• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 10 Maret 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Mengawal Transisi Energi, Profesor ITS Kembangkan Optimisasi Sistem Tenaga Listrik

by Redaksi
Selasa, 29 April 2025
Prof Dr Eng Rony Seto Wibowo ST MT

Prof Dr Eng Rony Seto Wibowo ST MT

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Transisi energi baru terbarukan (EBT) menghadapi berbagai tantangan karena biayanya yang mahal, ketidakpastian pasokan, dan keandalan sistem pembangkit listrik. Menjawab tantangan tersebut, Guru Besar ke-221 Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Prof Dr Eng Rony Seto Wibowo ST MT mengkaji sistem optimisasi guna meningkatkan efisiensi dan keandalan sistem kelistrikan berbasis EBT.

Dalam orasi ilmiahnya yang berjudul Mengawal Transisi Energi dengan Optimisasi, Rony menegaskan bahwa optimisasi sistem tenaga listrik menjadi kunci dalam pencapaian Net Zero Emission (NZE). Langkah ini sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDG) poin 7 tentang energi bersih dan terjangkau serta poin13 tentang penanganan perubahan iklim. “Upaya ini memastikan transisi energi berjalan lebih efektif tanpa mengorbankan keandalan pasokan listrik,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Ketika Para Profesor Melakoni Peran Wayang Orang

Melalui penelitiannya tersebut, Rony mengembangkan metode baru dalam alokasi dan koordinasi kontrol Flexible AC Transmission System (FACTS) untuk sistem tenaga listrik berbasis EBT. Sebagai teknologi berbasis elektronik daya, FACTS berperan dalam mengatur aliran daya listrik dan menjaga stabilitas sistem, terutama dalam jaringan yang mengandalkan EBT dengan karakteristik intermiten.

“Pendekatan ini lebih unggul karena menekan biaya operasional tahunan sistem tenaga listrik,” tambahnya.

Untuk memastikan efektivitas jangka panjang, dosen Departemen Teknik Elektro ITS tersebut mengintegrasikan analisis probabilitas gangguan dan simulasi skenario beban dalam pengoperasian FACTS. Dengan strategi ini, FACTS dapat beradaptasi terhadap fluktuasi daya dari pembangkit energi terbarukan, sehingga meningkatkan keandalan sistem secara keseluruhan.

BACA JUGA:  Pertama di Indonesia, Kemenhub-Pemkot Surabaya Launching Bus Listrik

Selain FACTS, Rony juga meneliti metode optimisasi untuk microgrid, sistem listrik skala kecil yang dapat beroperasi secara independen berbasis EBT dan baterai sebagai penyimpan energi. Ia mengembangkan metode Dynamic Economic Dispatch (DED) untuk menentukan daya optimal yang harus dihasilkan oleh setiap pembangkit agar kebutuhan listrik terpenuhi dengan biaya serendah mungkin.

Metode ini diintegrasikan dengan Quadratic Programming (QP) untuk menemukan solusi terbaik dalam pengalokasian daya di microgrid. Rony menguji berbagai skenario untuk menganalisis pengaruh kondisi cuaca dan penggunaan baterai terhadap total biaya pembangkitan listrik. Hasilnya menunjukkan bahwa faktor cuaca sangat berpengaruh terhadap pembangkit EBT, karena bergantung pada radiasi matahari, suhu, dan kecepatan angin.

BACA JUGA:  231 Pejabat Dimutasi, 9 Kepala Dinas Dirotasi

Lebih lanjut, penelitian ini membuktikan bahwa penggunaan baterai sebagai cadangan energi mampu menekan biaya operasional secara berarti. “Alih-alih mengandalkan generator diesel yang masih bergantung pada bahan bakar fosil, penggunaan baterai dapat lebih efisien dan ramah lingkungan,” jelas Rony.

Penelitian ini menjadi bagian dari kontribusi Rony sebagai guru besar ITS dalam mendukung pengembangan energi bersih di Indonesia. Ia berharap inovasi yang dihadirkannya dapat membantu mengefisienkan proses transisi energi nasional menuju NZE. “Dengan penerapan optimisasi yang tepat, sistem tenaga berbasis EBT dapat lebih kompetitif,” tuturnya mengakhiri. (ST05)

Tags: ITSProfesorSistem Tenaga ListrikTransisi Energi
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto bersama di sela kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim dan berbuka puasa bersama di DPRD Surabaya.

DPRD Surabaya Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026

Pelayanan Perumda Air Minum Surya Sembada Tetap Siaga Selama Libur Lebaran

Senin, 9 Maret 2026

Paket Cinta Kasih, Buddha Tzu Chi Hadirkan Senyum Warga Sidotopo Wetan Jelang Idul Fitri

Senin, 9 Maret 2026

Hadiri Buka Puasa Bersama Menteri Agama RI dan REI Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Sinergi Percepatan Hunian Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Senin, 9 Maret 2026

Berita Terkini

Foto bersama di sela kegiatan pemberian santunan kepada anak yatim dan berbuka puasa bersama di DPRD Surabaya.

DPRD Surabaya Santuni Anak Yatim dan Gelar Buka Puasa Bersama

Senin, 9 Maret 2026

Pelayanan Perumda Air Minum Surya Sembada Tetap Siaga Selama Libur Lebaran

Senin, 9 Maret 2026

Paket Cinta Kasih, Buddha Tzu Chi Hadirkan Senyum Warga Sidotopo Wetan Jelang Idul Fitri

Senin, 9 Maret 2026

Hadiri Buka Puasa Bersama Menteri Agama RI dan REI Jatim, Gubernur Khofifah Ajak Perkuat Sinergi Percepatan Hunian Layak bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah

Senin, 9 Maret 2026

Tak Sekadar Wisata Alam, Hutan Kota Jeruk Surabaya Disiapkan Jadi Penggerak Ekonomi Warga

Senin, 9 Maret 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In