SURABAYATODAY.ID, BANGKALAN – Proyek pemasangan saluran kabel tegangan tinggi (SKTT) 150 KV di Jembatan Suramadu yang berdampak pada peralihan arus lalu lintas bagi pelintas jembatan Suramadu. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meminta masyarakat Madura maupun masyarakat yang menggunakan akses Jembatan Suramadu untuk memaklumi jikalau ada pengerjaan pasokan daya listrik.
Pemasangan SKTT ini diperuntukkan untuk kepentingan masyarakat Madura yang akan mendapatkan peningkatan pasokan suplai energi listrik dan mendukung pertumbuhan pembangunan dan ekonomi di Madura. “Saat ini wilayah Madura disokong oleh 2 sirkuit yaitu SUTT 150 kV Ujung/Kenjeran- SKTT 150 kV Suramadu 1 & 2- SUTT 150 kV Bangkalan/Gilitimur,” katanya.
“Kegiatan yang dilaksanakan dalam mendukung tujuan di atas yaitu dengan dilaksanakannya pekerjaan SKTT 150 kV Kedinding – TX Bangkalan sirkuit 3 dan 4. Sehingga total jika konstruksi selesai akan menjadi dua kali lipat yaitu 600 kV ,” ungkapnya.
Ia optimistis jika pemasangan SKTT ini rampung akan mendukung seluruh geliat aktifitas ekonomi, kegiatan keagamaan utamanya pesantren pesantren hingga sektor UMKM akan bergerak tumbuh.
“Semua ini untuk kepentingan masyarakat Madura dimana jika tersambung akan menghasilkan pasokan listrik dua kali lipat. Sektor ekonomi, pesantren, UMKM dan kehidupan keagamaan saya yakin bisa lebih maksimal semua bisa terkoneksi dengan baik,” terangnya.
“Jadi warga yang mengakses Jembatan Suramadu mohon bisa memaklumi bahwa PLN sedang bekerja untuk meningkatkan pasokan listrik di Madura,” lanjutnya.
Khofifah berharap, seluruh pengerjaan SKTT bisa cepat selesai dan seluruh masyarakat Madura dan Jawa Timur bisa mendapatkan manfaat dari peningkatan kapasitas pasokan listrik yang sedang dibangun. (ST02)





