SURABAYATODAY.ID, SIDOARJO – Penjabat (Pj) Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur Isye Adhy Karyono mengunjungi rumah singgah Delta Crisis Center Plus (DCC+) di Jalan Raya Lebo Kecamatan Sidoarjo, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (18/10) lalu.
Kunjungan Pj Ketua TP PKK Jatim ke rumah singgah bagi ratusan orang dengan HIV/AIDS (ODHA) ini dalam rangka menyerahkan bantuan berupa 1 unit televisi 50 inch dan sejumlah uang untuk operasional.
“Sebagai Ketua TP PKK juga ibu-ibu Dharma wanita, ibu Sekda juga sama untuk kegiatan-kegiatan bakti sosial baik itu untuk HIV atau untuk anak-anak, dan lansia juga,” kata Isye Adhy Karyono.
“Selain itu, ini juga kita lakukan karena memang mereka ini bagian dari PPKS, pemerlu pelayanan kesejahteraan sosial,” imbuhnya.
Setibanya di sana, Isye disambut hangat oleh pengurus yayasan dan puluhan anggota DCC+. Isye nampak akrab dan tidak canggung berbincang dengan mereka.
Beberapa diantara mereka nampak antusias dan menunjukkan kegembiraan atas kehadiran istri orang nomor satu di Jatim ini. Mereka juga berkesempatan menyampaikan isi hati dan kegelisahan yang mereka rasakan.
Isye menyatakan kunjungan ini untuk bersilaturahmi dengan pengurus dan anggota DCC+. Ia menyebut ini adalah kunjungan kesekian kali yang ia lakukan ke rumah singgah ini sehingga ada ikatan batin yang tersambung dengan rumah singgah ini.
“Saya kebetulan sudah kenal dengan ibu Eva dan teman-teman semua di sini, di komunitas ini dan gimana ya rasanya, seperti sudah ada ikatan batin, sudah dekat dan sudah beberapa kali ke sini,” ungkapnya.
Isye mengungkapkan ODHA ini merupakan orang-orang yang membutuhkan dukungan banyak pihak, terlebih banyak diantara mereka yang masih berusia anak-anak. Ia menilai selama ini stigma masyarakat kepada penyintas HIV/AIDS ini masih negatif.
“Harus terus dijaga imunitasnya, mereka pejuang-pejuang imun, karena kalau misalnya memang mereka telat minum obat atau terlewat maka mereka tidak bisa bertahan, imunitas mereka berkurang itu makanya mereka itu minum obat seumur hidup,” ucapnya.
Ia juga menuturkan bahwa diantara mereka ada salah satu anak yang bercerita kepadanya jika telah mengidap HIV/AIDS sejak kecil lantaran tertular dari asi ibunya. Isye menyebut anak-anak seperti mereka harus terus dimotivasi agar tidak patah semangat dan terus berusaha mencapai cita-citanya.
“Tadi juga ada anak-anak yang tertular dari orang tuanya, meskipun mungkin anak-anak itu tidak bersalah, dari asinya, kemudian juga mungkin ibu ibu banyak tertular dari suaminya,” tuturnya.
Rumah singgah ini merupakan tempat bagi mereka berbagi rasa dan cerita, serta saling memotivasi. Oleh sebab itu, Isye menilai keberadaan rumah singgah tersebut sangat positif dan harus terus mendapatkan dukungan banyak pihak.
“Mungkin secara mental, secara psikis mereka terganggu, tetapi kalau merasa bersama-sama mereka akan lupa, mereka akan bisa mengurangi bebannya, ada teman yang senasib sepenanggungan, sependeritaan, dan semangat bersama, saling memotivasi,” jelasnya.
Ia berharap silaturahmi dengan rumah singgah ODHA ini akan terus berlanjut, dukungan kepada mereka juga terus mengalir dari banyak pihak. Ke depan ia juga berharap pemberdayaan bagi mereka juga akan diupayakan agar bisa direalisasikan.
“Melalui edukasi, sosialisasi, dan mungkin nanti dari pihak-pihak terkait, dan kepada masyarakat jangan takut dengan orang dengan HIV, sebetulnya normal-normal saja yang penting hal-hal tertentu yang memang bisa menularkan ya itu memang harus dihindari, mereka semua sama,” pungkasnya. (ST02)





