• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wagub Emil Bahas Isu Faktual Gender di Indonesia

by Redaksi
Senin, 21 November 2022
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –  Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak proaktif membahas kesetaraan gender, disabilitas dan inklusi sosial (Gedsi) yang terjadi di masyarakat. Kali ini, dirinya mendiskusikan perihal pernikahan dini, kekerasan terhadap perempuan, perspektif gender dalam pembangunan, serta penguatan peran perempuan.

“Isu kesetaraan gender ini merupakan isu menarik yang masih diperdebatkan di banyak negara. Bahkan, diskusi tentang perbedaan equality dan equity juga masih berlangsung,” ucapnya saat menghadiri Seminar Nasional FSPLGY di Auditorium Rektorat Lantai 6, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya, Sabtu (19/11).

Di Indonesia sendiri, jelas Emil, amanat kesetaraan gender tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2005-2025. Yang mana, target kesetaraan gender ada pada Rencana Pembangunan Jangka  Menengah 4 tahun 2020-2024.

Hanya saja, lanjut Emil, masih terdapat bias antara perempuan dan laki-laki. Hal tersebut, menurutnya, sebagian besar berakar dari kultur yang menganggap kerja keras perempuan adalah suatu hal yang wajar dan tidak patut diapresiasi.

BACA JUGA:  Gelar Halal Bihalal, Pj Bupati Bojonegoro Sampaikan Hal Ini

“Dulu saat saya ngerjakan disertasi doktoral, saya datang ke suatu daerah penyuplai sapi perah dan sapi potong. Ternyata, yang memikul rumput, membawa dagangan ke pasar, dan mengurus ternak justru ibu-ibu. Hanya saja status mereka hanya membantu perekonomian keluarga. Wanita ini sering taken for granted,” pungkasnya.

Salah satu permasalahan terbesar yang dihadapi, sebut Emil, adalah maraknya perkawinan dini. Terlebih, masyarakat sering menganggap bahwa probabilitas menikah seorang perempuan akan menurun seiring bertambahnya umur dan level edukasi.

“Seberapa sering kota mendengar orang tua yang bilang ke anak perempuannya yang ingin S2, ” Gak nikah dulu, Nak?” Tapi apa sering kita dengar hal yang sama dikatakan ke anak laki-laki? Saya pikir tidak. Padahal, kalau menikah saat kedua mempelai belum matang, yang paling rugi adalah pihak perempuan,” imbuh Emil.

BACA JUGA:  Emil Terima Kunjungan Staf Anggota Kongres Amerika Serikat

Masalah lainnya yang sering ditemukan, lanjut mantan Bupati Trenggalek tersebut, adalah tingginya kekerasan terhadap perempuan. Ini dibuktikan dengan survey pengalaman hidup perempuan nasional 2016 yang mengungkap bahwa satu dari tiga perempuan usia 15-64 tahun pernah mengalami kekerasan fisik atau kekerasan seksual sepanjang hidupnya.

“Dan ini seringkali diperparah dengan asumsi di masyarakat kalau menjadi janda itu jauh lebih berat daripada tetap berada di hubungan yang oppressive Makanya perempuan kita lebih cenderung bertahan daripada melawan,” tuturnya.

Demi menyelesaikan dan meminimalisir isu-isu gender tersebut, Emil mengatakan bahwa Pemerintah Provinsi Jatim sudah berusaha mengamalkan amanat kesetaraan gender. Seperti memberlakukan Perda Nomor 9 Tahun 2019 Tentang Pengarusutamaan Gender (PUG) dan program Jatim Puspa.

“Dalam pembangunan, perspektif gender ini menjadi penting untuk mewujudkan keadilan sosial. Maka kita butuh kebijakan yang tidak bias dan kesadaran akan kesetaraan gender. Di lingkungan Pemprov, ini terlihat dari _equal pay_ yang tidak memandang gender,” terangnya.

BACA JUGA:  RPH Surabaya Tawarkan Jasa Potong, Kemas dan Kirim Hewan Kurban

Tak hanya itu, kesetaraan gender juga ada dalam usaha menuju Sustainable Development Goals (SGDs) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan. Di mana, dibutuhkan 12 penguatan peran perempuan untuk mencapainya.

Penguatan itu antara lain mengakhiri diskriminasi, menghilangkan kekerasan dan pernikahan usia dini, penghargaan kerja domestik, kebijakan perlindungan sosial, kepemimpinan politik, akses universal bagi kesehatan, hak reproduksi, hak akan sumber daya ekonomi, akses pada sumber daya alam, pemberdayaan teknologi komunikasi dan informasi, serta penerapan hukum.

“Bottom line dari ini adalah kalau membicarakan kesetaraan gender, jangan hanya sekedar teoritis tapi faktual. Don’t talk about others, talk about yourself. Hal-hal seperti itu harus dibahas, agar bisa menciptakan ekosistem yang suportif,” tutup Emil. (ST02)

Tags: Kesetaraan GenderPernikahan DiniWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Sosialisasi pembatasan gawai di SMP Negeri 44 Surabaya.

Dispendik Surabaya Gencarkan Sosialisasi Pembatasan Gawai

Rabu, 21 Januari 2026

Bagus Panuntun Diangkat Sebagai Plt Wali Kota Madiun

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In