• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 19 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Startup Alumnus ITS Gagas Inovasi Desain Produk dari Agel

by Redaksi
Senin, 30 Oktober 2023

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Alumnus S2 Magister Manajemen Teknologi (MMT) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas startup bernama Cekka Studio yang pertama di Indonesia dengan pemanfaatan material agel sebagai bahan kerajinan rumah. Melalui material agel, Cekka Studio ingin menggaungkan produk kerajinan ramah lingkungan dan dapat memberi dampak sosial lewat pemberdayaan masyarakat.

Dengan latar belakang lulusan S1 Desain Produk Industri (Despro) ITS, Nurul Idzi terbesit untuk melakukan inovasi desain produk dari agel. Melalui pemanfaatan agel, Cekka Studio ingin mendobrak pengembangan produk dari alam dan memberikan dampak sosial pada komunitas serta ramah lingkungan.

“Cekka menggunakan material agel yang tidak terkontaminasi dengan bahan kimia sehingga tidak merusak lingkungan tetapi kualitas produk masih terjamin,” jelasnya.

Lebih lanjut, menurut perempuan yang biasa disapa Idzi ini, serat agel sendiri merupakan serat daun gebang yang dipintal dan dianyam. Serat agel dapat menjadi alternatif material alam selain rotan dan eceng gondok. Memiliki tampilan natural warna kecoklatan, agel dapat digunakan menjadi kombinasi furniture bernuansa natural.

BACA JUGA:  Mahasiswa ITS Inovasikan Sumber Energi dari Bakteri Limbah

Di tangan Cekka Studio, agel disulap menjadi produk lanyard, alas gelas, gantungan dinding, dan box. Tak diragukan, kualitas material agel juga tidak mudah patah dan lebih kuat.

Berawal dari berkecimpungnya Idzi terhadap proyek dosen dalam pemberdayaan penganyam material agel, ia terbesit untuk mengembangkan bisnis agel ini. Saat ini, Cekka Studio menggandeng Kelompok Usaha Bersama (KUB) di Dusun Sambas, Kabupaten Bangkalan. Lewat kerja sama dengan penganyam tali agel, diharapkan hadirnya Cekka Studio dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Nantinya, ibu-ibu ini akan berfokus pada produksi dan tim Cekka yang menginisiasi ide dan pemasaran,” jelas perempuan asal Situbondo ini.

BACA JUGA:  Motif Batik Surabaya Sangat Khas, Ditarget Ekspor ke Mancanegara

Berdiri sejak bulan Agustus tahun 2020, Cekka Studio telah memenangkan beberapa nominasi meskipun di usia yang masih tergolong belia. Saat ini Cekka Studio terus berkembang dan terhimpun di bawah Inkubator Layanan Bisnis ITS (ILBI). Terhitung, produk Cekka Studio sudah terjual hingga lebih dari 2.500 produk. Pengiriman produk juga telah sampai ke Negeri Singa atau Singapura.

Cekka Studio sendiri merupakan startup pertama Indonesia yang mengusung pemanfaatan agel. Masih awamnya material agel di kuping masyarakat menjadikan tantangan tersendiri dalam pemasaran produk. Dalam hal ini, Idzi mengefektifkan pemasaran dengan direct selling di beberapa pameran dan bazaar.

“Dengan begitu, kita bisa memberikan brand awareness pada masyarakat dan mereka dapat melihat langsung seperti apa bentuk agel,” terang founder Cekka Studio ini.

BACA JUGA:  Surabaya Pecahkan Rekor MURI: Kota dengan 1.214 Inovasi dalam Setahun

Jatuh bangun dalam perintisan usaha pun dilewati oleh Cekka Studio. Pasalnya, di awal perintisan usaha tim Cekka sempat terlewat akan kurangnya quality control produksi dan pengiriman. Alhasil, beberapa barang menjadi defect seperti contohnya kerajinan bengkok.

“Kami pun mengevaluasi bersama tim dan akhirnya menyiasari dengan membentuk tim inti quality control dan pengetatan sebelum pengiriman produk,” papar Idzi.

Ingin terus berkembang, Cekka Studio berhadap produk inovasinya lebih dikenal di lebih banyak masyarakat luas. Tak hanya itu, Cekka Studio juga ingin merambah produknya untuk semua kerajinan rumahan yang diproduksi dengan material agel.

“Jadi kita ingin menggaungkan kepada masyarakat produk kerajinan yang lebih bersahabat dengan lingkungan,” pungkas Idzi. (ST05)

Tags: AgelAlumnus ITSInovasiStartup
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Libatkan Pengusaha, Pemkot Surabaya Perluas Jaringan CCTV di Jalan Protokol

Rabu, 18 Maret 2026
ratusan umat Hindu menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh.

Ratusan Umat Hindu Arak Ogoh-ogoh di Bawah Langit Mendung, Surabaya Teguhkan Harmoni Jelang Nyepi

Rabu, 18 Maret 2026

Gubernur Khofifah Silaturahmi Jelang Idul Fitri 1447 H ke Ponpes Tebuireng dan Tambakberas Jombang

Rabu, 18 Maret 2026

Konsistensi Gubernur Khofifah Dukung Sekolah Rakyat: Siswa Mengaku Bangga

Rabu, 18 Maret 2026

Berita Terkini

Libatkan Pengusaha, Pemkot Surabaya Perluas Jaringan CCTV di Jalan Protokol

Rabu, 18 Maret 2026
ratusan umat Hindu menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh.

Ratusan Umat Hindu Arak Ogoh-ogoh di Bawah Langit Mendung, Surabaya Teguhkan Harmoni Jelang Nyepi

Rabu, 18 Maret 2026

Gubernur Khofifah Silaturahmi Jelang Idul Fitri 1447 H ke Ponpes Tebuireng dan Tambakberas Jombang

Rabu, 18 Maret 2026

Konsistensi Gubernur Khofifah Dukung Sekolah Rakyat: Siswa Mengaku Bangga

Rabu, 18 Maret 2026

𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸𝘀𝗶 𝗔𝗶𝗿 𝗔𝗺𝗮𝗻, 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗺𝗱𝗮 𝗔𝗶𝗿 𝗠𝗶𝗻𝘂𝗺 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗮𝗱𝗮 𝗝𝗮𝗺𝗶𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗖𝘂𝗮𝗰𝗮 𝗘𝗸𝘀𝘁𝗿e𝗺 𝗱𝗮𝗻 𝗟𝗶𝗯𝘂𝗿 𝗟𝗲𝗯𝗮𝗿𝗮n

Selasa, 17 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In