• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Minggu, 5 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Masjid Jami’ Tegalsari Ponorogo, Tiangnya dari Kayu Jati Tanpa Paku

by Redaksi
Selasa, 4 April 2023
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Masjid Jami’ Tegalsari, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Masjid Jami’ Tegalsari, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo.

SURABAYATODAY.ID, PONOROGO – Jelajah masjid legendaris di Jawa Timur sebagai rangkaian Safari Ramadan Gubernur Khofifah Indar Parawansa sampai di Ponorogo. Di Bumi Reog tersebut, Gubernur Khofifah berkesempatan melaksanakan jamaah salat tarawih di Masjid Jami’ Tegalsari, Desa Tegalsari, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Senin (3/4) malam.

Masjid Jami’ Tegalsari ini merupakan salah satu masjid tertua di Indonesia yang didirikan sekitar abad ke-18 oleh Kiai Ageng Muhammad Besari. Ia adalah seorang ulama kondang yang menyebarkan agama Islam di Ponorogo dan sekitarnya.

Gubernur Khofifah mengatakan, masjid Jami’ Tegalsari ini sangat khas dengan nuansa spiritual dan kultural. Kentalnya unsur budaya Jawa pada masjid ini diperkuat dengan 36 tiang kokoh dari kayu jati tanpa paku. Semua kayu jati tersebut dikuatkan dengan pasak kayu.

BACA JUGA:  Cara Pemkot Surabaya Atasi Genangan Pusat Kota, Koneksikan Saluran dengan Riol Belanda

Jumlah tiang mengandung arti jumlah wali/wali songo (3+6=9) yang menyebarkan agama Islam di Pulau Jawa dan atap berbentuk kerucut mengambarkan keagungan Allah SWT. Tidak hanya itu, kubah masjid terbuat dari tanah liat (sejenis gerabah) yang masih terjaga keasliannya hingga sekarang.

“Masjid Jami’ Tegalsari ini menjadi salah satu masjid tertua di Indonesia. Bahkan Masjid ini juga tercatat sebagai bangunan cagar budaya berdasar Undang-undang RI No 5 Tahun 1992. Dari bangunannya kita bisa lihat bahwa nuansa Budaya Jawa sangat kental. Dan ini menjadi salah satu masjid bersejarah di Indonesia,” katanya.

BACA JUGA:  Ada Rumah Sakit Covid-19 di Cito, Akses Masuk-Keluar Pasien dan Pengunjung Diminta Dipisah

Unsur kekunoan masjid ini sangat terlihat. Dilansir dari laman warisan budaya kemendikbud, kekunoan arsitektur Masjid Tegalsari di samping dapat dilihat dari konteks dan keletakan, juga dari unsur fisik masjid yang lain. Seperti adanya pagar keliling yang mengitari kompleks masjid.

Pagar keliling ini mempunyai arti memisahkan daerah yang sakral dan propan. Halaman masjid terbagi menjadi tiga yang masing-masing mempunyai arti atau tingkat kesakralan yang berbeda. Bagian yang paling sakral adalah mulai dari serambi hingga ruangan masjidnya.

Menurut Khofifah, keberadaan masjid Jami’ ini erat kaitannya dengan sejarah dakwah Islam di masa itu. Di mana Tegalsari memiliki nilai sejarah dan semangat dakwah Islam yang besar. Sosok Kyai Ageng Muhammad Besari juga memiliki peran yang kuat.

BACA JUGA:  Pembekalan Relawan Surabaya Memanggil; Diajari Memandikan Jenazah Covid-19 dan Menyetir Ambulance

Beliau pula yang mendirikan Pondok Pesantren Tegalsari. Ribuan orang santri konon yang belajar di pesantren ini. “Kiai Besari memberikan ilmu syariat, akidah, tasawuf atau akhlak, hingga kesenian Jawa, khususnya sastra. Beliau  zuriahnya (keturunannya) Subhanallah dari orang yang sholeh dan sholehah. Beliau bisa memberseiringkan bagaimana menjadi ulama dan jadi umarah. Kedalaman keilmuannya luar biasa,” katanya.

Komplek Masjid Tegalsari ini terdiri dari tiga bagian yaitu Dalem Gede  merupakan kerajaan kecil yang dulunya merupakan pusat pemerintahan. Kemudian sebuah masjid serta komplek makam Kiai Ageng Muhammad Besari. (ST02)

Tags: Gubeenur KhofifahKiai Ageng Muhammad BesariMasjid Jami' TegalsariPonorogo
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Gerakkan Ekonomi Warga, Wali Kota Eri Cahyadi Fokus Koneksi Infrastruktur Jalan di Tahun 2026-2027

Minggu, 5 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Pemkot Surabaya Dorong Kinerja BUMD Lebih Sehat

Minggu, 5 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Ajak SPPG Perkuat Tata Kelola MBG di Daerah

Sabtu, 4 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Jadi Keynote Speaker Jatim Talk, Gubernur Khofifah Ungkap Berbagai Hal Strategis Hadapi Dinamika Global

Sabtu, 4 April 2026

Berita Terkini

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Gerakkan Ekonomi Warga, Wali Kota Eri Cahyadi Fokus Koneksi Infrastruktur Jalan di Tahun 2026-2027

Minggu, 5 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Pemkot Surabaya Dorong Kinerja BUMD Lebih Sehat

Minggu, 5 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Gubernur Khofifah Ajak SPPG Perkuat Tata Kelola MBG di Daerah

Sabtu, 4 April 2026
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa

Jadi Keynote Speaker Jatim Talk, Gubernur Khofifah Ungkap Berbagai Hal Strategis Hadapi Dinamika Global

Sabtu, 4 April 2026

Wajah Baru Lapangan Rangkah: Dari Debu Jadi Kebanggaan, Upaya Pemkot Surabaya Tekan Kecanduan Gadget Anak

Sabtu, 4 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In