• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Surabaya Pilot Project DTSEN, Kepala BPS RI: 97 Persen Data Penduduk Sudah Padan

by Redaksi
Minggu, 13 Juli 2025

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA-Surabaya sebagai kota pilot project pembaruan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN), Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI). Sampai saat ini, BPS RI bersama Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dan BPS Kota Surabaya berkolaborasi melakukan pemadanan data tunggal DTSEN.

Kepala BPS RI, Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, pilot project DTSEN ini masih dalam proses pemadanan data lebih lanjut oleh BPS Kota Surabaya dengan Pemkot Surabaya. Amalia menjelaskan, pilot project pembaruan DTSEN ini berjalan setelah ada penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) RI dan BPS RI, di Kantor Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Republik Indonesia (Bappenas) RI pada akhir Mei 2025.

Setelah penandatanganan MoU, BPS RI melalui BPS Kota Surabaya melakukan sinkronisasi data DTSEN dengan data yang dimiliki oleh Pemkot Surabaya, melalui sistem aplikasi Wargaku. Dirinya menyebutkan, dari 3,04 juta data penduduk Kota Surabaya, ada sebanyak 2,98 juta atau sekitar 97 persen yang sudah padan sesuai dengan data DTSEN.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Ajak Warga Jadi Tuan Rumah yang Baik di Piala AFC U-20

“Ini proses sudah bagus, hanya 0,02 persen yang tidak padan, sisanya padan. Jadi, yang tidak padan ini kita lakukan dobel cek bersama antara BPS Kota Surabaya dengan (Pemkot) Kota Surabaya,” kata Amalia saat menghadiri peresmian Gedung BPS Kota Surabaya di Jalan Ahmad Yani No. 152 E, Sabtu (12/7/2025).

Dari hasil pemadanan tersebut, Amalia menerangkan, ada sekitar 291.000 data penduduk yang dikembalikan kepada Pemkot Surabaya. Karena data tersebut sudah masuk di dalam DTSAN, namun belum terdata di aplikasi Wargaku. Maka dari itu, ia meminta kepada Wali Kota Eri Cahyadi serta jajarannya agar data tersebut untuk dilakukan verifikasi bersama ke depannya.

BACA JUGA:  Jadi Pilot Project Nasional, Warga Wonorejo Surabaya Lebih Tanggap Terhadap Mitigasi Bencana Kebakaran

Amalia melanjutkan, pemadanan data DTSEN ini mencangkup 34 variabel penting di Kota Surabaya. Diantaranya, yakni kondisi perumahan, pendidikan, pekerjaan, hingga status ekonomi. Dalam melakukan pemadanan data tersebut, BPS RI menggunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sebagai variabel kuncinya.

“Jadi kami saat ini jadikan NIK sebagai variabel kunci menjadi basis data. Bahkan, survei-survei yang dilakukan oleh BPS, terutama survei rumah dan survei penduduk, NIK wajib terekam,” jelasnya.

Ia menambahkan, proses pembaruan data masih akan terus dilanjutkan sampai final. Karena kolaborasi antara BPS Kota Surabaya dan Pemkot Surabaya merupakan salah satu langkah konkret untuk menghasilkan data yang update dan disepakati bersama. “Sehingga ini merupakan proses rekonsiliasi data untuk betul-betul mewujudkan data tunggal yang Bapak Presiden harapkan,” tambahnya.

BACA JUGA:  Peringati Hari Bela Negara, Wali Kota Eri: Komitmen Kuatkan Pendidikan Kebangsaan dan Pancasila Sejak Dini

Sementara itu, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, M Fikser mewakili Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengatakan, bahwa pemkot sudah mengirimkan sekitar 3,04 juta data penduduk ke BPS RI. Dari jumlah tersebut telah dilakukan pemadanan sekitar 2,9 juta dan 219.000 data penduduk dikembalikan untuk didata ulang.

Fikser menargetkan, pemadanan tersebut diharapkan bisa selesai pada Juli 2025, setelah dilakukan kroscek ulang data penduduk Kota Surabaya yang belum padan dengan data DTSEN BPS RI. “Kalau untuk kecepatan melakukan survei, kita pemerintah kota usahakan selesai dengan 34 item itu. Seperti stunting, terus by name by address, intervensi apa yang diberikan, insyaallah kita selesaikan,” pungkasnya. (ST01)

Tags: BPSDTSENPemkot SurabayaPilot Project
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In