• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 20 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Tak Masuk Smart City, AH Thony: Harus Menjadi Bahan untuk Mawas Diri

by Redaksi
Senin, 26 Juni 2023
Suasana talkshow tentang Surabaya Bukan Smart City yang diadakan Ngopibareng.id.

Suasana talkshow tentang Surabaya Bukan Smart City yang diadakan Ngopibareng.id.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melakukan berbagai upaya untuk menjadi smart city. Namun justru Kota Pahlawan tidak masuk smart city versi IMD Smart City Index (SCI).

Mengenai hal ini, Wakil Ketua DPRD Surabaya AH Thony menyatakan hal ini harus menjadi koreksi bagi instansi pemerintahan. Sebab, berbagai upaya yang sudah dilakukan dengan sistem digitalisasi ternyata tidak menjadikan Surabaya sebagai smart city.

“Berarti ada variabel peran serta masyarakat yang kurang dalam parameter smart city ini. Seharusnya smart city memberikan ruang kepada masyarakat agar lebih berdaya,” demikian disampaikan AH Tony, Senin (26/6). Pernyataan ini diungkapkannya dalam talkshow yang diadakan Ngopibareng.id.

Ia menerangkan instansi pemerintahan harus memberikan ruang yang lebih besar kepada masyarakat. Hal ini tujuannya agar masyarakat menjadi lebih berdaya atau memiliki peran penting dalam siklus berbagai hal. Misalnya, di bidang ekonomi, politik, dan sebagainya.

BACA JUGA:  Tim Gabungan di Temayang Bojonegoro Dampingi Pembongkaran Tugu Perguruan Silat di Desa Bakulan

AH Thony menyatakan salah satu indikator masyarakat dikatakan berdaya ketika mereka mampu mengambil peran besar dan mendapatkan manfaat. Setelah itu kemudian ada kewajiban dari mereka yang diminta oleh pemerintah.

“Dengan begitu, pemerintah mendapatkan impact kebijakan dan program yang telah dibuat,” terang dia.

Tidak masuknya Surabaya sebagai smart city, lanjut AH Thony, harus dijadikan evaluasi. “Harus menjadi bahan untuk kita mawas diri agar tahu apa yang salah dari kota ini,” tambahnya.

Sementara itu, pengamat tata kota dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Putu Rudy menyebutkan jika penilaian smart city versi IMD itu berdasarkan pengalaman warga. Bukan berdasarkan pemerintah sebagai pemberi layanan. Misalnya, layanan kependudukan bisa dilakukan secara online, tapi seberapa jauh warga sudah menggunakan ini.

“Warga tahu ada layanan kependudukan online. Tapi mereka tak menggunakan karena tak reliable atau warga tak affordable (mampu) menggunakan karena internetnya mahal. Itu sudah memberikan penilaian buruk bagi IMD,” ujar Putu.

BACA JUGA:  Kasus Dugaan Korupsinya Dihentikan, Pemkot Surabaya Didesak Beberkan Aset YKP

Tak heran jika kemudian di mal layanan publik di Surabaya, masyarakat atau warga masih berjubel untuk minta layanan administrasi. “Seharusnya Pemkot Surabaya harus mulai menyediakan zona-zona internet gratis untuk warganya untuk mengakses layanan administrasi itu,” lanjut Putu yang juga menjadi pembicara talkshow.

Sedangkan pembicara yang lain, Ketua Umum Masyarakat Kebijakan Publik Indonesia, Riant Nugroho menyebut kebijakan publik yang baik adalah bukan bagaimana menghebatkan pemerintah, tapi bagaimana warganya menjadi hebat.

“Kalau orientasinya menghebatkan pemerintah, maka itu seperti pemerintah feodal,” katanya.

Salah satu manifestasi “menghebatkan” pemerintah bisa dilihat dari pemerintah daerah yang berlomba untuk mendongkrak Pendapatan Asli daerah (PAD). “Sebesar-besarnya mencari pendapatan untuk pemerintah. Padahal di Jepang pemerintah daerah sedang berlomba-lomba menurunkan pajak untuk menarik investasi,” terangnya.

BACA JUGA:  Wali Kota Eri Ajak DPRD Surabaya Perkuat Kolaborasi Dongkrak PAD dari Pajak

Salah satu contoh adalah di Surabaya ada Perwali Nomor 80 Tahun 2016 tentang Pemanfaatan Barang Milik Daerah. Dalam perwali ini mewajibkan para operator untuk membayar sewa kalau menanam dalam tanah kabel fiber optik. Hal ini akan memberatkan pengusaha jasa telekomunikasi di Surabaya untuk menyediakan internet gratis di tempat-tempat publik, seperti sekolah, rumah sakit atau halte-halte.

Di sisi lain, Fajar Aditya Ikhsan, Wakil Ketua Masyarakat Telematika (Mastel) juga menyebut Perwali Nomor 80 Tahun 2016, ada kerancuan antara sewa dan retribusi. Menurutnya kalau sewa maka akan muncul hak dan kewajiban dalamnya. Kalau menurut hukum perdata, barang yang sudah disewakan maka tak bisa disewakan kembali kepada pihak lain.

“Misalnya ada operator A yang sudah menyewa di satu jalan, menjadi pertanyaan mengapa ada operator B yang menyewa juga di jalan yang sama,” ujarnya. (ST01)

Tags: AH ThonyDPRD SurabayaMawas DiriSmart City
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Berita Terkini

(dari kiri) Prof Dr rerpol Heri Kuswanto SSi MSi, Prof Adi Setyo Purnomo SSi MSc PhD, DRPM ITS Fadlilatul Taufany ST PhD, Dr Sri Fatmawati SSi MSc PhD, Dr rernat Ir Ruri Agung Wahyuono.

ITS Jadi Salah Satu Penerima Terbanyak Hitachi Innovation Awards

Senin, 19 Januari 2026

Targetkan 5.250 UMKM di 2026, Dinkopumdag Surabaya Fokus Tingkatkan Omzet dan Kualitas Produk

Senin, 19 Januari 2026

Perkuat Peran Perguruan Tinggi, ITS Ikuti Taklimat Presiden RI

Senin, 19 Januari 2026

Realisasi Investasi Jatim Tembus Rp 147,7 Triliun Sepanjang Tahun 2025

Senin, 19 Januari 2026

Khofifah Hadiri Rakernas IKA UNAIR 2025–2030

Minggu, 18 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In