• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 22 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Ali Fauzi Ajak Maba Lawan Radikalisme

by Redaksi
Rabu, 3 Agustus 2022
Ali Fauzi Manzi MPdI memaparkan materi tentang bahaya radikalisme di hadapan para mahasiswa baru ITS di Graha Sepuluh Nopember ITS.

Ali Fauzi Manzi MPdI memaparkan materi tentang bahaya radikalisme di hadapan para mahasiswa baru ITS di Graha Sepuluh Nopember ITS.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Kuatnya pengaruh radikalisme pada generasi muda memberikan potensi yang sangat berbahaya. Terkait hal tersebut, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menghadirkan Ali Fauzi Manzi MPdI, seorang yang pernah terlibat dalam peristiwa bom Bali tahun 2002 silam, untuk memberikan materi tentang deradikalisme di hadapan para mahasiswa baru (maba) ITS pada gelaran Pelatihan Spiritual dan Kebangsaan (PSB) hari kedua, Selasa (2/8), di Graha Sepuluh Nopember ITS.

Melalui materi utama tentang Moderasi Beragama, lelaki yang kini aktif sebagai seorang ustaz ini berbagi pengalaman hidupnya agar tidak diikuti oleh para generasi muda saat ini. Ia mengaku bahwa dulunya dikenal sebagai ahli perakit bom di Barbara organisasi radikal yang diikutinya.

“Saya pernah satu kelompok dengan Abu Bakar Ba’asyir di Malaysia,” ungkap pendiri Yayasan Lingkar Perdamaian ini.

Ali yang sudah terasimilasi ini menyebutkan, pada tahun 2015 – 2022 lebih dari 3.000 orang terduga teroris telah ditangkap. Jumlah ini bahkan melebihi jumlah penangkapan pada periode 2002 – 2014 lalu.

BACA JUGA:  ITS Rancang Dandang Lontong Berteknologi, Sekali Produksi Bisa Sampai 600 Lontong, Matang Juga Lebih Cepat

Ia membeberkan hasil riset Marc Sageman yang menunjukkan faktor terbesar orang untuk bergabung dengan jaringan radikalisme dikarenakan faktor friendship dan kinship (pertemanan dan kekeluargaan).

“Saya dulu bersama saudara saya dalam menjalankan pengalaman menyedihkan ini,” tutur Ali yang juga merupakan adik kandung Amrozi, pelaku bom Bali yang telah dihukum mati.

Ali menjelaskan, radikalisasi bukanlah sebuah produk dari keputusan yang singkat, tetapi hasil dari sebuah proses panjang. Menurut pengalamannya, proses ini terjadi dengan perlahan-lahan mendorong seseorang untuk berkomitmen pada aksi kekerasan atas nama Tuhan. Namun alasan yang membuat anggotanya tetap tinggal yakni, adanya dukungan sesama anggota.

Lebih dalam, Ali mengungkapkan bahwa pada dasarnya komunitas teroris itu menyediakan dua support kepada para anggotanya. Pertama adalah support moral, hal ini dapat terbentuk melalui pemberian pemahaman radikal kepada para anggotanya dengan pengajian, idad, rihlah, mukhoyamah, dan sebagainya. Kedua adalah support material seperti halnya bantuan pendidikan, lapangan kerja, bantuan kesehatan, dan lain-lain.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Minta Perawat Juga Harus Update Teknologi

Hadirnya kedua support itu yang mengikat para anggotanya, sehingga nyaman dan sulit untuk keluar. Namun, jika keluar mereka tidak punya teman, dikucilkan, dimusuhi bahkan diancam pembunuhan. Oleh karenanya, sangat penting membentuk sebuah komunitas baru yang memberikan support serupa tetapi bersifat positif.

“Seperti cinta negara, cinta polisi/TNI, cinta perdamaian, toleransi, menjunjung Islam yang ramah bukan marah,” contoh Ali.

Lebih lanjut, Ali mengibaratkan terorisme itu seperti penyakit komplikasi. Oleh karena itu, cara penanganannya juga tidak bisa dilakukan dengan metode tunggal. Harus banyak aspek, perspektif dan metodologi. Perlu adanya dokter spesialis dan juga kampanye pencegahan dari orang yang pernah sembuh dari penyakitnya, seperti dirinya saat ini.

BACA JUGA:  Jejak Sejarah; Masjid Agung Tuban Didirikan Adipati Raden Ario Tedjo

“Sekarang saya sudah sembuh setelah mengalami penyakitnya bertahun-tahun, di sini saya bantu mencegahnya,” ujar Ali.

Penyebaran paham radikalisme dapat melalui berbagai media. Salah satunya adalah perguruan tinggi, di mana mahasiswanya berasal dari latar belakang yang berbeda-beda. Karena itu, Ali senang dengan adanya acara PSB ini.

Menurut Ali, langkah yang diambil oleh ITS sudah tepat sekali dalam mencegah bibit radikalisme terutama pada generasi muda. “Kalian juga harus berhati-hati dalam memilih teman, jangan sampai terpengaruh paham radikalisme,” tandasnya mengingatkan.

Pada akhir pemaparannya, Ali memberikan kata-kata motivasi bagi para mahasiswa baru ini. “Tidak ada orang baik yang tidak mempunyai masa lalu. Begitu pula, tidak ada orang jahat yang tidak mempunyai masa depan. Setiap orang berhak untuk berubah menjadi lebih baik,” tutur dosen Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah Lamongan ini mengakhiri materinya. (ST05)

Tags: Ali FauziBom BaliMahasiswa BaruRadikalisme
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peresmian gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan Kediri di Kabupaten Pasuruan,

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Baru UPT RSBL Pasuruan dan Kediri

Kamis, 22 Januari 2026
Pengguntingan pita sebagai tanda meresmikan Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (Permata Jatim) di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Gubernur Khofifah Resmikan Permata Jatim di Bendomungal Pasuruan

Kamis, 22 Januari 2026
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono

Sekdaprov Adhy Buka Peluang Kerjasama dengan Womenpreneur HIPMI Jatim

Kamis, 22 Januari 2026
Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Peresmian gedung baru Unit Pelaksana Teknis Rehabilitasi Sosial Bina Laras (UPT RSBL) Pasuruan dan Kediri di Kabupaten Pasuruan,

Gubernur Khofifah Resmikan Gedung Baru UPT RSBL Pasuruan dan Kediri

Kamis, 22 Januari 2026
Pengguntingan pita sebagai tanda meresmikan Program Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Terpadu dan Terintegrasi (Permata Jatim) di Kelurahan Bendomungal, Kecamatan Bangil, Kabupaten Pasuruan.

Gubernur Khofifah Resmikan Permata Jatim di Bendomungal Pasuruan

Kamis, 22 Januari 2026
Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono

Sekdaprov Adhy Buka Peluang Kerjasama dengan Womenpreneur HIPMI Jatim

Kamis, 22 Januari 2026
Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In