• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 3 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Cacar Monyet Bisa Menular, Kenali Gejalanya!

by Redaksi
Rabu, 1 November 2023
Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya Nanik Sukristina.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Dinas Kesehatan (Dinkes) Pemkot Surabaya mengimbau masyarakat waspadai terhadap penyakit Cacar Monyet atau Monkeypox (Mpox). Karenanya, dinkes melakukan sejumlah langkah antisipasi penyebaran penyakit tersebut.

Kepala Dinkes Surabaya Nanik Sukristina menyatakan, meski penyakit Mpox yang telah ditemukan di Indonesia tetapi sejauh ini kasus tersebut belum ditemukan di Kota Pahlawan. “Di Surabaya sampai dengan hari ini belum ada kasus Mpox yang dilaporkan,” kata Nanik, Rabu (1/11).

Ia lantas menjelaskan, apabila ditemukan kasus dugaan Mpox maka pasien akan dirujuk ke rumah sakit yang memiliki ruang isolasi khusus untuk tatalaksana kasus sesuai standar. Sebab, Mpox berbeda dengan penyakit cacar air. Perbedaan khas Mpox terdapat pembengkakan kelenjar getah bening, sedangkan pada cacar air tidak ada.

“Masyarakat perlu waspada, serta mengenali gejalanya. Penyakit Mpox dapat menular ke semua usia, penularan Mpox pada manusia dapat melalui kontak dengan hewan atau manusia yang terinfeksi melalui percikan droplet, serta ibu hamil ke janin melalui plasenta,” jelasnya.

BACA JUGA:  ASN Penghuni Rusun Sudah Keluar, Diganti MBR

Gejala yang perlu diwaspadai adalah munculnya demam >38 derajat celcius, muncul ruam/lesi/keropeng kulit pada area wajah, telapak tangan dan kaki, serta alat kelamin. Selanjutnya terjadi pembengkakan kelenjar getah bening di leher, ketiak atau selangkangan, sakit kepala hebat, nyeri otot, sakit punggung, serta kelelahan tubuh.

“Bentuk mitigasi penyakit cacar monyet harus menghindari kontak langsung dengan hewan penular yang diduga terinfeksi Mpox seperti hewan pengerat, yaitu tupai, tikus, dan hamster. Lalu jenis hewan marsupial, seperti koala dan tikus berkantung, dan primata non-manusia seperti monyet dan kera baik mati atau hidup,” terangnya.

Selanjutnya adalah menghindari mengkonsumsi atau menangani daging yang diburu dari hewan liar. Membiasakan mengonsumsi daging yang sudah dimasak dengan benar, menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap saat menangani hewan yang terinfeksi.

“Pelaku perjalanan yang baru kembali dari wilayah terjangkit segera memeriksakan dirinya jika mengalami gejala dan menginformasikan riwayat perjalanannya. Seseorang yang mengalami gejala Mpox harus diisolasi dan dipantau sesuai petunjuk tenaga kesehatan. Seseorang yang mengalami gejala mengarah Mpox tidak boleh menghadiri acara, pesta, atau pertemuan,” ujar dia.

BACA JUGA:  Rumah Warga Miskin Ditempeli Stiker, Ada yang Menolak tapi Banyak Pula yang Minta

Bahkan, tenaga kesehatan yang merawat kasus harus menerapkan Pencegahan dan Pengendalian Infeksi (PPI), termasuk penggunaan APD yang sesuai. “Langkah memitigasi lainnya adalah melakukan seks secara aman termasuk membatasi jumlah pasangan seks. Pencegahan dengan alat kontrasepsi saja tidak dapat melindungi secara maksimal penularan Mpox karena kontak lesi pada kulit cukup menularkan. Namun penggunaan alat kontrasepsi secara konsisten dapat mencegah HIV dan penyakit menular seksual lainnya,” kata dia.

Meski begitu, Nanik menegaskan bahwa sejumlah upaya pencegahan terus dilakukan. Di antaranya, menerbitkan Surat Edaran Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Penyakit Monkeypox kepada seluruh rumah sakit, Puskesmas, dan Klinik di Kota Surabaya dengan tembusan Sekretaris Daerah Pemerintah Kota Surabaya, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, BPBD, DKPP, Satpol-PP, Bapemkesra, Kecamatan, Kelurahan, dan LSM HIV/AIDS di Kota Surabaya.

BACA JUGA:  Ribuan Pelari Ramaikan Perwosi Fun Run 2024

“Melakukan pemantauan informasi global dan regional melalui portal informasi resmi satu pintu yaitu WHO dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Republik Indonesia. Serta sosialisasi, seperti penyebarluasan informasi terkait Mpox, dan melakukan komunikasi risiko sesuai dengan Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Mpox baik secara langsung maupun melalui platform Instagram Dinkes Kota Surabaya,” tegas dia.

Selain itu, meningkatkan kewaspadaan melalui pengamatan laporan Surveilans Berbasis Kejadian (EBS) di aplikasi Sistem Kewaspadaan Dini dan Respon (SKDR) dan deteksi kasus dengan gejala Mpox yang datang ke Fasyankes.

“Serta melakukan penyelidikan Epidemiologi kasus apabila ditemukan kasus dengan tanda dan gejala Mpox yang berasal dari laporan masyarakat, media, maupun Fasyankes,” pungkasnya. (ST01)

Tags: Cacar MonyetDinkes SurabayaMonkeypoxMpoxPemkot Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  saat meninjau ketersediaan ternak kurban di peternakan Berkah Wafa Farm di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Setelah Nganjuk, Gubernur Khofifah Tinjau Peternakan Berkah Wafa Farm Mojokerto, Pilih Sapi Belgian Blue untuk Kurban Idul Adha

Minggu, 3 Mei 2026
Salah satu tarian ditampilkan dalam kegiatan Deck Reception saat sandar di Changi Naval Base, Singapura.

Pesona Budaya Nusantara Warnai Deck Reception KRI Bima Suci di Singapura

Minggu, 3 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Gubernur Khofifah Pastikan Stok Sapi Kurban Cukup

Minggu, 3 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama salah satu siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto.

Khofifah Rayakan Hardiknas Bersama Siswa Sekolah Rakyat di SRMP 15 Mojokerto

Sabtu, 2 Mei 2026

Berita Terkini

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa  saat meninjau ketersediaan ternak kurban di peternakan Berkah Wafa Farm di Desa Watesnegoro, Kecamatan Ngoro, Kabupaten Mojokerto.

Setelah Nganjuk, Gubernur Khofifah Tinjau Peternakan Berkah Wafa Farm Mojokerto, Pilih Sapi Belgian Blue untuk Kurban Idul Adha

Minggu, 3 Mei 2026
Salah satu tarian ditampilkan dalam kegiatan Deck Reception saat sandar di Changi Naval Base, Singapura.

Pesona Budaya Nusantara Warnai Deck Reception KRI Bima Suci di Singapura

Minggu, 3 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi bersama jajaran kepala Perangkat Daerah Pemkot  Surabaya hadir di Balai RW 7 Kelurahan Karah, Kecamatan Jambangan.

Wali Kota Eri Cahyadi Dorong Kemandirian Ekonomi Gen Z RW 7 Kelurahan Karah Lewat Wirausaha

Minggu, 3 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meninjau sentra peternakan UD Sapi Baru di Desa Sukorejo, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk.

Gubernur Khofifah Pastikan Stok Sapi Kurban Cukup

Minggu, 3 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa bersama salah satu siswa Sekolah Rakyat Menengah Pertama (SRMP) 15 Kabupaten Mojokerto.

Khofifah Rayakan Hardiknas Bersama Siswa Sekolah Rakyat di SRMP 15 Mojokerto

Sabtu, 2 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In