SURABAYATODAY.ID.BANYUWANGI – Upaya mencegah cedera hingga kelelahan berlebih (overtraining) pada siswa kini menjadi perhatian serius dunia pendidikan olahraga.
Fakultas Ilmu Keolahragaan dan Kesehatan (FIKK) Universitas Negeri Surabaya kembali menunjukkan komitmennya melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Penugasan di Banyuwangi dengan fokus penguatan kapasitas guru PJOK berbasis sport science.
Kegiatan yang berlangsung pada 20–21 Mei 2026 tersebut mengusung tema “Pendampingan Guru PJOK MGMP dalam Deteksi Dini Risiko Cedera, Kebutuhan Gizi dan Overtraining Siswa melalui Edukasi Sport Science Dasar.” Program ini menyasar guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang tergabung dalam MGMP Banyuwangi.
Tim PKM dipimpin Prof. Dr. Or. Gigih Siantoro, M.Pd bersama Dr. Taufik Hidayat, M.Kes., Indra Himawan Susanto, S.Or., M.Kes., serta Noor Rohmah Mayasari, M.PH., Ph.D.
Ketua Tim PKM, Gigih Siantoro menegaskan guru PJOK memiliki posisi strategis dalam menjaga kesehatan sekaligus performa siswa melalui pendekatan ilmiah di lingkungan sekolah.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin meningkatkan pemahaman guru PJOK tentang pentingnya monitoring kondisi fisik siswa secara berkelanjutan. Dengan deteksi dini, risiko cedera maupun kelelahan berlebih dapat dicegah sehingga siswa dapat berolahraga dengan aman dan optimal,” ujarnya.
Materi yang diberikan tidak hanya menyoroti aspek kebugaran, tetapi juga deteksi awal potensi cedera, pemantauan kebutuhan gizi seimbang, hingga identifikasi tanda-tanda overtraining yang kerap luput terpantau pada siswa aktif berolahraga.
Peserta MGMP PJOK Banyuwangi menilai materi yang disampaikan sangat relevan dengan kondisi pembelajaran olahraga di sekolah saat ini.
“Materi ini sangat membantu para guru agar bisa mendeteksi secara dini kondisi para siswa, khususnya terkait kebugaran, kelelahan, maupun risiko cedera saat mengikuti pembelajaran olahraga,” ungkap Sudarti.
Tak sekadar pemaparan teori, kegiatan juga diisi diskusi interaktif dan praktik sederhana pemantauan kondisi fisik siswa berbasis sport science.
Antusiasme peserta terlihat tinggi karena pendekatan yang diberikan dinilai aplikatif dan langsung dapat diterapkan dalam proses pembelajaran.
Melalui PKM ini, FIKK UNESA ingin memperkuat sinergi perguruan tinggi dengan guru PJOK agar pembelajaran olahraga di sekolah tidak hanya berorientasi prestasi, tetapi juga mengedepankan aspek keselamatan, kesehatan, dan pencegahan risiko cedera sejak dini.(ST11)





