• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Wagub Emil Berbagi Kiat Entaskan Kemiskinan

by Redaksi
Kamis, 6 Maret 2025
Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat sertijab bupati dan wakil bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid - KH As'ad Yahya Syafi'i, di kantor DPRD Bondowoso.

Wagub Jatim Emil Elestianto Dardak saat sertijab bupati dan wakil bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid - KH As'ad Yahya Syafi'i, di kantor DPRD Bondowoso.

SURABAYATODAY.ID, BONDOWOSO – Data BPS secara statistik menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Bondowoso masih cukup tinggi. Tercatat prosentase penduduk miskin sebesar 12,1 persen atau penduduk miskin mencapai 99.620 orang.

Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak membagikan kiat untuk mengentaskan kemiskinan ini. “Data BPS secara statistik menunjukkan bahwa angka kemiskinan di Bondowoso masih cukup tinggi. Namun, saya percaya melalui program, metode dan pendekatan pendekatan baru dari Pak Bupati persoalan kemiskinan bisa dientaskan,” katanya saat sertijab bupati dan wakil bupati Bondowoso KH Abdul Hamid Wahid – KH As’ad Yahya Syafi’i, di kantor DPRD Bondowoso, Kamis (6/3).

BACA JUGA:  Wagub Emil Sebut Keberadaan KEK Sejalan Dengan Rencana Pembangunan Wilayah

Wagub Emil mengatakan, pengentasan kemiskinan menjadi fokus utama pemerintahan saat ini di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo. Selaras dengan kebijakan dari pemerintah pusat, hendaknya pemerintah daerah harus melakukan konfigurasi anggaran yang harus dioptimalkan sehingga bisa mendanai pengentasan kemiskinan dan percepatan ekonomi di daerah.

“Karena itu, dibutuhkan metode ataupun langkah dan kolaborasi sehingga bisa di mitigasi penanganan secara terstruktur. Dan Pemprov Jatim juga memiliki metode pemberian berbagai program bantuan sosial kepada masyarakat,” katanya.

Menurutnya, terdapat dua cara menolong dan membantu masyarakat miskin pertama yakni memberikan bantuan dan mengurangi beban miskin melalui akses pendidikan serta pendidikan gratis.

BACA JUGA:  Genap Satu Tahun Dilantik Presiden Prabowo, Gubernur Khofifah dan Wagub Emil Santuni Anak Yatim dan Pengemudi Ojol di Grahadi

“Penyalurannya harus tepat sasaran. Jangan sampai ada pemotongan anggaran. Ataupun terbebani dengan adanya pungutan pungutan di sekolah. Dan ini yang harus kita berantas bersama sama,” tegasnya.

“Kalau ini diberantas akan mengurangi beban masyarakat miskin di daerah,” imbuhnya.

Di sisi lain, Emil berharap Bondowoso bisa dioptimalkan potensi wisatanya. Terlebih, jika akses jalan tol yang terhubung membuat masa tempuh waktu dari dan menuju Bondowoso memakan waktu yang singkat.

“Saya optimis kalau jalan tol yang terhubung dari Gending menuju Kraksaan terhubung akan mengoptimalkan sektor wisata di Bondowoso yang memiliki keindahan pemandangan gunung,” ungkapnya.

BACA JUGA:  Jatim Jajaki Kerja Sama Ekonomi, Budaya, Pariwisata dan Pendidikan dengan Prancis

Wagub Emil mengaku optimis keberadaan pintu tol Besuki bisa beroperasi penuh tahun depan yang menarik wisatawan dari Surabaya, Sidoarjo dan daerah lain ketika mencari wisata Pantai ke Situbondo namun Wisata Alam harus pergi ke Bondowoso.

Selaras dengan aksesibilitas Pintu Tol Besuki tersebut, Emil mengajak untuk menggali keunggulan potensi wisata di Bondowoso. “Kita persiapkan dari sekarang komoditi keunggulan wisatanya seperti apa. Dan harus dicari pembeda daya tarik wisata antara Bromo dengan Ijen. Mungkin, mencicipi minum kopi Ijen dari Bondowoso,” tegasnya. (ST02)

Tags: Badan Pusat StatistikKemiskinanSertijabWagub Emil Dardak
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In