SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mempercepat program revitalisasi pasar tradisional sebagai upaya meningkatkan kualitas sarana perdagangan sekaligus memperkuat perlindungan konsumen. Salah satu yang kini tengah direvitalisasi adalah Pasar Tembok Dukuh yang berlokasi di Jalan Kranggan No. 120, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya. Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, bahkan turun langsung meninjau proses revitalisasi untuk memastikan pekerjaan berjalan sesuai rencana.
Menanggapi hal tersebut, anggota Komisi B DPRD Surabaya Budi Leksono atau yang akrab disapa Buleks, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkot Surabaya dalam menata kembali pasar tradisional tersebut. “Penertiban ini kita dukung karena tujuannya jelas, yaitu mengembalikan fungsi pasar. Masyarakat bisa langsung melihat dan merasakan hasilnya,” kata Buleks.
Meski mendukung, ia menekankan agar proses revitalisasi tetap mengedepankan prinsip keadilan, terutama bagi pedagang lama yang sudah beraktivitas di kawasan tersebut.
“Skala prioritas harus jelas, pedagang lama harus diutamakan. Jangan sampai dalam satu keluarga memiliki lebih dari satu stan atau justru ada pendatang baru yang mengambil tempat,” tegasnya.
Buleks juga menyoroti pentingnya pengawasan lintas sektor, mulai dari tingkat kecamatan, kelurahan, hingga pengelola pasar, untuk mencegah potensi penyimpangan dalam pendataan maupun distribusi stan.
Ia menambahkan, penataan pasar harus dilakukan secara terstruktur, termasuk pemisahan area pasar basah dan pasar kering demi menciptakan lingkungan yang lebih higienis dan nyaman bagi pengunjung. “Tidak boleh lagi ada pencampuran antara pedagang sayur, daging, dan ikan. Termasuk penjualan unggas hidup harus dilarang sesuai aturan,” jelasnya.
Selain itu, Buleks meminta Pemkot Surabaya memastikan pedagang yang terdampak revitalisasi tetap mendapatkan tempat yang layak dan tidak dirugikan.
“Jangan sampai pedagang diminta pindah, tetapi tidak diberikan solusi. Ini yang harus benar-benar diperhatikan,” ujarnya.
Ia juga menekankan perlunya pengawasan berkelanjutan agar tidak muncul pedagang liar yang dapat merugikan pedagang resmi di dalam pasar. Tak hanya itu, fasilitas pendukung seperti area parkir, sistem keamanan berbasis CCTV, kebersihan toilet, hingga pengelolaan sampah juga dinilai harus menjadi perhatian serius dalam revitalisasi.
Buleks turut menyoroti pentingnya transparansi dalam pengelolaan retribusi dan distribusi stan. Ia menegaskan tidak boleh ada praktik jual beli stan secara ilegal.
“Kami optimistis jika seluruh aspek tersebut dijalankan secara konsisten, revitalisasi Pasar Tembok Dukuh dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi pedagang maupun masyarakat luas,” pungkasnya. (ADV-ST01)





