SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Ketua Dekranasda Provinsi Jawa Timur (Jatim) Arumi Bachsin menekankan kepada 12 Finalis Puteri Indonesia Jatim agar menemukan passion serta memiliki value yang relevan di masyarakat. Hal itu agar mereka ke depan mampu membawa perubahan yang baik bagi masyarakat.
“Tidak perlu menunggu besok tapi sekarang sudah mulai menjadi teladan” ungkap Arumi saat menghadiri Pembukaan Karantina Puteri Indonesia Jatim 2022 di Hotel Grand Mercure Surabaya, Kamis, (30/9).
Arumi menyampaikan, 12 finalis Puteri Indonesia Jatim harus terlebih dahulu menyadari bahwa saat ini mereka harus bisa menjadi teladan bagi perempuan maupun bagi lingkungan terdekat. Minimal di mana teman-teman mereka tinggal.
Ia berharap, sikap teladan dapat terwujud dari para finalis Putri Indonesia Jatim. 12 finalis Puteri Indonesia Jatim juga diharapkan mengubah maindset dan perilaku serta memiliki value yang nantinya mampu membawa perubahan baik bagi masyarakat.
Menurut Arumi, perubahan maindset dan perilaku sangat dibutuhkan dan harus ada di dalam diri mereka. Baginya, semua orang pasti memiliki perilaku baik dan buruk. Namun, 12 Finalis Puteri Indonesia Jatim diberi kesempatan untuk memilih, sisi mana yang hendak ditunjukkan.
Maka dari itu, lanjutnya, dibutuhkan latihan dan kesabaran untuk bisa mengontrol dan juga mengatur pola semacam itu. “Itulah yang dituntut dari kalian semua. Hal ini menjadi tanggung jawab yang luar biasa bagi diri sendiri, keluarga dan juga bagi Jawa Timur,” jelasnya.
Lebih lanjut, Arumi menuturkan menjadi Finalis Puteri Indonesia tidak sekadar bermodal cantik. Sebab, kata dia, cantik saja tidak cukup. Harus dilengkapi dengan nilai atau value yang dimiliki.
“Kita harus punya value, harus punya visi dan misi yang hendak disuarakan. Itu menjadi penilaian yang sangat penting,” imbuhnya.
Untuk memudahkan 12 finalis Puteri Indonesia Jatim menemukan value atau nilai yang hendak disuarakan, Arumi mengatakan, kuncinya adalah menemukan passion yang sudah ada dalam diri setiap individu. “Teman teman Finalis Puteri Indonesia Jatim tinggal menyesuaikan dengan passionnya. Kalau sudah ketemu, passion itu tinggal dicocokkan dengan isu-isu yang bukan hanya terjadi di Jawa Timur tetapi di Indonesia dan juga global,” jelasnya. (ST02)





