SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Satkoryon Banser Kedungadem menggelar Diklatsar Banser ke-2. Diklatsar dilaksanakan di Balai Desa Kesongo Kecamatan, Kedungadem Kabupaten Bojonegoro.
Pembukaan diklatsar dilakukan oleh Ketua PAC GP Ansor Kedungadem Najib Nurdianto. Ia menyatakan diklatsar ini bertemakan ‘Memperkuat Generasi Milenial Islam Ahlussunnah Wal Jamaah An Nahdliyah yang Militan dalam Bingkai NKRI Menuju Peradaban Dunia Modern”.
Najib Nurdianto mengatakan Diklatsar adalah kegiatan rutin. Ini merupakan bagian tugas pokok pimpinan cabang untuk mengadakan kegiatan-kegiatan Diklat. “Ini merupakan agenda wajib, minimal satu periode kepemimpinan diadakan satu kali,” tuturnya.
Ia berharap, bahwa Diklatsar ini dapat membentuk karakter pemuda yang satu cinta kepada bangsa dan negara. Kedua, taat pada fatwa-fatwa kiai. “Kita paham betul bahwa hari ini aksi-aksi intoleransi masih ada di beberapa daerah sekitar kita. Diklatsar ini adalah upaya konkret dari kami Gerakan Ansor untuk meminimalisir membentuk karakter pemuda yang toleran pembentuk karakter pemuda yang mengayomi pembentuk karakter pemuda yang cinta kepada bangsa dan negara,” terangnya.
Diterangkannya, Diklatsar diikuti 41 peserta. Para peserta akan dilatih ala militer untuk menjadi kader kader militan yang tidak baperan tidak ngambekan.
“Maka dari itu siapkan fisik dan mental Panjenengan semuanya,” pesan dia.
Sementara Kepala Desa Kesongo Kusnadi sebagai tuan rumah Diklat sangat berharap Diklatsar Banser bisa merekrut kader sebanyak mungkin. Supaya bisa menjaga kondusifitas wilayahnya masing-masing dan mempersempit ruang gerak adanya gerakan yang masih berafiliasi radikalisme.
“Semoga ini akan melahirkan generasi-generasi muda penerus NU yang militan, tidak cuma NU-NU an, generasi muda yang cerdas dalam ilmu pengetahuan juga baik di dalam akhlak,” ujarnya.
“Seperti para pendahulu pendiri pendiri NU, tujuannya ada adalah menjaga dan merawat negara ini. Begitu juga kita sebagai penerusnya berkewajiban mendidik kader muda untuk menjadi pasukan yang militan menjaga nilai-nilai ke-NU-an, juga konsisten menjaga NKRI untuk tetap tegak berdiri dan khususnya menjaga para kiai,” tambah pria yang yang juga pernah menjadi pengurus PAC GP Ansor Kecamatan Kedungadem.
Selanjutnya, Camat Kedungadem Agus Susetyo Hardiyanto menyampaikan, diklat ini adalah proses yang harus dilalui. Ia berharap mereka yang ikut diklat menjadi orang yang sukses, bisa menjalankan syariahnya dengan baik.
“Harapan saya sampai selesai kegiatan ini tidak ada peserta yang sakit,” katanya.
Hadir dalam kegiatan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro Sutikno, Kapolsek Kedungadem, Koramil Kedungadem, Camat Kedungadem, Kepala Desa Kesongo, Suriah kecamatan Kedungadem dan Pengurus Muslimat, Fatayat Kedungadem serta dari berbagai unsur-unsur NU. (ST10)





