SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Kekeringan ekstrem yang melanda beberapa wilayah Kabupaten Bojonegoro saat kemarau tahun 2023 lalu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Menanggulangi hal tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bojonegoro (BPBD) membangun beberapa titik sumur bor di beberapa wilayah potensi kekeringan.
Salah satunya di Desa Tinumpuk Kecamatan Purwosari. Kepala Pelaksana BPBD Ardhian Orianto saat mendampingi Pj Bupati Bojonegoro Adriyanto meninjau pengeboran sumur mengatakan sumur ini merupakan bantuan dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).
“Bantuan diberikan melalui BPBD Kabupaten Bojonegoro” ungkap Ardhian..
Dikatakan, tinjauan Pj Bupati Adriyanto adalah untuk memastikan kegiatan ini dapat berjalan lancar sesuai dengan target. Ia berharap sumur itu memberikan manfaat bagi masyarakat khususnya Desa Tinumpuk.
Sesuai target, pelaksanaan pengeboran sumur di desa ini sampai 22 Februari 2024 mendatang. Diharapkan setelah itu masyarakat Desa Tinumpuk sudah bisa memanfaatkan air bersih untuk kehidupan sehari-hari dari sumur bor ini, karena Desa Tinumpuk ini termasuk dalam kategori kekeringan ekstrem.
“Dengan debit air di Desa Tinumpuk ini minimal bisa memberikan pelayanan dasar kebutuhan air bersih kepada masyarakat Desa Tinumpuk dan sekitarnya,” harap Ardhian.
Sementara itu Kosim Kepala Desa Tinumpuk menjelaskan, pengeboran sumur bor yang dibangun ini memiliki kedalaman 80-100 meter dari permukaan tanah. Sebelum dilakukan pengeboran dilakukan survei pencarian titik sumber air terlebih dahulu dengan metode geometrik.
“Nanti kalau sumber airnya sudah keluar dan lancar, kita akan adakan musyawarah desa, bagaimana penggunaan serta pengelolaan sumur bor ini dilakukan oleh BUMDes untuk dimanfaatkan warga,” ujarnya.
“Di Desa kami ada 340 kepala keluarga. Semoga dengan pembangunan sumur bor ini dapat mencukupi seluruh kebutuhan akan air bersih,” imbuh Kosim. .(ST10)





