• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Di Bumi Wali,  Khofifah Tarawih di Masjid Agung Tuban dan Ziarah ke Makam Sunan Bonang

by Redaksi
Sabtu, 1 April 2023
Usai salat tarawih di Masjid Agung Tuban, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  berziarah ke makam Sunan Bonang.

Usai salat tarawih di Masjid Agung Tuban, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa  berziarah ke makam Sunan Bonang.

SURABAYATODAY.ID, TUBAN – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali melakukan Safari Ramadan. kali ini di Bumi Wali, Kabupaten Tuban, Kamis (30/3).

Dalam safari  ramadhan tersebut, Gubernur Khofifah melanjutkan jelajah masjid legendaris dengan mengikuti salat tarawih di Masjid Agung Tuban. Setelah itu dilanjutkan  berziarah ke makam Sunan Bonang.

Di bulan Ramadan, komplek makam Sunan Bonang yang berlokasi tak jauh dari Alun-Alun dan Masjid Agung Tuban tak pernah sepi peziarah. Termasuk para jamaah salat tarawih yang selalu memenuhi Masjid Agung Tuban.

Menurut Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, ramainya peziarah yang berdatangan tak lepas dari kuatnya catatan sejarah dan kebesaran nama Raden Makhdum Ibrahim atau Sunan Bonang.

Sebagai salah satu ulama  Wali Songo, Sunan Bonang adalah sosok penebar syiar Islam di Jawa pada abad ke-14 Masehi. Lahir pada 1465 M di Surabaya, pendidikan Islam diperolehnya pertama kali dari sang ayah yakni Sunan Ampel di pesantren Ampeldenta.

BACA JUGA:  1,2 Juta Dosis Vaksin Inavac Siap Disuntikkan

Sejak kecil, Sunan Ampel sudah mempersiapkan putranya itu sebagai penerus untuk mensyiarkan ajaran Islam di nusantara.

Sunan Bonang juga dikenal sebagai seniman yang berdakwah dengan menggunakan sejumlah perangkat seni, termasuk gamelan, juga karya sastra. Konon, Raden Makhdum Ibrahim adalah penemu salah satu jenis gamelan dengan tonjolan di bagian tengahnya atau yang kerap disebut bonang. Dari situlah julukan Sunan Bonang disematkan kepada Raden Makdum Ibrahim.

Sunan Bonang berdakwah dengan menggunakan musik yang dialunkan lewat gamelan buatannya. Hal ini bukan tanpa alasan. Beliau memilih untuk berdakwah dengan musik supaya mudah diterima oleh masyarakat Jawa pada masa itu tanpa adanya paksaan.

Dari penggalan sejarah tersebut, Gubernur Khofifah mengakui bijaknya praktik dakwah kultural yang dilakukan Sunan Bonang. “Berdakwah tanpa paksaan ini sangat bijak. Kreativitas dalam mengemas ajaran dakwah Islam dalam sebuah kesenian tradisional yang indah dan dekat dengan masyarakat patut kita jadikan teladan,” katanya.

BACA JUGA:  Pertumbuhan Ekonomi Jatim Melesat 5 Persen Ungguli Nasional, TPT Turun Jadi 3,61 Persen

Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyebutkan bahwa Sunan Bonang adalah simbol harmonisasi antar umat beragama. Hal tersebut tampak dari adanya sejumlah tempat ibadah di sekitar alun-alun Tuban yang hingga kini masih berdiri tegak dan digunakan untuk beribadah. Bangunan masjid, klenteng, pura dan gereja yang membentuk seperti kompleks tersebut telah dibangun sejak jaman Sunan Bonang.

“Ajaran beliau dalam merajut kerukunan dan perdamaian antar umat beragama ini masih relevan hingga sekarang. Ini yang harus kita teladani dan terapkan dalam kehidupan sekarang. Meski berbeda-beda, tapi tetap satu,” jelasnya

Tak hanya itu, bukti toleransi dan keberagaman di Tuban juga tampak dalam Prasasti Kalpataru yang merupakan rangkuman dari buah pemikiran Sang Wali. Pada prasasti setinggi 180 cm tersebut terukir empat tempat ibadah untuk agama berbeda-beda yakni masjid mewakili agama Islam, candi mewakili agama Hindu, klenteng mewakili Tridharma (Budha, Tao dan Konghucu) serta wihara mewakili agama Budha. Satu lagi, terdapat arca megalitik atau kebudayaan mewakili pemujaan leluhur.

BACA JUGA:  Pasar Kapasan Menuju Pusat Grosir Konveksi Digital

“Melalui prasasti itulah kita bisa memaknai sebagai adanya ajaran dan kepercayaan yang berbeda-beda tidak membuat antar umat beragama terpecah-belah. Melalui sikap toleransi dalam perbedaan agama itulah kenapa Islam dapat menyebar secara luas,” ungkapnya.

Bangunan makam Sunan Bonang pun cukup unik. Karena para untuk masuk cungkup, peziarah harus menundukan badan. Bangunan cungkup yang sengaja dibuat rendah yang melambangkan penghormatan sebagai salah satu ulama kesohor di zamannya dan setelahnya.  Sementara wujud gapura paduraksa yang membagi halaman cungkup makam menjadi tiga bagian, yang melambangkan kesopanan dalam bertamu dengan mengucapkan salam maksimal tiga kali. (ST02)

Tags: Bumi Wali TubanGubernur KhofifahMasjid Agung TubanSunan BonangTarawih
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In