• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 5 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Hadiri Muktamar Internasional Fikih Peradaban, Wapres Ma’ruf Amin: Manusia Jangan Saling Bermusuhan, juga Membuat Kegaduhan

by Redaksi
Senin, 6 Februari 2023
Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

Wakil Presiden RI KH Ma'ruf Amin bersama Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Muktamar Internasional Fikih Peradaban 1 digelar di Hotel Shangri-La Surabaya, Senin (6/2). Dalam pidatonya yang berjudul Kontekstualisasi  Pandangan Keagamaan Terhadap Realitas Peradaban di Era Modern, Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin menyampaikan bahwa topik tersebut menarik karena sangat berhubungan erat dengan karakter fikih yang fleksibel dan dinamis mengikuti dinamika dan perkembangan zaman.

“Namun hal tersebut tidak bisa dilakukan perubahan pada rumusan yang tetap dan tidak berubah (tsawabit) melainkan pada rumusan yang memungkinkan untuk berubah (mutaghayyirat),” katanya

Lebih lanjut, dalam membangun peradaban, menurut Maruf Amin penting untuk menyadari bahwa kehadiran manusia di muka bumi adalah wakil Allah yang bertanggung jawab untuk memakmurkan bumi.

BACA JUGA:  Ada Air Mancur Menari, Pemkot Surabaya Uji Coba Jembatan Suroboyo Khusus Bagi Pejalan Kaki

“Kemudian kita semua memegang tanggung jawab untuk saling menguatkan sesama manusia jangan saling bermusuhan, juga membuat kegaduhan,” ucapnya.

Dengan perkembangan dunia yang semakin masif dan progresif, Ia mengajak para ulama untuk menjawab pandangan pada dinamika yang baru ini. “Karena bisa jadi fikih yang sudah ada di peradaban sebelumnya sudah tidak cocok dengan peradaban saat ini. Sehingga diperlukan konstruksi fikih baru yang lebih sesuai,” kata Maruf.

Sejak awal Islam memberikan pedoman tentang hubungan antar kelompok dan bangsa yang penuh perdamaian dan keharmonisan. Hal tersebut dibentuk secara nyata dengan perjanjian-perjanjian yang penuh kedamaian dibawah koordinasi PBB atau Persatuan Bangsa-Bangsa.

BACA JUGA:  Wapres Ma'ruf Amin Inginkan Pengembangan Ekonomi Biru Libatkan  Pelaku Usaha dan Akademisi

Hanya saja perjanjian perdamaian internasional tersebut tidak sedikit yang dilanggar. Seperi perang Rusia Ukraina yang terjadi baru baru ini. “Karenanya penting PBB untuk memperkuat diri dengan memberikan kesetaraan hak antar anggota. Perlu pula diperbanyak forum-forum internasional yang memberikan pengaruh kuat terhadap PBB,” katanya.

Untuk merespon seluruh hal-hal baru dalam peradaban ini, para ulama pun sudah merumuskan metodologi ijtihad untuk memahami teks-teks Al Quran dan Hadits termasuk ketika muncul permasalahan baru dan terbarukan yang sebelumnya belum ada teksnya pada al quran.

Dengan 4 karakter berpikir NU yakni Fikrah Tawassutiyah, Fikrah Islahiyah, Fikrah Tathawwuriyaj dan Fikrah Manhajiyah, Khofifah juga optimis bahwa NU dapat merespons persoalan-persoalan baru dan terbarukan atau menelaah ulamg hukum-hukumnya.

BACA JUGA:  Beri Motivasi 2.764 Peserta KKN-BBM Unair, Eri Cahyadi: Pendidikan adalah Pengabdian untuk Masyarakat

“Termasuk merespons berbagai masalah yang muncul dalam peradaban dunia pada saat ini. NU juga dapat melakukan inovasi-inovasi baru untuk memperkuat peradaban Islam yang ada,” ucapnya.

“NU juga harus mengambil peran dalam penguatan toleransi dan persatuan umat bangsa yang dirumuskan dalam 3 pilar. Ukhuwwah Islamiyyah, Wathaniyah, dan Insaniyah. Kedepan ulama, tokoh islam, dan negara muslim dunia harus menjadi bagian dalam perumusan tatanan global dengan terwujudnya dunia yang adil dan damai sekaligus menyelesaikan masalah global,” pungkasnya. (ST02)

Tags: Muktamar Internasional Fikih PeradabanSatu Abad NUWapres Ma'ruf Amin
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Tim Nawasena ITS Kembali Raih Juara Dunia Desain Feri

Kamis, 5 Maret 2026

Khofifah Lantik PW IKA Unair DKI Jakarta 2025-2030, Pesankan Pentingnya Penguatan Jejaring, Sinergi dan Kolaborasi Serta Tingkatkan Kesalehan Sosial

Kamis, 5 Maret 2026

Sekdaprov Adhy Karyono Dampingi Deputi KemenPAN-RB Tinjau Layanan Publik di Jatim, Perkuat Inovasi dan Kualitas Pelayanan

Kamis, 5 Maret 2026

Sekdaprov Jatim Buka Puasa Bersama Konjen Australia, Perkuat Kerja Sama Strategis dan Silaturahmi Antarbangsa

Kamis, 5 Maret 2026

Berita Terkini

Pemkot Surabaya-Kejati Jatim: Teken PKS Optimalisasi Pemulihan Aset

Kamis, 5 Maret 2026

Tim Nawasena ITS Kembali Raih Juara Dunia Desain Feri

Kamis, 5 Maret 2026

Khofifah Lantik PW IKA Unair DKI Jakarta 2025-2030, Pesankan Pentingnya Penguatan Jejaring, Sinergi dan Kolaborasi Serta Tingkatkan Kesalehan Sosial

Kamis, 5 Maret 2026

Sekdaprov Adhy Karyono Dampingi Deputi KemenPAN-RB Tinjau Layanan Publik di Jatim, Perkuat Inovasi dan Kualitas Pelayanan

Kamis, 5 Maret 2026

Sekdaprov Jatim Buka Puasa Bersama Konjen Australia, Perkuat Kerja Sama Strategis dan Silaturahmi Antarbangsa

Kamis, 5 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In