• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Profesor ITS Evaluasi Stabilitas Jaringan untuk Dukung Energi Terbarukan

by Redaksi
Jumat, 17 November 2023
Prof Dr Ir Sardono Sarwito MSc.

Prof Dr Ir Sardono Sarwito MSc.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Panel surya dan turbin angin akan menghasilkan tegangan yang tidak stabil ketika mengalami perubahan beban. Melihat masalah tersebut, Guru Besar dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Ir Sardono Sarwito ST MSc meneliti dukungan tegangan berbasis daya reaktif untuk atasi ketidakstabilan tegangan pada sistem.

Sardono menjelaskan, beberapa sumber energi baru terbarukan akan semakin sering digunakan sebagai langkah untuk mengurangi emisi karbon. Di antaranya seperti panel surya dan turbin angin yang menjadi sumber daya energi terdistribusi atau Distributed Energy Resources (DER) pada jaringan tegangan rendah.

“Penerapan keduanya akan lazim ditemui di kapal dan demikian pula di perumahan untuk mencapai rencana net-zero emission,” tambahnya.

BACA JUGA:  Surabaya Fashion Week 2021 Catatkan Transaksi Rp 600 Juta

Ketika dioperasikan, Sardono melanjutkan, perubahan drastis pada beban yang terhubung akan menyebabkan terjadinya gangguan tegangan transien. Alhasil, jaringan unit tersebut akan terputus secara otomatis oleh alat pengaman yang terpasang.

“Perubahan tegangan ini akan berafiliasi dengan timbulnya arus berlebih, karenanya seluruh sistem akan diputus melalui alat pengaman,” papar dosen Departemen Teknik Sistem Perkapalan ITS ini.

Kondisi jaringan yang kerap padam tersebut akan mengakibatkan kerugian dalam proses penghasilan listrik. Untuk itu, dukungan berbasis daya reaktif pada jaringan dengan tegangan rendah ini menjadi salah satu solusinya. “Tidak selayaknya genset diesel, pada kasus ini diperlukan suplai tambahan untuk mengatasi penurunan tegangan dalam waktu singkat atau sag tegangan yang terjadi pada jaringan,” imbuh bapak dua anak ini.

BACA JUGA:  Tingkatkan Kesadaran Keselamatan Maritim Lewat MASTIC 2022

Lulusan doktor di Departemen Teknik Kelautan ITS tersebut menuturkan, suntikan tegangan reaktif ini akan meningkatkan resultan tegangan total yang terdapat pada jaringan. Hal tersebut akan membuat tegangan pada sambungan DER tetap terjaga di batas aman rangkaian.

“Dalam periode 100 milisekon, tegangan dukungan harus segera diberikan agar tidak menyentuh batas minimum tegangan yang harus terdapat di rangkaian,” ujarnya.

Analisis juga dilakukan untuk mengevaluasi respon DER terhadap daya reaktif pada jaringan. Dengan menggunakan perangkat lunak MATLAB dan Simulink, observasi dapat dilakukan untuk melihat apakah jaringan masih dapat terhubung saat timbul sag tegangan ketika diberikan injeksi daya reaktif.

BACA JUGA:  Eri Ajak PNS Pemkot Berpartisipasi Jadi Orang Tua Asuh bagi Anak MBR

Lewat penelitian yang dituangkan dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai profesor ke-172 ITS, Sardono menilai bahwa solusi ini merupakan metode yang ekonomis untuk memastikan kestabilan aliran listrik pada sistem. Salah satu faktornya karena sumber tegangan reaktif yang dibutuhkan dapat dijumpai di komponen peralatan itu sendiri.

“Kapasitor yang pada DER dapat menjadi sumbernya, namun diperlukan penelitian lebih lanjut untuk menghadirkan sistem yang dapat memfasilitasinya,” terangnya.

Lelaki kelahiran Solo ini berharap, penelitian yang telah dilakukannya tersebut dapat menginspirasi para mahasiswa dan terus melanjutkan pengembangan penelitian seputar bidang ini. “Semoga dapat memantik tangan-tangan mahasiswa untuk dapat menyongsong tantangan pengaplikasian sumber energi terbarukan agar bisa mencapai net-zero emission,” tutupnya. (ST05)

Tags: Energi TerbarukanITSProfesor
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Dua Perda Strategis Perkuat Pelindungan Pemberdayaan Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam, Serta Penanggulangan Bencana di Provinsi Jatim Disahkan

Selasa, 20 Januari 2026

Bengkel Football Hadir Penuhi Kebutuhan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Selasa, 20 Januari 2026
(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Berita Terkini

Dua Perda Strategis Perkuat Pelindungan Pemberdayaan Pembudi Daya Ikan dan Petambak Garam, Serta Penanggulangan Bencana di Provinsi Jatim Disahkan

Selasa, 20 Januari 2026

Bengkel Football Hadir Penuhi Kebutuhan Pembinaan Sepak Bola Usia Dini

Selasa, 20 Januari 2026
(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In