• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Dorong Efisiensi Industri, Doktor ITS Hadirkan Kerangka Risiko Baru

by Redaksi
Kamis, 2 Oktober 2025

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Risiko dalam proyek peningkatan kualitas kerap menimbulkan inefisiensi hingga pemborosan biaya. Menjawab persoalan tersebut, peneliti dari Departemen Teknik Sistem dan Industri Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Dr Wiwik Sulistiyowati ST MT menghadirkan kerangka kerja manajemen risiko yang inovatif untuk meminimalisir kegagalan sekaligus meningkatkan mutu proyek.

Dalam disertasi kelulusannya, Wiwik menjelaskan bahwa setiap proyek peningkatan kualitas di sektor industri memiliki potensi risiko kegagalan. Hal ini bisa memicu pemborosan biaya, inefisiensi, hingga menurunnya kepuasan konsumen. Menurutnya, selain dengan metode teknis, perbaikan kualitas juga harus disertai manajemen risiko yang terstruktur. “Dengan pengelolaan risiko yang tepat, proyek peningkatan kualitas bisa lebih terarah, efisien, dan memberikan hasil maksimal,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITS Gagas Sistem Monitoring Kualitas Air Sungai Brantas

Untuk menjawab tantangan tersebut, Wiwik merancang kerangka kerja (framework) yang memadukan berbagai pendekatan. Antara lain standar ISO 31000, siklus manajemen POAC (Planning, Organizing, Actuating, Controlling), dan metode DMAIC (Define, Measure, Analyze, Improve, Control). Kerangka ini juga dilengkapi analisis Structural Equation Modeling–Partial Least Square (SEM-PLS) dan Importance-Performance Analysis (IPA) untuk mengidentifikasi faktor-faktor kritis keberhasilan proyek.

Kerangka integratif ini tidak hanya sebatas konsep teoritis, tetapi juga siap diterapkan dalam dunia industri. Pendekatan tersebut membantu perusahaan mengurangi risiko kegagalan, mempercepat proses perbaikan, sekaligus meningkatkan kepuasan pelanggan. “Framework ini bisa digunakan tidak hanya pada sektor manufaktur, tetapi juga pada industri jasa yang membutuhkan peningkatan kualitas berkelanjutan,” tambah perempuan asal Sidoarjo itu.

BACA JUGA:  Khofifah Heran, Produksi Migor Tidak Berkurang tapi Barangnya Langka

Penelitian yang diusung Wiwik turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin ke-9 tentang pembangunan industri, inovasi, dan infrastruktur. Dengan adanya kerangka ini, industri nasional diharapkan mampu meningkatkan daya saing di tengah persaingan global sekaligus memperkuat efisiensi berkelanjutan.

Menutup disertasinya, Wiwik menegaskan bahwa capaian akademik ini menjadi awal untuk membuka ruang kontribusi lebih luas di berbagai bidang riset. Ia berharap framework ini dapat menjadi solusi nyata bagi industri maupun pendidikan, sekaligus dasar untuk pengembangan penelitian yang lebih komprehensif. “Ke depan, saya berharap penelitian ini bisa dikembangkan lebih lanjut dengan melibatkan aspek sosial dan ekonomi,” pungkasnya penuh harap. (ST05)

BACA JUGA:  Anak Ajaib Bojonegoro Dihadiah Tablet dan Tas Sekolah
Tags: DoktorEfisiensi IndustriITSKerangka Risiko Baru
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In