• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 22 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Ternyata, Sekam Padi Bisa untuk Kendalikan Pencemaran Sungai

by Redaksi
Senin, 7 November 2022
Pengambilan sampel  pada aliran sungai untuk mengetahui seberapa jauh logam kromium (VI) mencemari aliran sungai Kalimas.

Pengambilan sampel pada aliran sungai untuk mengetahui seberapa jauh logam kromium (VI) mencemari aliran sungai Kalimas.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Penurunan kualitas air sungai yang tercemar oleh logam kromium (VI) dapat membahayakan lingkungan sekitar. Hal ini melatarbelakangi sekelompok mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) untuk menggagas ide pemanfaatan sekam padi sebagai upaya pengendalian pencemaran air di sungai Kalimas.

Muhammad Habib Tanwirul Ulum selaku ketua tim menyatakan bahwa sungai Kalimas memiliki kandungan kromium (VI) yang melebihi batas ambang maksimum. Padahal menurut mahasiswa yang biasa disapa Habib ini, kadar maksimum kandungan kromium (VI) di dalam air yang diperbolehkan sesuai aturan pemerintah adalah 0,05 miligram per liter.

“Logam kromium (VI) sangat berbahaya apabila masuk ke tubuh karena dapat menyebabkan kanker,” tutur pemuda kelahiran 21 Agustus 2004 ini.

Hal itulah yang akhirnya mendorong Habib dan tim melakukan penelitian terkait penjernihan air sungai Kalimas. Sungai Kalimas ini pun dipilih karena merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat sekitar sekaligus termasuk salah satu ikon Kota Surabaya.

BACA JUGA:  ITS Masuk Nominasi THE DataPoints Social Impact Award

Setelah melakukan studi literatur terhadap penelitian terdahulu, tim ITS tersebut memutuskan menggunakan sekam padi yang dikeringkan lalu dicampur dengan asam klorida dan natrium hidroksida untuk menjernihkan air.

Mahasiswa Departemen Teknik Kimia ini menuturkan bahwa sekam padi dipilih karena memiliki kandungan selulosa yang tinggi, yakni sebesar 35 persen. Kandungan ini, menurutnya, diperlukan untuk mengadsorpsi kromium (VI) agar tidak beracun. “Untuk dapat mengikat logam kromium (VI), sekam padi harus diaktivasi dulu,” paparnya.

Ia menjelaskan, proses aktivasi bertujuan untuk menghilangkan senyawa lignin pada sekam padi yang menghambat proses absorpsi. Sebab, imbuh Habib, senyawa lignin memiliki struktur yang berukuran besar sehingga dapat menutupi selulosa dan mengganggu proses reaksi.

BACA JUGA:  Dorong Efisiensi Industri, Doktor ITS Hadirkan Kerangka Risiko Baru

Menurut Habib, penelitian terdahulu dengan menggunakan sekam padi yang diarangkan dirasa kurang efektif. Pasalnya, kandungan selulosa pada sekam padi dapat ikut hilang karena adanya proses pembakaran. Karena itu, Habib dan tim menggunakan cara lain untuk mengaktivasi kandungan selulosa tanpa mengubah komposisinya.

Bersama empat anggota tim lain yaitu Andhika Fathurrohman, Anugerah Pratama Manurung, Brilliana Ayu Putri Herlisya, dan Pasca Purwaning Dyah Ayu, tim ini meneliti beberapa titik aliran sungai Kalimas. Sampel yang diambil pada aliran sungai di daerah Ngagel, Keputran, Ketabang, dan Bubutan ini bertujuan untuk mengetahui seberapa jauh logam kromium (VI) mencemari aliran sungai Kalimas.

BACA JUGA:  Forum Geopark Digadang Menjadi Inkubator Geopark Jatim Berkelas Dunia

Lebih lanjut, alumnus MAN 2 Lamongan ini mengatakan bahwa penelitiannya masih belum bisa diimplementasikan dalam skala besar. Namun, ia berharap agar hal ini dapat terus dikembangkan.

“Masyarakat tidak perlu menggunakan bahan kimia untuk mengangkat kandungan kromium (VI) dalam air karena terdapat sekam padi yang alami dan mudah didapatkan,” ungkapnya.

Inovasi yang dilakukan oleh Habib dan tim ini telah berhasil meraih penghargaan karya terbaik dalam ajang Energy Competition yang diadakan oleh Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Jawa Timur pada awal Oktober lalu.

“Sebagai mahasiswa, kami ingin memberikan kontribusi terhadap lingkungan dengan melakukan inovasi yang bermanfaat bagi banyak orang,” tandasnya. (ST05)

Tags: ITSPencemaran SungaiSekam Padi
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Foto dokumentasi festival rujak uleg

Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Rabu, 22 April 2026

Berita Terkini

Peluncuran medical tourism menjadi bagian dari rangkaian Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 digelar di Halaman Balai Kota Surabaya.

Tak Perlu ke Luar Negeri, Program Medical Tourism Surabaya Siap Layani Pasien Domestik hingga Internasional

Rabu, 22 April 2026

TKD dan DBHCHT Turun, Pemkot Surabaya Kaji Skema KPBU-AP

Rabu, 22 April 2026
Wamendikdasmen) RI, Atip Latipulhayat, dalam rangka monitoring dan evaluasi (monev) tes Kompetensi Akademik di Surabaya di SD Insan Permata Hati (IPH) dan SDN Ketintang 1 Surabaya.

Wamendikdasmen Tinjau TKA Jenjang SD di Surabaya, Pemkot Pastikan Pelaksanaan Berjalan Optimal

Rabu, 22 April 2026
Foto dokumentasi festival rujak uleg

Surabaya Sulap HJKS ke-733 Jadi Magnet Wisata, Festival Rujak Uleg Rasa “Piala Dunia” hingga Light Parade Meriah

Rabu, 22 April 2026

Wali Kota Eri Cahyadi Harap Dewan Kebudayaan Segera Jalankan Amanat UU Pemajuan Kebudayaan

Selasa, 21 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In