• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Ubah Limbah Jadi Solusi, Profesor ITS Inovasikan Adsorben Ramah Lingkungan

by Redaksi
Rabu, 20 Agustus 2025

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA –Permasalahan limbah di Indonesia masih menjadi tantangan serius bagi keberlanjutan lingkungan dan kesehatan masyarakat. Menjawab persoalan tersebut, Guru Besar ke-223 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Yatim Lailun Ni’mah SSi MSi PhD menghadirkan inovasi pengolahan limbah menjadi adsorben untuk menangani limbah berbahaya.

Dosen Departemen Kimia ITS ini menjelaskan bahwa limbah berbahaya seperti logam berat, pewarna sintetis, hingga bahan kimia industri kerap mencemari perairan dan memicu kerusakan ekosistem. Kondisi ini semakin diperparah oleh pesatnya aktivitas pertanian dan industri di Indonesia yang menghasilkan limbah organik dan anorganik dalam jumlah besar serta belum tertangani dengan baik.

Berbagai metode pengolahan limbah, lanjut perempuan yang akrab disapa Ni’mah ini, telah banyak digunakan sebelumnya. Namun, pendekatan itu masih menghadapi kendala dari sisi biaya, infrastruktur, maupun dampak lanjutan yang dihasilkan. Oleh karena itu, dosen kelahiran 24 Mei 1984 tersebut meyakini bahwa diperlukan adanya solusi alternatif yang lebih murah dan ramah lingkungan untuk menjawab tantangan pengelolaan limbah.

BACA JUGA:  Risma Ajak ITS Berkolaborasi dalam Program Kerja Kemensos

Melihat kondisi ini, profesor dari Fakultas Sains dan Analitika Data (FSAD) ITS tersebut mengembangkan pendekatan inovatif berbasis adsorpsi dengan memanfaatkan limbah sebagai bahan baku pembuatan adsorben. Limbah diolah menjadi material penyerap untuk menanggulangi berbagai jenis limbah berbahaya. “Pendekatan waste to resource menjadi strategi penting agar limbah bisa menjadi aset untuk mengurangi pencemaran,” terangnya.

Perempuan kelahiran Jombang ini memaparkan bahwa metode adsorpsi memanfaatkan limbah pertanian seperti sekam padi, kulit manggis, dan bonggol jagung untuk diolah menjadi karbon aktif. Sementara itu, limbah padat industri seperti botol kaca dan abu terbang (fly ash) dapat disintesis menjadi silika gel. “Kedua jenis adsorben tersebut kemudian digunakan untuk menyerap kontaminan berbahaya seperti logam berat dan zat warna sintetis,” paparnya.

Istri dari Agus Karyoso Cahyono tersebut juga menerangkan bahwa metode adsorpsi merupakan salah satu metode pengolahan limbah yang efektif sekaligus murah. Prinsip kerja metode ini adalah dengan penyerapan adsorbat pada permukaan adsorben. Dengan cara ini, zat beracun yang terkandung dalam air limbah dapat menempel pada adsorben sehingga air menjadi lebih bersih.

BACA JUGA:  Babinsa Koramil Balen Bojonegoro Bantu Petani Rawat Tanaman Padi

Lebih lanjut, pendekatan tersebut umumnya memanfaatkan material berpori dengan luas permukaan besar sebagai adsorben seperti karbon aktif dan silika gel, sehingga mampu menyerap molekul pencemar dalam jumlah signifikan. Proses ini dapat berlangsung melalui interaksi fisik maupun ikatan kimia, tergantung sifat adsorben dan jenis kontaminan yang diolah sehingga fleksibel untuk berbagai kebutuhan pengolahan limbah.

Dalam risetnya, Ni’mah berhasil mensintesis silika gel dari limbah botol kaca dengan tingkat kemurnian 75,63 persen. Material ini terbukti efektif menyerap logam berat seperti tembaga, seng, dan timbal dengan efisiensi penyerapan mencapai 99 persen pada kondisi optimum. Di sisi lain, pemanfaatan limbah organik sebagai biosorben sekaligus sumber karbon untuk pembuatan karbon aktif juga mampu menurunkan konsentrasi polutan berbahaya lebih dari 90 persen.

BACA JUGA:  Perayaan Cap Go Meh 2023 di Bojonegoro, Bupati Anna Serukan Toleransi Antar Sesama

Keunggulan lain dari pendekatan ini adalah kemudahannya untuk diterapkan pada berbagai skala, mulai dari rumah tangga hingga industri. Solusi tepat guna ini relevan bagi daerah yang masih memiliki keterbatasan infrastruktur pengolahan limbah. “Penelitian ini sekaligus mendukung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai guna tinggi,” tambah Kepala Program Studi Sains Analitik dan Instrumentasi Kimia ITS ini.

Inovasi yang dikembangkan Ni’mah menjadi bukti konkret kontribusi ITS dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya poin ke-6 tentang air bersih dan sanitasi serta poin ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Lebih dari itu, ibu tiga anak ini berharap agar pengelolaan limbah dapat terus berkembang menjadi produk tepat guna yang semakin beragam serta dapat dipasarkan secara luas untuk masyarakat.(ST05)

Tags: InovasiITSProfesorRamah Lingkungan
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In