• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 3 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Wayang Sejarah Sumpah Merah Putih Gayatri Rajapatni, Eri Cahyadi Jadi Mahapatih Gajah Mada

by Redaksi
Selasa, 9 November 2021
Pagelaran Wayang Sejarah Sumpah Merah Putih "Gayatri Rajapatni”, Senin (8/11) malam. Pagelaran seni dan budaya yang berlangsung di Tugu Pahlawan Surabaya.

Pagelaran Wayang Sejarah Sumpah Merah Putih "Gayatri Rajapatni”, Senin (8/11) malam. Pagelaran seni dan budaya yang berlangsung di Tugu Pahlawan Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya terlihat kompak memainkan peran dalam pagelaran Wayang Sejarah Sumpah Merah Putih “Gayatri Rajapatni”, Senin (8/11) malam. Pagelaran seni dan budaya yang berlangsung di Tugu Pahlawan Surabaya itu merupakan rangkaian dari Surabaya Art & Culture Festival (SACF) 2021.

Pagelaran itu disiarkan langsung secara virtual atau live Instagram dan streaming Youtube. Pertunjukan ini sekaligus menjadi rangkaian Peringatan Hari Sumpah Pemuda, Hari Wayang Dunia, dan Pekan Budaya Nasional.

Dalam pertunjukan ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi memainkan peran sebagai Mahapatih Gajah Mada, lengkap dengan memakai busana ala kerajaan. Sedangkan Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji sebagai pemuda nusantara yang membacakan teks Sumpah Pemuda dengan memakai pakaian khas Cak Suroboyo. Kemudian, Ketua DPRD Surabaya Adi Sutarwijono sebagai Prapanca, yang bertugas membacakan prolog atau alur cerita.

Tak hanya pucuk pimpinan di lingkup pemkot dan DPRD Surabaya yang memainkan peran dalam pagelaran seni dan budaya itu. Sebab, Forkopimda Kota Surabaya juga turut serta menjadi bagian dalam pertunjukkan. Mulai dari Komandan Korem (Danrem) 084/Bhaskara Jaya, Brigjen TNI Herman Hidayat Eko Atmojo yang memainkan peran sebagai Cak Mandala.

Kemudian, Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Akhmad Yusep Gunawan sebagai Cak Slamet dan Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak AKBP Anton Elfrino Trisanto berperan sebagai Cak Sugeng. Sementara Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Surabaya Anton Delianto sebagai Cak Untung, dan Kajari Tanjung Perak I Ketut Kasna Dedi sebagai Cak Bejo.

BACA JUGA:  648 CPNS TA 2024 Terima SK

Suasana di Tugu Pahlawan malam itu tampak berbeda. Temaram dan bintang, seakan menjadi saksi bisu punggawa Kota Surabaya memainkan peran tokoh pewayangan. Warna-warni lampu lighting dengan iringan karawitan, makin menambah sakral atmosfer pertunjukkan.

“Sira Gajah Mada patih Amangkubhumi tan ayun amuktia palapa, sira Gajah Mada: Lamun huwus kalah nusantara isun amukti palapa, lamun kalah ring Gurun, ring Seran, Tañjung Pura, ring Haru, ring Pahang, Dompo, ring Bali, Sunda, Palembang, Tumasik, samana isun amukti palapa,” gelegar suara Wali Kota Eri membacakan Amukti Palapa.

Setelah Eri Cahyadi membacakan Amukti Palapa, Wawali Surabaya Armuji kemudian meneruskannya dengan membaca teks Sumpah Pemuda. Meski dua sumpah itu berbeda zaman, namun memiliki makna dan filosofi yang sama. Yakni, persatuan dan kesatuan nusantara.

Pada pertunjukan itu, Punggawa Kota Surabaya juga menyelipkan beberapa pesan kepada masyarakat. Seperti di antaranya pentingnya menjaga protokol kesehatan dan tepo seliro. Pesan dan imbauan yang disampaikan itu pun dibalut dengan guyonan khas ala Suroboyoan.

BACA JUGA:  Eri Cahyadi Digadang Maju di Konfercab PCNU Surabaya

Menjelang akhir pertunjukkan, Wali Kota Eri Cahyadi kemudian membacakan puisi berjudul Sumpah Merah Putih. Gelegar suara Wali Kota Eri seakan membuat suasana merinding panggung pertunjukan.

“Biarpun bumi bergoncang, rembulan dan bintang matahari mengoyak langit, kami bangsa Indonesia bersumpah Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia. Tak sebilah pedang yang tajam, membelah dadaku, kami yang beraneka warna warni budaya, bertekad ragam budaya dalam Tunggal Ika, di bawah kibaran satu bendera merah putih,” katanya dengan suaranya yang lantang.

Melalui Surabaya Art & Culture Festival (SACF) 2021 tersebut, Wali Kota Eri mengaku ingin menggerakkan sektor ekonomi di bidang seni dan budaya. Hal ini seiring dengan melandainya kasus Covid-19 di Surabaya.

“Jadi seni yang selama pandemi tidak bisa bergerak, hari ini kita coba gerakkan,” ujarnya.

Namun, ia memastikan, pagelaran ini tak berhenti sampai di sini. Sebab, pihaknya telah menyiapkan beberapa event lain yang bertujuan untuk menggerakkan perekonomian khususnya bagi pelaku seni dan budaya.

“Insya allah nanti kita akan tata di Balai Pemuda yang jumlah penontonnya kita akan batasi yang masuk ke dalam. Jadi ini adalah awal mulai pergerakan seni. Sambil nanti berjalan dengan Jalan Tunjungan, yang di sana juga nanti akan ada seni-seni juga, termasuk UMKM di sana,” ungkap dia.

BACA JUGA:  Status PPKM Berbasis Lokal Surabaya; Tidak Ada Level 4, 89 Kelurahan Bahkan Sudah Level 1

Mantan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Kota (Bappeko) Kota Surabaya itu menyatakan, bahwa pasca melandainya kasus Covid-19, sudah waktunya seluruh sektor ekonomi digerakkan. “Inilah perkembangan yang kita lakukan. Jadi ini menunjukkan sekarang bahwa setelah pandemi, ekonomi yang harus kita gerakkan,” tegasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Surabaya, Antiek Sugiharti menyampaikan, Wayang Sejarah Sumpah Merah Putih “Gayatri Rajapatni” merupakan rangkaian dari Surabaya Art & Culture Festival (SACF) 2021. Pagelaran ini sebelumnya diawali dengan pemutaran film Arek Suroboyo pada waktu refleksi perobekan Bendera Merah Putih Biru.

“Dan di antaranya itu setiap minggu kita ada tampilan 2-3 kali melalui streaming seluruh aktivitas kesenian. Mulai dari musik, tari, ludruk hingga jaranan,” kata Antiek.

Ia mengaku, memang ada beberapa pagelaran besar yang menjadi event kolosal. Seperti sebelumnya pertunjukan Resolusi Jihad pada 22 Oktober 2021. Namun demikian, Antiek menyatakan ke depan tentu masih ada beberapa event menarik yang patut untuk kembali disaksikan.

“Jadi nanti masih ada event-event yang lain sampai bulan Desember. Jadi masih ada tayangan-tayangan banyak yang nanti akan menghadirkan bintang-bintang tamu yang akan menjadi kejutan siapa berikut-berikutnya,” pungkasnya. (ST01)

Tags: DisbudparEri CahyadiGajah MadaGayatri RajapatniMerah PutihSumpah PemudaWayang Sejarah
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Pelepasam KRI Bima Suci setelah sandar selama tiga hari di Changi Naval Base, Singapura.

Usai Singapura, KRI Bima Suci Bawa Misi Persahabatan Menuju Etape Ke-5

Minggu, 3 Mei 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  saat meninjau ketersediaan ternak kurban di peternakan Berkah Wafa Farm di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Setelah Nganjuk, Gubernur Khofifah Tinjau Peternakan Berkah Wafa Farm Mojokerto, Pilih Sapi Belgian Blue untuk Kurban Idul Adha

Minggu, 3 Mei 2026
Salah satu tarian ditampilkan dalam kegiatan Deck Reception saat sandar di Changi Naval Base, Singapura.

Pesona Budaya Nusantara Warnai Deck Reception KRI Bima Suci di Singapura

Minggu, 3 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Gubernur Khofifah Pastikan Stok Sapi Kurban Cukup

Minggu, 3 Mei 2026

Berita Terkini

Pelepasam KRI Bima Suci setelah sandar selama tiga hari di Changi Naval Base, Singapura.

Usai Singapura, KRI Bima Suci Bawa Misi Persahabatan Menuju Etape Ke-5

Minggu, 3 Mei 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  saat meninjau ketersediaan ternak kurban di peternakan Berkah Wafa Farm di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Setelah Nganjuk, Gubernur Khofifah Tinjau Peternakan Berkah Wafa Farm Mojokerto, Pilih Sapi Belgian Blue untuk Kurban Idul Adha

Minggu, 3 Mei 2026
Salah satu tarian ditampilkan dalam kegiatan Deck Reception saat sandar di Changi Naval Base, Singapura.

Pesona Budaya Nusantara Warnai Deck Reception KRI Bima Suci di Singapura

Minggu, 3 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran kepala Perangkat Daerah Pemkot  Surabaya hadir di Balai RW 7 Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan.

Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Kemandirian Ekonomi Gen Z RW 7 Kelurahan Karah Lewat Wirausaha

Minggu, 3 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Gubernur Khofifah Pastikan Stok Sapi Kurban Cukup

Minggu, 3 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In