• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 19 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

ITS Berhasil Kembangkan Alat Monitoring Jantung Jarak Jauh

by Redaksi
Kamis, 20 Januari 2022
Penggunaan ECG 12 Lead pada pasien jantung.

Penggunaan ECG 12 Lead pada pasien jantung.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus mengembangkan produk kesehatan dengan harga ekonomis yang berbasis internet untuk memudahkan pasien dan dokter selama pengobatan. Kali ini, tim peneliti ITS yang diketuai oleh Arief Kurniawan dari Departemen Teknik Komputer menginovasikan alat monitoring jantung Electrocardiogram (ECG) dengan 12 sadapan atau ECG 12 lead. Alat ini dapat digunakan oleh pasien secara mandiri dan dipantau oleh dokter melalui data berbasis Cloud.

ECG merupakan alat yang digunakan untuk memantau kondisi jantung melalui pengukuran aktivitas kelistrikan atau impuls denyut jantung. ECG 12 lead memiliki efektivitas paling tinggi dari tipe ECG lainnya karena mampu menunjukkan kondisi jantung dari 12 perspektif secara horizontal dan vertikal pada waktu bersamaan.

“Karena harganya yang mahal, rumah sakit kecil umumnya menggunakan ECG 1 lead yang hanya mampu melihat kondisi jantung dari satu perspektif saja,” ungkap salah satu anggota tim peniliti ITS Dion Hayu Fandiantoro.

BACA JUGA:  Luncurkan MyITS Services, ITS Tingkatkan Layanan Prima Transformasi Digital

Dosen Teknik Komputer ITS ini melanjutkan, selain mengembangkan ECG 12 lead dengan harga yang lebih eknomis, tim ITS juga berfokus pada portabilitas alat. Alat dapat digunakan secara mandiri oleh pasien dan dapat dipantau dari jarak jauh oleh dokter yang bertugas.

“Hasil data perekaman jantung yang tersimpan di Cloud mampu mengurangi penggunaan kertas,” tambah alumnus ITS ini.

Lebih jauh, Dion menjelaskan bahwa pasien hanya perlu menempelkan elektroda alat pada bagian dada di titik yang ditentukan. Elektroda ini berfungsi untuk menyadap impuls jantung dan sinyal tersebut akan diterima oleh sensor alat. “Sinyal kelistrikan jantung akan diproses secara real time oleh perangkat ECG 12 lead dengan bantuan algoritma yang dibentuk tim ITS,” jelas lelaki yang melanjutkan pendidikan magisternya di Kumamoto University, Jepang bidang Electrical and Electronics Engineering ini.

BACA JUGA:  Surabaya Bersiap Menuju Zona Hijau, Kuncinya Protokol Kesehatan

Hasil data perekaman impuls jantung yang diolah perangkat ECG 12 lead berupa grafik sinyal dari 12 sadapan yang kemudian akan tersimpan secara lokal dan ditampilkan pada layar LCD perangkat. Tak hanya disimpan secara lokal, hasil perekaman juga tersimpan di Cloud untuk ditampilkan pada website.

“Melalui website tersebut, tim dokter dapat memantau hasil perekaman jantung pasien yang dilakukan secara mandiri untuk menentukan diagnosis keadaan jantung pasien,” lanjut lelaki asal Surabaya ini.

Dion juga menekankan bahwa sebelum melakukan perekaman, pasien diharapkan mendaftarkan diri terlebih dahulu di website yang telah disediakan. Setelah pengguna berhasil masuk dengan akun pribadi, pasien memilih menu mulai rekam pada halaman utama.

BACA JUGA:  Forikan Bojonegoro Kampanyekan Gerakan Makan Ikan

Pada halaman perekaman, pasien perlu memasukkan nama, nomor identitas, dan lama waktu perekaman. Selanjutnya simpan data dan mulai merekam. “Perekaman akan dilakukan sesuai dengan durasi waktu yang diisikan pada webiste,” paparnya.

Dalam pengerjaan ECG 12 lead yang memakan waktu dua tahun ini juga sempat melalui kendala, salah satunya yaitu ketersediaan pasien yang bersedia menjadi target uji coba alat masih terbatas. Dion bersama tujuh anggota tim lainnya berharap, alat ini dapat segera diuji klinis agar dapat dikomersialisasikan ke masyarakat luas.

“Inovasi ini diharapkan mampu membantu penanganan penyakit jatung dan menyelematkan banyak jiwa,” pungkasnya. (ST05)

Tags: Alat Monitoring JantungECGECG 12 LeadElectrocardiogramITS
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Libatkan Pengusaha, Pemkot Surabaya Perluas Jaringan CCTV di Jalan Protokol

Rabu, 18 Maret 2026
ratusan umat Hindu menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh.

Ratusan Umat Hindu Arak Ogoh-ogoh di Bawah Langit Mendung, Surabaya Teguhkan Harmoni Jelang Nyepi

Rabu, 18 Maret 2026

Gubernur Khofifah Silaturahmi Jelang Idul Fitri 1447 H ke Ponpes Tebuireng dan Tambakberas Jombang

Rabu, 18 Maret 2026

Konsistensi Gubernur Khofifah Dukung Sekolah Rakyat: Siswa Mengaku Bangga

Rabu, 18 Maret 2026

Berita Terkini

Libatkan Pengusaha, Pemkot Surabaya Perluas Jaringan CCTV di Jalan Protokol

Rabu, 18 Maret 2026
ratusan umat Hindu menggelar Pawai Seni Ogoh-Ogoh.

Ratusan Umat Hindu Arak Ogoh-ogoh di Bawah Langit Mendung, Surabaya Teguhkan Harmoni Jelang Nyepi

Rabu, 18 Maret 2026

Gubernur Khofifah Silaturahmi Jelang Idul Fitri 1447 H ke Ponpes Tebuireng dan Tambakberas Jombang

Rabu, 18 Maret 2026

Konsistensi Gubernur Khofifah Dukung Sekolah Rakyat: Siswa Mengaku Bangga

Rabu, 18 Maret 2026

𝗣𝗿𝗼𝗱𝘂𝗸𝘀𝗶 𝗔𝗶𝗿 𝗔𝗺𝗮𝗻, 𝗣𝗲𝗿𝘂𝗺𝗱𝗮 𝗔𝗶𝗿 𝗠𝗶𝗻𝘂𝗺 𝗦𝘂𝗿𝘆𝗮 𝗦𝗲𝗺𝗯𝗮𝗱𝗮 𝗝𝗮𝗺𝗶𝗻 𝗣𝗲𝗹𝗮𝘆𝗮𝗻𝗮𝗻 𝗦𝗮𝗮𝘁 𝗖𝘂𝗮𝗰𝗮 𝗘𝗸𝘀𝘁𝗿e𝗺 𝗱𝗮𝗻 𝗟𝗶𝗯𝘂𝗿 𝗟𝗲𝗯𝗮𝗿𝗮n

Selasa, 17 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In