• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Sabtu, 9 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Terus Dukung Sustainability, ITS Manfaatkan Ekoenzim untuk Lingkungan

by Redaksi
Selasa, 6 Juni 2023
Kegiatan penuangan 200 liter ekoenzim di Danau Delapan ITS.

Kegiatan penuangan 200 liter ekoenzim di Danau Delapan ITS.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Sebagai salah satu institusi yang aktif berkontribusi menjaga sustainability lingkungan kampus, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) melakukan kegiatan penuangan 200 liter ekoenzim di Danau Delapan ITS, Senin (5/6). Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas air sekaligus sebagai salah satu rangkaian acara UI Greenmetric 2023.

Kepala Unit Pengembangan Smart Eco Campus ITS Dr Susi Agustina Wilujeng ST MT menjelaskan, kegiatan penuangan ekoenzim yang dilakukan bersama-sama oleh para pimpinan ITS ini bernama ITS Eco Enzym (IEE) 2023. Kegiatan tersebut bertujuan untuk meningkatkan kualitas air, baik dalam filtrasi air maupun optimalisasi kualitas alga yang ada di danau kampus tersebut.

BACA JUGA:  Mulai Juni 2025, Banyuwangi-Denpasar Akan Dilayani Kapal Cepat

“Hal ini dikarenakan ekoenzim yang dituang nantinya akan bereaksi dengan biokimia yang ada di air,” ujarnya.

Menurut Susi, kegiatan IEE 2023 ini juga sebagai simbolisasi awal ITS untuk lebih menggalakkan berbagai kegiatan sustainability di lingkungan kampus. Hal ini dikarenakan Danau Delapan ITS merupakan lokasi bertemunya beberapa saluran air di lingkungan kampus ITS dan sering digunakan mahasiswa untuk melakukan percobaan robot atau bangunan apung.

“Ekoenzim yang dituang di sini (Danau Delapan ITS, red) untuk memfasilitasi mereka dengan kualitas air yang baik serta upaya menjaga lingkungan,” papar dosen Departemen Teknik Lingkungan ini.

BACA JUGA:  ITS Rangkul Generasi Muda Lahirkan 1.000 Duta AI

Ekoenzim sendiri merupakan cairan organik yang dibuat dari limbah basah organik. Pembuatannya juga sederhana karena hanya memanfaatkan limbah dan alat rumah tangga. Limbah yang digunakan dapat berasal dari sampah buah maupun sayuran yang kemudian dicampurkan dengan gula, molase tebu, dan air yang difermentasi selama beberapa minggu.

“Wadah untuk fermentasi juga tidak perlu yang steril, dengan botol bekas pun bisa,” ungkap perempuan berkacamata tersebut.

Meskipun prosesnya sederhana, lanjut Susi, namun manfaat yang diberikan bagi lingkungan cukup besar. Selain untuk meningkatkan kualitas air, ekoenzim juga dimanfaatkan sebagai filter udara, pestisida alami dan pupuk organik bagi sektor pertanian, serta dapat menurunkan efek rumah kaca.

BACA JUGA:  Prodi S2 Magister Desain Interior, Pertama di Indonesia Ada di ITS

“Karena itu, ekoenzim tercipta sebagai alternatif pengelolaan limbah untuk peningkatan kualitas lingkungan yang lebih baik,” tutur Susi.

Di samping sebagai rangkaian acara UI Greenmetric 2023 yang serentak dilaksanakan di beberapa kampus di Indonesia, IEE 2023 ini juga bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia dan pre-event dari Dies Natalis ke-63 ITS. Kegiatan IEE 2023 ini juga bekerja sama dengan komunitas Eco Enzym Nusantara. “Melalui kegiatan ini, diharapkan kualitas air di Danau Delapan ITS bisa meningkat, serta masyarakat khususnya keluarga besar ITS bisa lebih peduli lingkungan,” tutup Susi berharap. (ST05)

Tags: EkoenzimITSLingkungan HidupSustainability
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Kota Lama Surabaya Jadi Lokasi Syuting Film Zona Merah, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Sabtu, 9 Mei 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding di sela meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo.

Gubernur Khofifah dan Kepala Badan Karantina RI Resmikan Karantina Terpadu Jatim Pertama di Indonesia

Sabtu, 9 Mei 2026
Gala Dinner film Zona Merah di Lobi Lantai 2 Balai Kota Surabaya.

Kota Lama Jadi Latar Film “Zona Merah”

Jumat, 8 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam percepatan tanam padi yang dilakukan di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Madiun:

Jumat, 8 Mei 2026

Berita Terkini

Kota Lama Surabaya Jadi Lokasi Syuting Film Zona Merah, Ini Rekayasa Lalu Lintasnya

Sabtu, 9 Mei 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Badan Karantina Indonesia Abdul Kadir Karding di sela meresmikan Instalasi Karantina Terpadu Jawa Timur di kawasan Puspa Agro Jemundo, Sidoarjo.

Gubernur Khofifah dan Kepala Badan Karantina RI Resmikan Karantina Terpadu Jatim Pertama di Indonesia

Sabtu, 9 Mei 2026
Gala Dinner film Zona Merah di Lobi Lantai 2 Balai Kota Surabaya.

Kota Lama Jadi Latar Film “Zona Merah”

Jumat, 8 Mei 2026
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dalam percepatan tanam padi yang dilakukan di Desa Gading, Kecamatan Balerejo, Kabupaten Madiun.

Gubernur Khofifah Pimpin Gerakan Panen dan Percepatan Tanam di Madiun:

Jumat, 8 Mei 2026
Festival Rujak Uleg menjadi salah satu event HJKS yang selalu menarik kunjungan wisatawan.

Yuk Liburan ke Surabaya, Jelajahi Panggung Budaya Terbesar Tahun Ini di Perayaan HJKS ke-733

Jumat, 8 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In