• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 2 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Plafon Kelas SMPN 60 Surabaya Runtuh, Dispendik Pastikan Siswa Aman

by Redaksi
Rabu, 28 Januari 2026
Plafon salah satu ruang kelas di SMP Negeri 60 Kota Surabaya yang runtuh.

Plafon salah satu ruang kelas di SMP Negeri 60 Kota Surabaya yang runtuh.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Plafon salah satu ruang kelas di SMP Negeri 60 Kota Surabaya runtuh pada Rabu (28/1/2026) pagi. Insiden tersebut diduga dipicu tekanan angin yang cukup kuat serta kondisi plafon berbahan gypsum yang sudah rapuh.

Meski kejadian berlangsung saat aktivitas belajar mengajar, tidak ada korban luka dalam peristiwa tersebut. Para siswa pun langsung dievakuasi dan kegiatan pembelajaran dipindahkan sementara ke ruang laboratorium dan perpustakaan.

Kepala Bidang Sarana dan Prasarana (Sarpras) Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ahmad Syahroni menjelaskan, peristiwa itu terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Saat kejadian, siswa kelas VII E tengah mengikuti pembelajaran literasi.

“Kejadiannya sekitar pukul 07.00 WIB, anak-anak masuk (kelas) 06.30 WIB. Saat itu (anak-anak) lagi belajar literasi di kelas, Bahasa Indonesia,” ujar Syahroni.

BACA JUGA:  Komisi D DPRD Surabaya Minta Dispendik Beri Penguatan Program agar Guru Segera Bersertifikasi

Menurut dia, tekanan angin di lantai tiga gedung SMPN 60 Surabaya cukup tinggi dan menyebabkan plafon terdorong ke bawah. “Memang itu tekanan anginnya tinggi di sana, di lantai tiga ini. Ternyata setelah kita cek, itu ada peluang angin masuk dari atasnya plafon, maka dia (angin) menekan ke bawah,” jelasnya.

Plafon yang runtuh diketahui berbahan gypsum dan sudah berusia cukup lama. Ke depan, Syahroni mematikan bahwa Dispendik Surabaya akan menggantinya dengan material yang lebih ringan.

“Nah, ini nanti (plafon) akan kita tutup, terus juga plafonnya akan kita ganti bahan yang beda, yang ringan, triplek. Soalnya itu (yang runtuh) dari gypsum yang mungkin berat, ini memang sudah agak lama sih. (Padahal) kondisi besinya itu lurus, gak ada yang bengkok, gak ada yang bocor,” jelas Syahroni.

BACA JUGA:  Dianggarkan Rp 128 Miliar, Pemkot Surabaya Bakal Bangun 10 SMP dan 4 SD Baru

Syahroni juga menuturkan sebagian ruang kelas lain di sekolah tersebut sebenarnya sudah menggunakan plafon berbahan triplek. “Beberapa kelas sudah diganti sama triplek, tinggal yang ini belum,” imbuhnya.

Jumlah siswa di kelas tersebut sekitar 32 anak. Meski tidak ada yang tertimpa secara langsung, sejumlah siswa sempat mengalami trauma dan kepanikan.

“Sudah ada penanganan dari Puskesmas sama DP5APPKB (Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana), psikolog yang menenangkan anak-anak,” ungkap Syahroni.

Ia juga memastikan tidak ada siswa yang mengalami luka fisik. “Karena nggak ada benda tajamnya. Jadi (anak-anak kayak) kaget gitu, tapi nggak sampai luka,” katanya.

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Komitmen Bersama OJK Sukseskan Program Pemerintah Pusat

Saat ini, puing-puing plafon yang runtuh telah dibersihkan dan proses perbaikan segera dilakukan. Untuk sementara, kegiatan belajar siswa kelas VII E dan kelas di sebelahnya dipindahkan ke ruang lain.

“Ini sudah dibersihkan mau kita perbaiki dengan bahan baru, terus anak-anak (sementara) belajar di ruang lab maupun di perpustakaan. Anak kelas 7E dan sebelahnya itu ikut biar tenang sekalian,” kata Syahroni.

Selain tenaga medis dari Puskesmas dan psikolog, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya juga disiagakan di lokasi untuk mengantisipasi kemungkinan cuaca ekstrem lanjutan.

“Yang menangani Puskesmas dan Psikolog (DP5APPKB). Untuk BPBD juga ada di lokasi siap siaga, kalau (misal) nanti ada angin kencang lanjutan,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Dispendik SurabayaSMPN 60 Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto ilustrasi

Pemkot Surabaya Gencarkan Pasar Murah Pasca Lebaran 2026, Harga Sembako Ditekan

Rabu, 1 April 2026
Car free day di Jalan Darmo Surabaya.

Pemkot Surabaya Berencana Tambah Titik CFD Setiap Akhir Pekan

Rabu, 1 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono.

Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Untuk Australia di Canberra

Rabu, 1 April 2026

Kena Razia, 11 Lyn Surabaya Digembok di Joyoboyo

Rabu, 1 April 2026

Berita Terkini

Foto ilustrasi

Pemkot Surabaya Gencarkan Pasar Murah Pasca Lebaran 2026, Harga Sembako Ditekan

Rabu, 1 April 2026
Car free day di Jalan Darmo Surabaya.

Pemkot Surabaya Berencana Tambah Titik CFD Setiap Akhir Pekan

Rabu, 1 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kerja Duta Besar Republik Indonesia untuk Australia di Canberra, Y.M. Dr. Siswo Pramono.

Gubernur Khofifah Terima Dubes RI Untuk Australia di Canberra

Rabu, 1 April 2026

Kena Razia, 11 Lyn Surabaya Digembok di Joyoboyo

Rabu, 1 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

WFH ASN Berlaku Tiap Jumat

Rabu, 1 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In