• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Memperkuat Sistem Surveillance, Gubes ITS Kembangkan NGC Nirawak

by Redaksi
Rabu, 16 Agustus 2023
Ilustrasi sistem nirawak yang dikembangkan oleh Prof Subchan SSi MSc PhD, Guru Besar Matematika ITS.

Ilustrasi sistem nirawak yang dikembangkan oleh Prof Subchan SSi MSc PhD, Guru Besar Matematika ITS.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Ketegangan antara Rusia dan Ukraina saat ini menuntut kedua pihak sering memanfaatkan teknologi dan Artificial Intelligence (AI) untuk menjalankan misinya. Terinspirasi dari fenomena tersebut, Guru Besar dari Departemen Matematika, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Subchan SSi MSc PhD melakukan penelitian terkait Navigation, Guidance, dan Control (NGC) pada sistem nirawak untuk meningkatkan performansi surveillance.

Melalui penelitian yang dijadikan orasi ilmiah pengukuhannya sebagai Profesor ke-162 ITS, Subchan mengatakan bahwa sistem nirawak yang ia kembangkan berpedoman secara kuat pada NGC. Ia menjelaskan bahwa navigasi merupakan proses penentuan lokasi, guidance berperan sebagai petunjuk lintasan yang harus dilewati, dan kontrol merupakan aktuator untuk mengatur lintasan kendaraan sesuai yang diinginkan.

“Tanpa NGC, pesawat maupun kendaraan darat nirawak tidak akan bisa berjalan dengan baik,” ucap alumnus doktoral Department of Aerospace Powers and Sensors, Cranfield University, Inggris.

BACA JUGA:  Cegah Korosi, Mahasiswa ITS Gagas Pemanfaatan Material Komposit

Lelaki kelahiran Jombang, 13 Mei 1971 ini menjelaskan bahwa sistem nirawak yang dikembangkannya memiliki tiga tahapan proses. Pertama adalah proses identifikasi kondisi lingkungan yang dilakukan oleh High-Level Unmanned Aerial Vehicle (UAV) dan Unmanned Ground Vehicle (UGV), di mana proses ini merupakan awal dalam mengidentifikasi bahaya di suatu wilayah.

“Tahap ini umumnya dilakukan untuk melihat kondisi lingkungan sementara,” jelas ayah 7 anak ini.

Tahap selanjutnya adalah konfirmasi keadaan yang dilakukan oleh Low-Level Micro UAV dan UGV. Pada tahap ini, Mikro UAV dan UGV akan menerima sinyal dari UAV utama yang mengarahkan untuk mengambil gambar dan mengkonfirmasi adanya bahaya pada wilayah yang telah dibuat. Setelah menerima gambar, tahap ketiga adalah tahap pengambilan keputusan, di mana Ground Control Station (GCS) akan mengkaji data yang diperoleh dari UAV maupun UGV sebagai landasan pengambilan keputusan.

BACA JUGA:  Awali Dies Natalis ke-65, ITS Lanjutkan Komitmen Berdampak bagi Masyarakat

Guru Besar Departemen Matematika tersebut menuturkan bahwa penelitian ini akan menunjang dan mempercepat proses pengawasan dan pengambilan keputusan pada suatu tahap surveillance. Tidak hanya konsep nirawak saja yang ia tekankan, namun penelitian ini sangat berpotensi untuk dimanfaatkan dalam bidang teknologi pertahanan negara.

Ilustrasi layar pada sistem kontrol yang menggunakan NGC Sistem Nirawak.

“Dengan sistem pengambilan rute yang kokoh dan deteksi bahaya secara otomatis, militer Indonesia akan lebih efisien dalam menjaga tanah air,” tutur suami dari Ama Imadatul Himmaty ini.

Selain efisiensi tinggi pada sistem nirawak, pengguna sistem tersebut akan memiliki informasi data yang akurat pada sistem kontrol. Menurut Subchan, sistem kontrol yang dibuatnya sudah terintegrasi dengan sensor yang ada di lapangan dengan tujuan untuk memudahkan analisis. Data yang ditangkap oleh UAV maupun UGV sudah divisualisasikan dengan baik melalui sistem ini, sehingga pengambilan keputusan taktis dapat muncul dengan cepat.

BACA JUGA:  Surabaya Segera Jalin Sister City dengan Prancis

Dengan lahirnya penelitian ini, Subchan berharap Indonesia akan lebih tanggap dalam menghadapi bahaya, baik dari darat, laut, dan udara. Tidak hanya ancaman militer, ia menambahkan bahwa penelitian ini bisa dikembangkan ke bidang lain seperti penanggulangan bencana alam, evakuasi bencana alam, dan bahaya-bahaya lainnya.

“Penelitian ini saya lakukan sebagai bentuk rasa cinta saya kepada tanah air dan keamanan rakyat Indonesia,” pungkasnya. (ST05)

Tags: Guru BesarITSNGC NirawakSistem Surveillance
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peresmian gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan Kediri di Kabupaten Pasuruan,

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Baru UPT RSBL Pasuruan dan Kediri

Kamis, 22 Januari 2026
Pengguntingan pita sebagai tanda meresmikan Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (Permata Jatim) di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Gubernur Khofifah Resmikan Permata Jatim di Bendomungal Pasuruan

Kamis, 22 Januari 2026
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono

Sekdaprov Adhy Buka Peluang Kerjasama dengan Womenpreneur HIPMI Jatim

Kamis, 22 Januari 2026
Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Peresmian gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan Kediri di Kabupaten Pasuruan,

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Baru UPT RSBL Pasuruan dan Kediri

Kamis, 22 Januari 2026
Pengguntingan pita sebagai tanda meresmikan Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (Permata Jatim) di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Gubernur Khofifah Resmikan Permata Jatim di Bendomungal Pasuruan

Kamis, 22 Januari 2026
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono

Sekdaprov Adhy Buka Peluang Kerjasama dengan Womenpreneur HIPMI Jatim

Kamis, 22 Januari 2026
Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In