap nyaman secara alami.

Tak hanya itu, perempuan asal Kediri ini menambahkan, apabila strategi aktif seperti penggunaan Air Conditioner (AC) dan kipas angin tetap diperlukan ketika kondisi lingkungan luar tidak bisa diatasi dengan desain pasif. Namun, Nastiti menegaskan dengan optimalisasi strategi pasif, beban energi sistem aktif dapat ditekan secara signifikan sehingga menghasilkan bangunan yang lebih hemat energi dan sehat.

Sebagai tindak lanjut, dosen kelahiran 29 November 1961 tersebut turut merekomendasikan penerapan ventilasi malam hari sebagai strategi penyejuk alami yang efisien dan ramah energi. Melalui metode ini, jendela dibuka pada malam hari untuk memungkinkan pertukaran udara. “Struktur bangunan seperti dinding dan lantai mampu menyimpan suhu dingin malam karena kapasitas termalnya yang tinggi,” tambahnya.

BACA JUGA:  Lucia Karina, Alumnus ITS Raih Penghargaan SDG Pioneers 2024

Pada siang hari, jendela ditutup untuk mencegah masuknya udara panas sehingga suhu dingin yang tersimpan di material bangunan dapat dipertahankan. Kesejukan tersebut kemudian dipancarkan kembali ke dalam ruangan melalui proses radiasi termal guna membantu menurunkan beban pendinginan bangunan. “Meski demikian, efektivitas strategi ini tetap bergantung pada kondisi cuaca luar yang memengaruhi sirkulasi dan suhu udara,” tandasnya.

Di akhir penjelasannya, Nastiti menekankan bahwa inovasi ini menjadi salah satu wujud kontribusi ITS dalam mencapai Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-13 mengenai penanganan perubahan iklim. “Perubahan besar dalam efisiensi energi dan kenyamanan alami hunian bisa dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten,” tutupnya. (ST05)

Tags: Desain BioklimatikHunian IsisITSProfesor
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In