• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 8 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Peristiwa

Fragmen Suroboyoan, Surabaya Komitmen sebagai Kota Responsif Gender

by Redaksi
Jumat, 5 Desember 2025
Salah satu penampilan peserta  lomba Fragmen Suroboyoan bertajuk "Surabaya Gender Award" 2025 di BG Junction L2 Rainbow Surabaya.

Salah satu penampilan peserta lomba Fragmen Suroboyoan bertajuk "Surabaya Gender Award" 2025 di BG Junction L2 Rainbow Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemkot Surabaya kembali menyelenggarakan lomba bertajuk “Surabaya Gender Award” (SGA) 2025 Fragmen Suroboyoan. Gelaran SGA kali ini mengusung tema Kesetaraan Gender & Kelurahan Ramah Perempuan Peduli Anak. Acara tersebut berlangsung di BG Junction L2 Rainbow Surabaya, Jumat (5/12/2025).

Ajang ini menjadi sarana edukasi ke masyarakat mengenai isu kesetaraan gender melalui media pertunjukan. Seluruh peserta yang berasal dari 31 kecamatan se-Surabaya turut berpartisipasi dalam agenda tahunan tersebut.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3APPKB) Kota Surabaya, Ida Widayati, menyampaikan SGA merupakan kegiatan efektif untuk mengenalkan konsep keadilan gender kepada masyarakat dengan melibatkan warga laki-laki dan perempuan.

“Kegiatan ini diikuti perwakilan dari 31 kecamatan yang mengusung tema keadilan serta kesetaraan gender sebagai upaya mewujudkan kecamatan responsif gender dan kelurahan ramah perempuan serta peduli anak,” kata Ida.

BACA JUGA:  Jumlah Warga Miskin di Surabaya Turun Drastis

Ida juga menjelaskan tahapan pelaksanaan telah dimulai pada awal November 2025. Setiap perwakilan dari kecamatan mengumpulkan naskah serta video pendek berdurasi 7-10 menit. “Untuk penilaian kami melibatkan praktisi seni dan fasilitator pengarusutamaan gender dari tingkat provinsi,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris DP3APPKB Surabaya, Ike Inayumiki, menegaskan SGA adalah bagian dari gerakan pengarusutamaan gender di Kota Pahlawan. Pendekatan seni dipilih agar pesan terkait gender dapat lebih mudah diterima masyarakat. “Program ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman masyarakat secara luas terkait dengan konsep gender,” ujar Ike.

Ia menilai fragmen Suroboyoan mampu menggambarkan situasi kehidupan sehari-hari sehingga isu gender menjadi lebih dekat dengan masyarakat. “Melalui media yang lebih ramah, melalui pertunjukan yang dikemas dalam bentuk fragmen, sehingga masyarakat mungkin lebih memahami,” katanya.

BACA JUGA:  Pj Gubernur Jatim, Kapolda dan Pangkoarmada II Tinjau 2 Gereja

Pihaknya pun mendorong seluruh elemen masyarakat memberi perhatian terhadap kesetaraan gender. Karenanya, format fragmen dipilih untuk menghadirkan ilustrasi kehidupan sehari-hari yang berkaitan dengan isu gender. “Jadi menampilkan kehidupan sehari-hari gender itu seperti apa, sehingga dikemas dengan fragmen,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan harapan agar kegiatan ini mampu memperkuat komitmen Surabaya sebagai kota responsif gender serta memberikan manfaat bagi peserta dan masyarakat. “Semoga kegiatan ini mendorong terwujudnya Kota Surabaya yang responsif gender,” harapnya.

Sebelum lomba dimulai, Ketua Dewan Juri SGA Fragmen Suroboyoan 2025, Ketut Santoso, membacakan sejumlah tata tertib perlombaan. Ia menekankan pentingnya kedisiplinan peserta, termasuk kewajiban hadir 30 menit sebelum tampil.

BACA JUGA:  Respon Cepat Video Perundungan Viral, Pemkot Surabaya Berikan Pendampingan Psikologis Intensif Bagi Korban dan Terduga Pelaku

“Peserta wajib hadir 30 menit sebelum nomornya tampil. Jika dipanggil tiga kali tidak hadir, akan ditampilkan setelah nomor lima penampil berikutnya,” kata Ketut.

Dalam aturan tersebut juga dijelaskan bahwa peserta yang tidak hadir setelah pemanggilan ulang akan dijadwalkan tampil kembali usai lima penampilan berikutnya. Ketidakhadiran tanpa konfirmasi akan berujung pada diskualifikasi. “Jika (setelah) lima penampilan dipanggil ulang tidak hadir dan tidak ada konfirmasi, maka dinyatakan diskualifikasi,” tegasnya.

Ketut juga menyampaikan bahwa panitia memberi waktu dua menit bagi peserta untuk persiapan panggung, dengan durasi penampilan sepuluh menit yang turut menjadi bahan penilaian juri. “Jika melewati durasi tampilan, maka ada konsekuensi pengurangan nilai,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Fragmen SuroboyoanKota Responsif GenderPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026

Gubernur Khofifah Terima Audiensi Swaniti Initiative, Pastikan Jatim Siap Perkuat Kolaborasi Kembangkan Energi Terbarukan dan Percepatan Wujudkan Ekonomi Hijau

Jumat, 6 Maret 2026

Berita Terkini

Rapat koordinasi bersama Kementerian Agama (Kemenag) Kota Surabaya dan seluruh Lembaga Amil Zakat (LAZ) se-Kota Surabaya di ruang sidang wali kota,.

Kemenag dan LAZ, Pemkot Surabaya Perkuat Sinkronisasi Data Penyaluran Zakat

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Serahkan Truk Hasil Normalisasi Dimensi, Optimis Percepat Terwujudnya Zero ODOL 2027 di Jatim

Sabtu, 7 Maret 2026

Gubernur Khofifah Dampingi Wapres Gibran Tinjau Pasar Gelondong Gede Tuban, Pastikan Stok Bahan Pokok Aman

Sabtu, 7 Maret 2026

Sapa Bansos Amaliyah Ramadan ke-10, Gubernur Khofifah Salurkan Bantuan Rp8,35 Miliar untuk Perkuat Perlindungan Sosial dan Kemandirian Ekonomi Masyarakat Tuban

Jumat, 6 Maret 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wali Kota Eri Cahyadi Minta Kasus Ancaman Oknum Jukir Diproses Secara Hukum

Jumat, 6 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In