• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Borong 10 Penghargaan Adinata Syariah 2025, Jatim Tegaskan Komitmen Bangun Ekonomi Syariah

by Redaksi
Minggu, 1 Juni 2025

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali mencatat prestasi gemilang dengan memborong 10 penghargaan dari total 12 kategori dalam ajang Anugerah Adinata Syariah 2025 yang diselenggarakan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS), Senin (26/5), di Hotel Le Meridien, Jakarta.

Adapun sepuluh penghargaan yang diraih Jatim antara lain:
– Juara 1 Kategori Keuangan Mikro Syariah
– Juara 1 Pendidikan dan Pemberdayaan Ekonomi Pesantren
– Juara 2 Inkubasi Usaha Syariah
– Juara 2 Zona KHAS (Kuliner Halal, Aman, dan Sehat)
– Juara 3 Industri Halal

Serta lima penghargaan lainnya, yaitu:
– Juara 4 Kelembagaan Ekonomi Syariah
– Juara 5 pada kategori Inovasi Ekonomi Syariah
– Juara 5 Literasi Ekonomi Syariah
– Juara 5 Ekonomi Hijau dan Berkelanjutan
– Juara 5 Keuangan Sosial Syariah

BACA JUGA:  Desain Produk ITS Raih Tiga Penghargaan Karya Terbaik di Ajang IIDSA 2025

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyampaikan rasa syukur dan apresiasi atas capaian ini. Lewat pernyataan dari Makkah, tempatnya melaksanakan ibadah haji, Khofifah menyebut penghargaan ini menjadi motivasi untuk memperkuat pondasi ekonomi syariah yang inklusif dan berkelanjutan.

“Alhamdulillah, penghargaan ini merupakan hasil kolaborasi semua pihak. Kami akan terus mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah sebagai strategi pembangunan daerah yang adil dan menyejahterakan masyarakat,” ujar Khofifah, Senin (1/6/2025).

Khofifah menekankan bahwa ekonomi syariah bukan sekadar sistem keuangan alternatif, melainkan kekuatan strategis dalam pembangunan daerah. Ia mendorong konsistensi dan kolaborasi lintas sektor agar ekosistem ekonomi syariah di Jatim terus tumbuh secara komprehensif.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Serahkan 193 Penghargaan BKKBN untuk Kader IMP yang Puluhan Tahun Dampingi Keluarga

Penguatan fondasi ekonomi syariah di Jatim tak lepas dari peran aktif pondok pesantren. Saat ini, terdapat 7.334 Ponpes berizin di bawah Kementerian Agama, dengan lebih dari 923 ribu santri mukim. Dari jumlah tersebut, 1.210 ponpes telah mengembangkan 1.743 unit usaha, sementara 74 lainnya sudah memperoleh sertifikat halal. Selain itu, ribuan ponpes telah terhubung dengan layanan perbankan syariah dan digitalisasi keuangan.

Keberhasilan Jatim juga ditopang oleh pertumbuhan lembaga keuangan mikro syariah seperti BMT, KPPS, LKMS, dan BWM, serta penguatan sektor perbankan syariah melalui 14 Bank Umum Syariah, 16 Unit Usaha Syariah, dan 25 BPRS.

BACA JUGA:  Sinergi Bangun Surabaya, Wali Kota Eri Cahyadi Beri Penghargaan Forkopimda

Seluruh penghargaan diserahkan kepada Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jatim, Iwan, yang mewakili Gubernur Khofifah dalam ajang nasional tersebut.

Anugerah Adinata Syariah merupakan bentuk apresiasi nasional terhadap kontribusi daerah dalam mendorong ekonomi dan keuangan syariah. Penilaiannya mencakup inovasi, dampak, dan konsistensi penerapan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas ekonomi di berbagai sektor.

“Kami akan terus bergerak bersama pemerintah daerah, dunia usaha, pesantren, dan masyarakat dalam membangun ekosistem ekonomi syariah yang nyata dan berdampak luas,” tutup Khofifah. (ST02)

 

Tags: Adinata SyariahEkonomi SyariahPePenghargaanprov Jatim
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026

Khofifah Bersama Puluhan Ribu Muslimat NU Jabar Deklarasikan Seruan untuk PBB, Hentikan Perang Wujudkan Perdamaian Dunia

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In