• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Eri Cahyadi Blusukan di Bawah Tanah  Nyemplung ke Gorong-Gorong

by Redaksi
Senin, 18 Juli 2022
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi nyemplung ke gorong-gorong di Jalan Simpang Dukuh untuk melihat kondisi di dalam saluran air.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi nyemplung ke gorong-gorong di Jalan Simpang Dukuh untuk melihat kondisi di dalam saluran air.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan pengecekan sejumlah lokasi pekerjaan konektivitas saluran atau box culvert,  Senin (18/7). Sejumlah saluran itu berada di Jalan Embong Kenongo, Simpang Pojok, Simpang Dukuh, dan Praban.

Didampingi Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM), serta sejumlah pejabat di lingkungan Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, Eri meninjau pekerjaan konektivitas saluran tersebut. Bahkan, ia blusukan di bawah tanah dengan nyemplung ke gorong-gorong di Jalan Simpang Dukuh untuk melihat kondisi di dalam saluran.

Eri mengatakan sejumlah pekerjaan saluran yang tengah dikerjakan bertujuan mengatasi genangan di pusat kota. Mulai dari kawasan Jalan Panglima Sudirman, Basuki Rachmat hingga Gubernur Suryo Surabaya.

“Kontrak kinerja DSDABM itu mengurangi genangan di Surabaya. Jadi bukan hanya mengerjakan box culvert atau pedestrian saja, tapi bagaimana terkoneksi satu dengan yang lainnya,” katanya.

Menurut dia, genangan yang terjadi di kawasan Jalan Panglima Sudirman, disebabkan drainase di lokasi tersebut tidak mampu menampung volume air saat hujan deras. Sehingga air di kawasan itu mengalir hanya menuju ke oompa Grahadi. Sementara riol yang ada di pedestrian Jalan Kayoon, tidak pernah terbebani aliran air dari Jalan Panglima Sudirman.

BACA JUGA:  Partisipasi Pemilih di Surabaya Ditarget Minimal 85 Persen

“Dulu waktu sebelum dibangun pedestrian, itu airnya rata. Ketika dibuat pedestrian besar, akhirnya tampungannya besar, tidak dimasukkan ke sini (Riol Kayoon),” ujarnya.

Lebih parahnya lagi, kata dia, ternyata dari saluran utama yang berukuran 2 meter tadi mengalir menuju ke drainase kecil di kawasan Jalan Embong Kenongo yang berukuran 60 centimeter. Sehingga hal tersebut menjadi salah satu penyebab terjadinya genangan di kawasan pusat kota.

“Karena itu untuk mengatasi wilayah yang ada di Panglima Sudirman, kita akan buat 2 meter dari Kayoon riolnya sampai dengan Panglima Sudirman. Terus dari PWI (Jalan Taman Apsari) kita larikan ke Jalan Simpang Dukuh tadi, beban itu dimasukkan langsung ke arah rumah pompa Kenari,” jelasnya.

BACA JUGA:  Risma Keluarkan Dua Surat Edaran: Jangan ke Luar Kota dan Hindari Potensi Bencana

Dengan demikian, jika hujan deras maka saluran air di kawasan Jalan Taman Apsari tidak terlalu terbebani. Sebab, aliran air yang berada di kawasan Taman Apsari ke depan akan terbagi menuju ke rumah pompa Kenari dan pompa Grahadi.

“Tapi setelah saya masuk di dalamnya (box culvert Jalan Kenari) itu kecil. Makanya saya suruh bongkar, karena riolnya besar. Berarti apa? (saluran) yang sudah terbangun tadi itu belum konek semua. Tapi kalau kita lihat dari atas, konek semua. Ini yang kita perbaiki seperti yang ada di riol Jalan Kenari,” papar dia.

Eri Cahyadi menerangkan, seharusnya riol di Jalan Kenari terhubung dengan kawasan yang ada di Jalan Praban. Pasalnya, aliran air dari kawasan Jalan Praban – Siola juga mengalir menuju ke rumah Pompa Kenari.

BACA JUGA:  Bersalawat Bersama Habib Syech, Wagub Emil Ajak Masyarakat Doakan Jatim Dijauhkan dari Marabahaya

“Ini harusnya ketika ada hujan deras itu (Jalan Praban) sampai dengan Tidar tidak banjir. Tapi kenapa Kranggan banjir? karena dia tidak ada crossing ke arah riol Belanda ini. Kalau dilihat, di bawahnya pedestrian itu ada riol sebenarnya, tapi ketutup box culvert,” ungkap dia.

Artinya, dahulu saat membangun box culvert di pedestrian itu menutup riol. Seharusnya, kata dia, ketika membangun saluran itu box culvert ditinggikan dan riol yang ada di bawahnya dibongkar hingga tembus. Dengan demikian, tinggi pedestrian akan bertambah 2 meter dan tinggi riol 3 meter.

“Karena itu seharusnya tidak boleh banjir. Tadi saya minta, sudah saya buka mulai kemarin saya mau cari riol ini harus saya bongkar dan bersihkan sampai ketemu dengan rumah pompa Kenari. Karena ini riolnya ketutupan box culvert, jadi bongkar box dulu, kemudian riol,” imbuhnya. (ST01)

Tags: BlusukanEri CahyadiNyemplung Gorong-Gorong
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto bersama di sela kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim dan berbuka puasa bersama di DPRD Surabaya.

DPRD Surabaya Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026

Pelayanan Perumda Air Minum Surya Sembada Tetap Siaga Selama Libur Lebaran

Senin, 9 Maret 2026

Paket Cinta Kasih, Buddha Tzu Chi Hadirkan Senyum Warga Sidotopo Wetan Jelang Idul Fitri

Senin, 9 Maret 2026

Hadiri Buka Puasa Bersama Menteri Agama RI dan REI Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Sinergi Percepatan Hunian Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Senin, 9 Maret 2026

Berita Terkini

Foto bersama di sela kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim dan berbuka puasa bersama di DPRD Surabaya.

DPRD Surabaya Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026

Pelayanan Perumda Air Minum Surya Sembada Tetap Siaga Selama Libur Lebaran

Senin, 9 Maret 2026

Paket Cinta Kasih, Buddha Tzu Chi Hadirkan Senyum Warga Sidotopo Wetan Jelang Idul Fitri

Senin, 9 Maret 2026

Hadiri Buka Puasa Bersama Menteri Agama RI dan REI Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Sinergi Percepatan Hunian Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Senin, 9 Maret 2026

Tak Sekadar Wisata Alam, Hutan Kota Jeruk Surabaya Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Senin, 9 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In