• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 28 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Dinas Kesehatan Klaim Surabaya PPKM Level 1

by Redaksi
Kamis, 12 Mei 2022
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina menjabarkan kondisi tentang penetapan PPKM di Surabaya.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina menjabarkan kondisi tentang penetapan PPKM di Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Situasi Covid-19 di Kota Surabaya ditetapkan PPKM Level 2. Ini berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No 24 tahun 2022 dan mulai berlaku tanggal 10 hingga 23 Mei 2022.

Namun secara data dan faktual, PPKM di Kota Surabaya sebenarnya berada pada Level 1. Hal ini ditegaskan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, Nanik Sukristina.

Ia menjelaskan, bahwa ada kesalahan dalam sistem pada aplikasi asesmen situasi Covid-19 vaksin.kemenkes.go.id yang menjadi indikator penetapan PPKM Level pada Inmendagri. Kesalahan sistem itu terjadi pada tanggal 29 April – 7 Mei 2022 atau saat libur dan cuti lebaran tahun 2022.

“Kita setiap hari melakukan pemantauan situasi Covid-19 pada aplikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Terakhir pada tanggal 28 April 2022 masih bisa melihat kondisi Surabaya Level 1. Nah, per tanggal 29 Mei 2022, posisi aplikasi kosong sampai tanggal 7 Mei 2022,” kata Nanik Sukristina saat konferensi pers di kantor eks Humas Pemkot Surabaya, Kamis (12/5).

Nanik menyebut, sepanjang libur dan cuti lebaran per tanggal 29 April sampai 7 Mei 2022, aplikasi indikator PPKM Kemenkes juga tidak dapat diakses. Karena itu indikator situasi Covid-19 Surabaya masih menggunakan data per tanggal 28 April 2022. Sementara aplikasi Kemenkes baru dapat diakses kembali tanggal 8 Mei 2022 dengan posisi Kota Surabaya berada pada Level 2.

BACA JUGA:  Peserta Kolokium AP2TPI Diajak Nikmati Tunjungan Romansa dan Wisata Kota Lama

“Saat itu asesmen situasi Covid-19 Surabaya Level 2, karena ada satu indikator yang kurang memadai di antara 8 indikator PPKM, yaitu ratio tracing 1:0. Yang paling mengagetkan posisi tracing kita saat itu nol. Padahal, kondisi Surabaya di aplikasi Silacak menunjukkan ratio tracing melebihi target 1:15,” ungkap dia.

Melihat adanya kesalahan pada sistem, Dinkes Surabaya segera melakukan konfirmasi ke Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes RI terkait ratio tracing pada aplikasi Indikator PPKM Kemenkes. Pasalnya, aplikasi Silacak milik Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya yang terkoneksi dengan Kemenkes sudah melebihi target.

“Pihak PHEOC merespons akan melakukan pengecekan dan verifikasi kembali,” paparnya.

Hasilnya, pada tanggal 10 Mei 2022, sekitar pukul 12.00 – 13.00 WIB, indikator Level Kota Surabaya sudah berubah menjadi Level 1 dengan ratio tracing 1:31. Tetapi, Surat Edaran (SE) Inmendagri terkait Level PPKM wilayah yang dikeluarkan pada tanggal 10 Mei 2022, Kota Surabaya berada pada Level 2. Padahal, sesuai dengan indikator level pada aplikasi Kemenkes, tanggal 10 Mei 2022 Kota Surabaya berada pada Level 1.

BACA JUGA:  Pemkot Siapkan Pengamanan Festival Musik Surabaya Hebat

“Kemungkinan SE Inmendagri mengacu pada kondisi Indikator PPKM Kota Surabaya per tanggal 07 Mei 2022. Pada tanggal itu kondisi aplikasi belum dapat melakukan penarikan data secara stabil dan optimal dalam sistem, terutama pada indikator tracing” terangnya.

Maka dari itu, apabila dilihat pada aplikasi Kemenkes per tanggal 12 Mei 2022, Kota Surabaya berada pada Level 1 sesuai dengan asesmen situasi Covid-19. Meski saat ini terdapat peningkatan kasus konfirmasi dan rawat inap rumah sakit, namun situasi Covid-19 di Kota Surabaya masih terkendali.

Nanik pun menjabarkan perbandingan 8 indikator PPKM Surabaya pada tanggal 10 Mei dengan 12 Mei 2022, berdasarkan aplikasi Kemenkes. Untuk transmisi komunitas, pada indikator 1, kasus konfirmasi per 100.000 penduduk sebelumnya 1.61 (tingkat 1) dan sekarang 1.95 (tingkat 1). Lalu, indikator 2, yakni rawat inap rumah sakit per 100.000 penduduk, sebelumnya 0.55 (tingkat 1) dan sekarang 0.75 (tingkat 1).

BACA JUGA:  PTM 100 Persen di Surabaya Tunggu PPKM Level 1

Kemudian, pada indikator 3 yakni, Kematian per 100.000 penduduk, jika sebelumnya 0.00 (tingkat 1) dan sekarang 0.03 (tingkat 1). Selanjutnya, untuk kapasitas respons, pada indikator 4, Testing – % positive rate per Minggu, sebelumnya 0.37 (Memadai) dan sekarang 0.39 (Memadai). Sedangkan indikator 5, Tracing Ratio KE per Kasus Konfirmasi per Minggu, sebelumnya 31.00 (memadai) dan sekarang 31.00 (memadai).

Selanjutnya pada indikator 6, Treatment – % BOR per Minggu, sebelumnya 1.57 (memadai) dan sekarang 1.66 (memadai). Lalu, pada indikator 7 yakni, % Vaksinasi Lengkap Kumulatif sebelumnya 116.26 (memadai) dan sekarang 116.27 (memadai). Dan terakhir, pada indikator 8 yakni, % Vaksinasi Lengkap Lansia sebelumnya 93.52 (memadai) dan sekarang 93.43 (memadai).

“Karena itu sebenarnya posisi Surabaya realnya PPKM Level 1, tapi dalam Inmendagri Level 2. Sampai saat ini Surabaya masih terkendali, dan kita akan terus lakukan pemantauan seminggu ke depan pasca cuti bersama,” jelas Nanik. (ST01)

Tags: Dinas KesehatanInmendagriPemkot SurabayaPPKM Level 1
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Rapat paripurna di DPRD Surabaya.

Syaifuddin Zuhri Jadi Ketua DPRD, Anas Karno Gantikan Adi Sutarwijono

Senin, 27 April 2026

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari Mendagri di Peringatan Hari Otonomi Daerah

Senin, 27 April 2026
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Di Muskerwil dan Peluncuran SAHARA Nasyiatul Aisyiyah Jatim, Wagub Emil Dorong Penguatan Ketahanan dan Perlindungan Keluarga

Senin, 27 April 2026
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

Wagub Emil Ajak IKA UNS Jatim Berikan Kontribusi Terbaik untuk Jawa Timur dan Indonesia

Senin, 27 April 2026

Berita Terkini

Rapat paripurna di DPRD Surabaya.

Syaifuddin Zuhri Jadi Ketua DPRD, Anas Karno Gantikan Adi Sutarwijono

Senin, 27 April 2026

Gubernur Khofifah Terima Penghargaan dari Mendagri di Peringatan Hari Otonomi Daerah

Senin, 27 April 2026
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak saat menghadiri Musyawarah Kerja Wilayah (Muskerwil) II Nasyiatul Aisyiyah Jawa Timur di Universitas Muhammadiyah Surabaya.

Di Muskerwil dan Peluncuran SAHARA Nasyiatul Aisyiyah Jatim, Wagub Emil Dorong Penguatan Ketahanan dan Perlindungan Keluarga

Senin, 27 April 2026
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak

Wagub Emil Ajak IKA UNS Jatim Berikan Kontribusi Terbaik untuk Jawa Timur dan Indonesia

Senin, 27 April 2026
Dr Ir Muhamad Sayuti ST MT

Doktor ITS Tawarkan Kerangka Kerja untuk Pemerintah Daerah

Senin, 27 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In