SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa melakukan pertemuan dengan jajaran Forkopimda Jawa Timur serta bupati/wali kota se-Jatim di Gedung Negara Grahadi. Pada pertemuan ini dibaghas masa rentan potensi kenaikan tingkat kriminalitas jelang Hari Raya Idul Fitri.
Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Farid Makruf, MA menyebutkan bahwa sinergi antar semua jajaran inilah yang menjaga kestabilan keamanan di Jatim. Ia mengajak para kepala daerah selalu memberikan pemahaman moderasi kepada masyarakat di daerahnya masing-masing.
“Diperlukan adanya pelurusan pemahaman dengan bantuan Forkopimda terutama bupati dan wali kota agar tidak terbentuk kelompok-kelompok esktrem di kalangan masyarakat. Jangan biarkan ajaran yang menyimpang semakin tajam masuk,” ujarnya.
Ia pun menyatakan kesiapannya untuk bersinergi bersama Kapolda Jatim Irjen Pol Toni Harmanto, untuk mengawal keamanan Jawa Timur dari gerakan-gerakan ekstrem dan intoleran. “Saya dan bapak Kapolda siap mengawal pengamaman. Semoga keamanan ini bisa menjaga Jatim yang sejahtera,” pungkasnya.
Sementara itu Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Toni Harmanto, menyampaikan apresiasinya kepada Gubernur Khofifah serta Forkopimda Kabupaten/Kota atas perannya turut serta menjaga keamanan Jatim. Diketahui, hingga kini di bawah pimpinan Khofifah, 861 Pos Keamanan Lingkungan (Poskamling) telah direvitalisasi dan dibangun kembali.
“Di bawah kepemimpinan ibu Gubernur di Jatim sudah ada 861 Poskamling yang sudah terbangun kembali. Pengejewantahan terkait reviltasiasi sangat diperlukan di Jatim,” sebutnya.
Kapolda Jatim pun menekankan bahwa Forkopimda beserta masyarakat Jatim perlu membangun kewaspadaan atas kelompok teror yang menyebarkan keresahan. Kewaspadaan ini penting untuk dimiliki bersama dengan pemahaman atas moderasi.
“Semoga silaturahmi ini menjadi penunjang yang baik untuk kesepakatan bersama atas keamanan Jawa Timur dan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang baik. Kewaspadaan terhadap kelompok teror yang masih menyebarkan keresahan di Jatim harus dibangun. Moderasi memperbaiki sikap dan pandangan politik,” tegasnya. (ST02)





