• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Rakornas TPID, Presiden Jokowi Ingatkan Iklim Panas

by Redaksi
Jumat, 14 Juni 2024
Suasana Rakornas Pengendalian Inflasi dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award yang digelar di Istana Negara, Jakarta. Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono hadir dalam Rakornas tersebut.

Suasana Rakornas Pengendalian Inflasi dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award yang digelar di Istana Negara, Jakarta. Pj Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono hadir dalam Rakornas tersebut.

SURABAYATODAY.ID, JAKARTA – Presiden Joko Widodo membuka Rapat Kerja Nasional (Rakornas) Pengendalian Inflasi dan Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Award. Acara ini digelar di Istana Negara, Jakarta, Jumat (14/6).

Dalam sambutannya, Presiden Jokowi mengucapkan terima kasih kepada Tim TPID pusat dan Tim TPID daerah yang bekerja maksimal mengendalikan inflasi sehingga per Mei 2024 inflasi nasional berada di angka 2,84 persen. Inflasi tersebut juga diikuti pertumbuhan ekonomi yang baik sebesar 5,11 persen.

“Segar kalau seperti ini dan merupakan salah satu yang terbaik di dunia jika dibandingkan dengan sembilan sepuluh tahun lalu, angka inflasi 9,6 persen,” kata Jokowi.

BACA JUGA:  Rider Mario Aji Ulang Tahun, Dapat Surprise  dari Presiden Jokowi

Di sisi lain, Jokowi mengingatkan seluruh kepala daerah tetap waspada dan tidak boleh lengah. Sebab, berdasarkan laporan Sekjen PBB bahwa dunia menuju pada neraka iklim. Suhu akan mencapai rekor tertinggi 5 tahun ke depan.

“Satu pekan terakhir ini memang kita merasakan betul adanya gelombang panas. Periode terpanas, India 50 derajat celcius, Myanmar 58 derajat celcius. Panas sekali,” ujarnya.

Perubahan iklim dan warning dari PBB menjadi catatan penting bagi Presiden Jokowi, khususnya di sektor pangan. FHO mengatakan, apabila didiamkan maka diprediksi tahun 2050 dunia akan mengalami kelaparan berat dan 50 juta petani akan mengalami kekurangan air.

BACA JUGA:  ITS Buka Empat Prodi Baru pada SNBP dan SNBT 2024

“Ini yang harus dikerjakan dan diantisipasi mulai sekarang. Jangan main-main urusan air dan jangan main-main urusan gelombang panas karena larinya bisa ke inflasi. Ketika stok menipis, produksi berkurang maka otomatis inflasi akan naik dan ini urusan kehidupan manusia,” jelasnya.

Menindaklanjuti peringatan PBB dan FHO terkait persoalan musim kemarau dan air, Jokowi telah memerintahkan Kementerian Pertanian, Kementerian PU bersama TNI untuk secepatnya membangun 20 ribu pompa. Utamanya di daerah yang memiliki produksi surplus, yakni beras.

Jokowi menjelaskan, pompa dari sungai besar, sedang dan kecil harus ada saluran primer, irigasi sekunder, irigasi tersier sehingga sampai ke sawah untuk meningkatkan produksi yang biasanya panen sekali, bisa tiga kali panen.

BACA JUGA:  Dua Pelajar Asal Malang dan Surabaya Terpilih Anggota Paskibraka Nasional

“Ini yang menjaga inflasi kita tidak naik dan ketika el nino, kita siap sehingga produksi tidak turun. Itu goalnya,” tuturnya.

Di era teknologi, Jokowi juga meminta seluruh kepala daerah mengupgrade sisitem pertanian menjadi smart agree culture. Caranya, melakukan riset atau penelitian terhadap satu komoditi unggulan di daerah masing-masing.

“Nggak usah banyak-banyak melakukan riset, cukup satu komoditas unggulan saja. Riset, buat percontohan kemudian replikasi,” tegasnya.

“Selain itu, undang investor untuk membangun pabrik pengolahan sehingga memiliki nilai tambah dari setiap produksi pertanian dan perkebunan,” pungkasnya. (ST02)

Tags: Cuaca PanasIstana NegaraPresiden JokowiRakornasTPID
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In