• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Headlines

Jantung Sering Berdebar atau Detaknya Melambat? Hati-Hati Aritmia

by Redaksi
Jumat, 14 April 2023
dr Ragil Nur Rosyadi, SpJP (K), FIHA memberikan pemaparan tentang penyakit jantung aritmia.

dr Ragil Nur Rosyadi, SpJP (K), FIHA memberikan pemaparan tentang penyakit jantung aritmia.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Jantung berdebar-debar karena panik atau gugup, tentu itu normal. Namun pernahkan Anda mengalami jantung berdebar secara tiba-tiba dan tanpa sebab? Atau mungkin detak jantung Anda juga melambat?

Hati-hati, bisa jadi itu penyakit jantung aritmia. Aritmia adalah gangguan pada detak jantung atau irama jantung yang ditandai dengan detak jantung yang tidak teratur, bisa terlalu cepat atau terlalu lambat.

Hal itu disampaikan dr Ragil Nur Rosyadi, SpJP (K), FIHA, Jumat (14/4). Ia memaparkannya dalam media gathering yang diadakan di Communal Coffee & Eatery, jelang berbuka puasa.

Ia menjelaslan bahwa penyakit jantung aritmia adalah merupakan jenis penyakit jantung yang berbeda dengan penyakit jantung koroner. Dikatakan, kebanyakan kasus gangguan detak jantung sering timbul tanpa gejala apapun.

BACA JUGA:  Yuk Kenali Gejala Si 'Silent Killer' Bernama Aritmia

“Sehingga membuat seseorang tak sadar jika dirinya terkena aritmia,” katanya.

Menurut dr Ragil, dalam banyak kematian yang disebabkan karena penyakit jantung, 70 persen memang karena jantung koroner. Namun jangan abaikan penyakit aritmia yang juga menjadi penyebabnya.

Ia mencontohkan ada orang habis berolahraga, tiba-tiba meninggal. “Lihat orangnya masih muda dan rajin olahraga. Itu bisa jadi karena jantung aritmia,” terangnya.

Karena itu, seseorang yang memiliki jantung sehat pun memiliki potensi terkena aritmia jika berada dalam kondisi tertentu. Misalnya, penyalahgunaan alkohol, diabetes, konsumsi kafein berlebihan, gangguan hormonal (gangguan tiroid), tegang atau stres emosional, merokok, dan mengonsumsi obat-obatan.

BACA JUGA:  Khofifah Pun Terpukau Keindahan Bunga Tabebuya

Dr Ragil menerangkan untuk memastikan apakah seseorang memiliki gangguan jantung aritmia atau tidak, bisa dilakukan pengecekan terhadap denyut jantung.

Dokter biasanya akan melakukan pemeriksaan dengan EKG ataupun holter (perekaman EKG dengan alat khusus selama 24 jam). Bila diperlukan akan dilakukan pemeriksaan khusus yang disebut Electrophysiology Study (EP Study).

EP study merupakan jenis pemeriksaan listrik jantung secara detail dan menyeluruh yang mampu mendeteksi gangguan pada impulse listrik yang biasanya menjadi penyebab gangguan irama jantung.

BACA JUGA:  Komisi B Dorong Pemkot Terbitkan Payung Hukum Dana Stimulan Bagi Pasien Covid-19

Dr Ragil kembali mengatakan kebanyakan kasus gangguan detak jantung sering timbul tanpa gejala apapun. Hal ini membuat seseorang tidak sadar jika terkena aritmia. “Dan aritmia bisa menyerang siapa saja, termasuk anak-anak,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Siloam Hospitals Surabaya dr Lisa Gunawan menyatakan gangguan kesehatan dapat menyerang siapa saja, kapan saja, dan di mana saja. Pihaknya ingin mengedukasi masyarakat untuk sadar akan pentingnya medical check up, termasuk tentang pemeriksaan jantung.

“Dengan medical check up, kita peduli terhadap kesehatan sehingga produktivitas terus berjalan,” ujar dr Lisa. (ST01)

Tags: AritmiaJantung BerdebarJantung KoronerSiloam Hospitals Surabaya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

BRIDA Surabaya Resmi Terbentuk, Kebijakan Kota Wajib Berbasis Riset dan Sains

Selasa, 20 Januari 2026

Satpol PP Surabaya Amankan Seorang WRSE di Area TPU Kembang Kuning

Selasa, 20 Januari 2026

Berita Terkini

Foto bersama di sela forum ASEAN University Network/Southeast Asia Engineering Education Development Network (AUN/SEED-Net) Steering Committee Meeting 2026.

Perkuat Kolaborasi Riset ASEAN – Jepang, ITS Pimpin Sidang AUN/SEED-Net 2026

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

2.600 Tenaga Pendidik se Jatim Ikuti Sosialisasi Program Pengelolaan Talenta Digital Nasional,

Selasa, 20 Januari 2026

ITS Dukung Kontribusi Sains dalam Konsorsium Rehabilitasi Pascabencana

Selasa, 20 Januari 2026

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Sumbersari Jember, Wujud Komitmen Kendalikan Harga Bahan Pokok dan Jaga Daya Beli Masyarakat

Selasa, 20 Januari 2026

Sekdaprov Adhy Terima Audiensi Bersama Trajectory Co., Ltd. dan Chiba Institute Of Science

Selasa, 20 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In