SURABAYATODAY.ID, JAKARTA – Wakil Presiden RI KH Ma’ruf Amin memimpin rapat kerja penurunan stunting bagi 12 provinsi prioritas bersama di Istana Wakil Presiden Jakarta Pusat. Turut hadir pula Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhadjir Effendy, perwakilan kementerian terkait, serta gubernur/wakil gubernur 12 provinsi prioritas.
Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin menyatakan bahwa pemerintah pusat akan menindaklanjuti intervensi spesifik yang bisa diterapkan sedini mungkin. Seperti pemberian suplemen zat besi yang rutin kepada kalangan remaja putri.
“Khusus yang spesifik, Presiden meminta segera dijalankan oleh 12 provinsi prioritas. Seperti pemberian suplemen kepada remaja putri, harapannya nanti saat hamil tidak kekurangan zat besi,” terangnya.
Intervensi yang selanjutnya bisa dilakukan adalah pemberian edukasi kepada ibu pasca melahirkan. Seperti ASI, makanan tambahan hingga pemilihan susu formula.
Khusus di Jawa Timur, berdasarkan data yang dirilis oleh Survei Status Gizi Balita Indonesia (SSGBI), target dan capaian prevalensi stunting dari tahun 2019 hingga 2021 terus mengalami penurunan. Walaupun belum sampai menyentuh target tahunan, namun tercatat menurun dari 26,86 persen pada 2019 menjadi 25,64 persen pada 2020. Kemudian menjadi 23,5 persen pada tahun 2021.
Tentang hal itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menuturkan bahwa perlu adanya update data stunting yang riil dan sesuai dengan yang ada di masyarakat. Data stunting, diharapkan bukan lagi hanya mengandalkan survei statistik, tetapi benar-benar sesuai dengan alamat dan nama dari subjek-subjek yang akan intervensi.
“Mulai dari remaja putri, yang harus kita pastikan jangan sampai anemia. Ibu hamil hingga anak anak balita usia dua hingga lima tahun,” tuturnya.
Sementara, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) RI dr.Hasto Wardoyo, Sp.OG (K), membeberkan bahwa terdapat 5,2 juta balita stunting di seluruh Indonesia. Sedangkan 3,6 juta balita stunting, tersebar di 12 provinsi prioritas.
Ia berharap bisa lebih mendorong peran pemerintah daerah untuk bersama-sama menurunkan angka stunting di Indonesia. (ST02)





