SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota Surabaya berencana melakukan revitalisasi Taman Hiburan Rakyat (THR) sebagai pusat industri kreatif dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Namun, rencana tersebut mendapat sorotan dari DPRD Kota Surabaya.
Anggota Komisi C DPRD Surabaya Buchori Imron, mengingatkan agar wacana revitalisasi THR tidak hanya menjadi rencana di atas kertas. Ia mendorong agar Pemkot segera merealisasikan program tersebut.
“Apapun ide Pak Wali Kota Eri Cahyadi itu sangat bagus, tapi yang jadi masalah adalah minimnya realisasi,” kata Buchori.
Menurutnya, program-program yang berpotensi meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus dijalankan secara serius dan ditangani oleh pihak yang kompeten. Ia menilai pelibatan tenaga profesional menjadi kunci keberhasilan proyek tersebut.
“Jangan berikan tanggung jawab ke orang yang tidak ahli. Kalau ditangani oleh yang tidak berpengalaman, program pembangunan bisa stagnan,” tegas dia.
Buchori juga menekankan pentingnya kajian mendalam sebelum revitalisasi dilakukan. Ia menyarankan agar Pemkot melibatkan para ahli dan pengusaha besar agar pelaksanaan program bisa berjalan efektif.
“Revitalisasi THR harus melalui kajian serius. Jangan sampai potensi yang seharusnya menghasilkan PAD justru terbuang sia-sia,” tambahnya.
Ia juga menyinggung soal Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SiLPA) Pemkot Surabaya yang menurutnya kini hanya ada di atas kertas. “Dulu SiLPA bisa mencapai lebih dari Rp1 triliun. Sekarang ini hanya terlihat secara administratif, tapi anggarannya tidak jelas,” ujarnya.
Buchori pun menutup pernyataannya dengan harapan agar Pemkot fokus pada program-program yang benar-benar berdampak pada kesejahteraan masyarakat. “Jangan terlalu banyak program yang hanya jadi wacana tanpa realisasi,” pungkasnya. (ADV-ST01)






