• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Jumat, 13 Februari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Pemkot Surabaya Ajak Orang Tua Tanamkan Literasi Anak Lewat Membaca Nyaring

by Redaksi
Kamis, 12 Februari 2026
Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani

Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani, menggelar kegiatan Obrolan Literasi Membaca Nyaring (OBROLIN) di Balai Pemuda Surabaya, Kamis (12/2/2026). Mengusung tema “Dari Suara, Tumbuh Cinta Membaca!”, kegiatan ini menjadi ruang edukatif sekaligus inspiratif untuk menumbuhkan minat baca anak sejak usia dini melalui pendekatan yang hangat, dekat, dan menyenangkan.

Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani, menegaskan bahwa membaca nyaring bukan sekadar membacakan teks atau berbicara dengan suara keras, melainkan sarana membangun kedekatan emosional antara orang tua dan anak. Melalui suara yang diperdengarkan dengan penuh kehangatan, akan tumbuh rasa aman dan ikatan batin yang kuat, sehingga anak tidak hanya mengenal cerita, tetapi juga perlahan menumbuhkan kecintaan terhadap buku.

“Melalui suara orang tua, guru, dan para pendamping literasi, anak-anak mulai mengenal bahasa, emosi, dan imajinasi. Di situlah benih kecintaan membaca tumbuh, bukan karena paksaan, tetapi karena rasa senang dan nyaman,” ujar Bunda Rini Indriyani.

BACA JUGA:  Seribu Elemen Masyarakat Deklarasikan Jogo Suroboyo Damai

Ia menjelaskan bahwa membaca nyaring merupakan jembatan awal dalam membangun literasi. Meski anak belum mampu membaca secara mandiri, mereka tetap dapat menyerap kosakata, intonasi, dan makna melalui cerita yang disampaikan. Menurutnya, literasi seharusnya dimulai dari hal sederhana, yakni meluangkan waktu untuk berbagi cerita.

“Ketika anak merasa didengar dan ditemani, buku tidak lagi terasa asing, melainkan menjadi sahabat yang menyenangkan. Dari kebiasaan kecil inilah akan tumbuh generasi yang gemar membaca dan berpikir kritis,” katanya.

Bunda Rini Indriyani juga mengajak seluruh pihak, baik keluarga, sekolah, maupun komunitas, untuk menjadikan membaca nyaring sebagai budaya. Ia menilai, gerakan literasi tidak cukup berhenti di ruang kelas, tetapi harus hidup di rumah dan ruang-ruang publik sebagai bagian dari keseharian anak.

“Jangan pernah lelah untuk menjadi orang tua yang hebat. Biasakan anak mendengar cerita, mendongeng, dan berbagi pengalaman setiap hari. Intensitas komunikasi yang hangat antara orang tua dan anak akan membentuk ikatan emosional yang kuat serta melahirkan generasi yang cerdas, percaya diri, dan berkarakter,” ajaknya.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Usulkan Raimuna Digelar 3 Tahun Sekali

Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kota Surabaya, Yusuf Masruh, menyampaikan bahwa OBROLIN menjadi salah satu langkah strategis dalam memperkuat ekosistem literasi di Kota Pahlawan. Ia menegaskan, gerakan membaca nyaring ke depan tidak hanya dilakukan di sekolah atau PAUD, tetapi akan dimasifkan hingga tingkat kecamatan dan kelurahan.

“Kami memiliki Taman Bacaan Masyarakat di setiap wilayah yang siap dikembangkan bersama warga. Harapannya, akan muncul duta-duta baca dari kalangan orang tua yang menjadi penggerak literasi di lingkungannya masing-masing,” jelas Yusuf.

Menurutnya, membaca nyaring berperan penting dalam memperkaya kosakata anak pada fase sebelum mereka memasuki tahap menulis. Dengan kosakata yang sudah tertanam sejak dini, anak akan lebih siap saat memasuki usia sekolah, baik secara kognitif maupun emosional.

“Anak yang terbiasa mendengar cerita akan lebih mudah belajar menulis karena sudah mengenal banyak kata. Selain itu, hubungan emosional antara orang tua dan anak juga semakin kuat,” ungkapnya.

BACA JUGA:  PKK Surabaya Dukung Penuh Program Pemerintah Pusat, Fokus Ketahanan Pangan dan UMKM

Yusuf menambahkan, sasaran utama program ini adalah orang tua dengan anak usia 0 hingga 4 tahun, karena pada rentang usia tersebut stimulasi bahasa sangat menentukan perkembangan anak. Ke depan, Dispusip juga akan memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pendidikan (Dispendik), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak serta Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3APPKB), Bunda PAUD, serta guru kelas agar gerakan literasi dapat berjalan lebih terintegrasi.

“Melalui layanan seperti Puspaga, Pemkot Surabaya berharap dapat memperkuat pendampingan bagi orang tua, khususnya keluarga muda, agar membiasakan anak berkomunikasi, bercerita, dan membaca sejak dini. Dengan demikian, literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah, tetapi tumbuh dari lingkungan keluarga sebagai fondasi utama pembentukan karakter, sehingga anak dapat berkembang menjadi pribadi yang percaya diri, komunikatif, dan berkarakter,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Literasi AnakMembaca NyaringPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Pemkot Surabaya Sigap Tangani Lansia Tinggal di Gubuk 1×2 Meter di Tambaksari

Kamis, 12 Februari 2026
Foto ilustrasi

Rayakan Imlek di Kya-Kya Chunjie Fest 2026, Pemkot Surabaya Hadirkan Budaya Pecinan

Kamis, 12 Februari 2026
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Kelompok Tani (Poktan) Sendang Biru menggelar panen cabai rawit.

Kendalikan Inflasi Menjelang Ramadan, Pemkot Surabaya Gencarkan Panen Cabai Lokal

Kamis, 12 Februari 2026

Pemkot Surabaya Bersama Balai Besar POM Gelar Vaksinasi HPV, Perkuat Perlindungan Perempuan dari Kanker Serviks

Kamis, 12 Februari 2026

Berita Terkini

Pemkot Surabaya Sigap Tangani Lansia Tinggal di Gubuk 1×2 Meter di Tambaksari

Kamis, 12 Februari 2026
Foto ilustrasi

Rayakan Imlek di Kya-Kya Chunjie Fest 2026, Pemkot Surabaya Hadirkan Budaya Pecinan

Kamis, 12 Februari 2026
Prosesi pemakaman jenazah Ketua DPRD Kota Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono.

Lepas Kepergian Ketua DPRD Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Lanjutkan Perjuangan untuk Masyarakat Miskin

Kamis, 12 Februari 2026
Bunda Literasi Kota Surabaya, Rini Indriyani

Pemkot Surabaya Ajak Orang Tua Tanamkan Literasi Anak Lewat Membaca Nyaring

Kamis, 12 Februari 2026
Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) bersama Kelompok Tani (Poktan) Sendang Biru menggelar panen cabai rawit.

Kendalikan Inflasi Menjelang Ramadan, Pemkot Surabaya Gencarkan Panen Cabai Lokal

Kamis, 12 Februari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In