• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Cegah Pencemaran, Profesor ITS Kembangkan Surfaktan Ramah Lingkungan

by Redaksi
Kamis, 16 November 2023
Guru Besar Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Prof Dr Lailatul Qadariyah ST MT IPM

Guru Besar Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember Prof Dr Lailatul Qadariyah ST MT IPM

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Sulitnya proses degradasi limbah surfaktan menyebabkan terjadinya pencemaran yang dapat merusak lingkungan. Untuk mengantisipasi terulangnya hal tersebut, Guru Besar Teknik Kimia Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Lailatul Qadariyah ST MT IPM mengembangkan surfaktan ramah lingkungan yang berbahan dasar nabati.

Profesor ke-171 ITS ini mengatakan bahwa surfaktan yang selama ini beredar di pasaran masih menggunakan bahan dasar dari turunan minyak bumi. Bahan jenis ini tidak dapat diperbarui dan limbah bekas pakainya sulit terurai. Dalam upaya mengatasi permasalahan tersebut, perempuan yang kerap disapa Arin ini mencetuskan alternatif surfaktan berbahan dasar nabati, yakni dari minyak kelapa sawit.

BACA JUGA:  Adies Kadir Silaturahmi dengan 5 Ribu Relawan

Arin mengungkapkan, minyak kelapa sawit dipilih karena ketersediaan sumber daya bahan bakunya yang melimpah. Tak hanya itu, tingginya kandungan asam lemak jenuh seperti asam palmitat dan asam oleat pada minyak kelapa sawit juga berpotensi tinggi untuk diolah sebagai bahan dasar surfaktan.

“Untuk jenis surfaktannya sendiri yang dikembangkan pada penelitian ini adalah Methyl Ester Sulfonate (MES),” tambah perempuan kelahiran 18 September 1976 ini.

Dalam paparannya, ibu tiga anak ini menjelaskan, MES merupakan surfaktan anionik yang digunakan sebagai bahan aktif dalam produk detergen dan peningkatan efektivitas pengeboran minyak bumi. MES dibuat dengan mereaksikan minyak kelapa sawit dan metanol. Kemudian, untuk mempercepat terjadinya reaksi ditambahkan katalis basa yang selanjutnya menjadi metil ester.

BACA JUGA:  Manfaatkan Sampah Organik, ITS Ajak Buat Eco Enzyme

“Setelahnya, metil ester disulfonasi untuk menjadi MES,” jelas Arin tentang penelitian yang dituangkannya dalam orasi ilmiah pengukuhannya sebagai profesor di ITS.

Peraih Satya Lancana X tahun 2015 ini mengungkapkan, MES yang dikembangkan ini dapat menjadi solusi alternatif ramah lingkungan karena sifatnya yang mudah terurai serta pembusaannya yang rendah. Selain itu, sifat detergensinya juga lebih baik dibanding surfaktan biasanya. Penggunaan bahan yang terbarukan juga membuatnya dapat diproduksi lebih masif dengan biaya yang lebih rendah.

“Hal ini membuat surfaktan ini layak sekali bersaing di pasaran,” tandasnya optimistis.

Selain bahan baku, Arin menyampaikan bahwa kebaruan metode yang divariasikan pada penelitian ini terletak pada metode pemanasan yang berbeda dari pemanasan konvensional biasa. Pemanasan yang digunakan pada penelitian ini adalah pemanasan menggunakan microwave serta gelombang ultrasonik. Dengan variasi dua metode tersebut didapatkan hasil serta waktu pemanasan yang lebih singkat.

BACA JUGA:  Manulife Luncurkan E-Policy dan MiRecruit

“Sehingga efisiensi produksinya juga meningkat,” ujar lulusan doktoral Teknik Kimia ITS ini.

Menutup uraiannya, istri dari Ari Nursamsu ini mengatakan, ke depannya pengembangan produk tersebut akan terus dilanjutkan hingga menjadi produk konsumsi dan dapat dikomersialisasi. Terakhir, Arin berharap, penelitian yang digarapnya selama empat tahun ini dapat berkontribusi untuk keselamatan lingkungan, kesejahteraan masyarakat, serta keberlanjutan masa depan bangsa. (ST05)

Tags: ITSPencemaranProfesorRamah Lingkungan
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In