• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Parkir Mobil Ditarif Rp 35 Ribu, Wali Kota Eri Marah

by Redaksi
Jumat, 12 Juli 2024
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengumpulkan personel Dinas Perhubungan terkait temuan ada jukir yang menarif parkir mobil Rp 35 ribu di kawasan sekitar Kebun Binatang Surabaya.

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi mengumpulkan personel Dinas Perhubungan terkait temuan ada jukir yang menarif parkir mobil Rp 35 ribu di kawasan sekitar Kebun Binatang Surabaya.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Kebun Binatang Surabaya (KBS), Jumat (12/7). Sidak dilakukan menindaklanjuti keluhan wisatawan terkait parkir tidak resmi di sekitar kawasan wisata itu.

Dalam sidak, ia mendapati adanya oknum juru parkir (Jukir) yang mematok tarif parkir mobil hingga Rp 35 ribu di Jalan Setail. Dengan tegas, ia meminta jukir mengembalikan uang kepada pengendara mobil.

“Sopo seng njaluk Rp 35 ribu, balekno (Siapa yang minta Rp 35 ribu, kembalikan). Ojok nemen-nemen, ngerusak Suroboyo awakmu iki (Jangan terlalu, merusak Surabaya kamu ini),” tegas Eri dengan nada marah kepada oknum jukir itu.

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Kebut Pemasangan dan Koneksikan Saluran di Permukiman Warga

Tak hanya itu, Eri meminta petugas Dinas Perhubungan (Dishub) mengamankan oknum jukir tersebut. Ia juga meminta untuk segera menghubungi petugas kepolisian.

“Ngerusak Suroboyo awakmu iki, merusak jenengku (Merusak Surabaya kamu ini, merusak nama saya). Aku kerjo soro gawe wong Suroboyo, awakmu rusak, kebacut awakmu iki (Saya kerja susah buat warga Surabaya, kamu rusak, terlalu kamu ini),” ujarnya.

Selanjutnya, Eri berkeliling di sekitaran Jalan Setail. Melalui handy talkie, ia meminta Kepala Dishub Surabaya, Tundjung Iswandaru, bersama jajarannya untuk segera datang ke KBS.

“Dishub monitor. Datang ke sini ke Kebun Binatang. Onok seng bayar (parkir) Rp 35 ribu dijarno ae (ada yang bayar parkir Rp 35 dibiarkan saja). Pak Tundjung mana, datang segera ke sini, teman-teman (Dishub) yang lain semua ke sini,” ujar kata Eri melalui handytalkie.

BACA JUGA:  Sekdaprov Jatim Minta BPJS Ketenagakerjaan Massifkan Edukasi Pentingnya Manfaat Asuransi hingga Jaminan Kerja

Beberapa personel Dishub yang bertugas di sekitaran KBS kemudian dikumpulkan. Saat itu, ia meminta penjelasan para petugas di sana kenapa ada jukir mematok tarif parkir mobil Rp 35 ribu dibiarkan.

“Kamu kalau tidak bisa mengatasi begini, kan bisa telepon kepalamu (pimpinan). Kepalamu datang bawa pasukan ke sini. Dudu koyok ngene (Bukan seperti ini), dijarno ae (dibiarkan saja),” katanya.

Ia lantas memberikan ultimatum petugas Dishub. Apabila terbukti bermain terkait keberadaan parkir tidak resmi di sekitaran KBS.

BACA JUGA:  Kenakan Baju Adat Minang, Wali Kota Eri Tekankan Semangat Kebhinekaan di HUT ke-80 RI

“Ojok dolanan lho yo! (Jangan bermain lho ya!). Iki podo karo ngerusak Suroboyo (Ini sama saja merusak Surabaya),” tegas dia.

Usai sidak, Eri menyatakan Pemkot Surabaya segera melakukan pemeriksaan internal terkait temuan ini. “Kami akan melakukan pemeriksaan internal dengan melibatkan Inspektorat bila ditemukan fakta keterlibatan petugas Dinas Perhubungan (Dishub),” tandas dia.

Selain itu, Pemkot Surabaya berencana menempatkan petugas resmi dari Dishub untuk mengatur manajemen parkir di sekitar KBS. Langkah ini diambil untuk memastikan pengelolaan parkir yang lebih tertib dan teratur. (ST01)

Tags: Eri CahyadiKBSKebun Binatang SurabayaParkir MobilWali Kota Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In