• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Kamis, 14 Mei 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Kembangkan SahabatCAPD, Tim Naraya ITS Permudah Pasien Terapi

by Redaksi
Rabu, 21 Desember 2022

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Meski cukup diminati masyarakat karena biayanya lebih terjangkau, metode Continous Ambulatory Peritoneal Dialysis (CAPD) sebagai salah satu alternatif pengobatan pasien dengan penyakit ginjal kronis memerlukan pengawasan yang sangat ketat. Menjawab permasalahan tersebut, Tim Naraya dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembangkan platform asisten virtual yang memudahkan pengawasan kondisi pasien dari jarak jauh.

Ketua Tim Naraya ITS Fiqey Indriati Eka Sari menuturkan bahwa SahabatCAPD merupakan aplikasi gagasan timnya yang dibuat sejak tahun 2021 lalu. Berbasis Artificial Intelligence (AI) dan Augmented Reality (AR), aplikasi ini membantu self-monitoring pasien sehingga dokter dan tenaga medis dapat memantau kondisi pasien secara real time.

“Dengan demikian, dokter dapat memberikan rekomendasi apabila pasien berada pada kondisi abnormal,” paparnya.

BACA JUGA:  Ungguli Kampus Top Dunia, Barunastra ITS Kembali Berjaya di Amerika

Lebih lanjut, menurut Fiqey, fitur-fitur berupa sistem pencatatan digital, sistem pendeteksian, hingga sistem pemantauan dan doctorbot didesain untuk membantu pasien yang menggunakan aplikasi ini. “Pasien tidak perlu lagi menggunakan buku untuk mencatat perkembangan mereka selama sebulan hingga temu dokter dilakukan,” terangnya.

Terkait sistem pencatatan, Fiqey mengungkapkan bahwa pasien harus memperbarui data sebanyak tiga hingga lima kali sehari pasca pasien mengganti cairan dialisat steril ke rongga peritoneum melalui kateter permanen. Adapun data yang harus dimasukkan adalah keluhan, tekanan darah, berat badan, dan perbedaan volume cairan buangan.

BACA JUGA:  Jadi Wisudawan Termuda ITS, Gadis Ini Lulus di Usia 20 Tahun

“Aplikasi ini juga dapat diintegrasikan dengan smartwatch untuk otomatisasi data tekanan darah,” tandasnya.

Mahasiswi Departemen Teknik Informatika ini menjelaskan bahwa data-data tersebut juga ditunjang dengan data citra cairan buangan yang harus difoto oleh pasien. Dengan data-data tersebut, sistem akan dapat mendeteksi adanya kondisi abnormal atau potensi terjadinya komplikasi pada pasien.

“Dokter dan tenaga medis akan mendapat notifikasi apabila data yang dimasukkan pasien tidak normal,” ungkapnya.

Selain sistem pencatatan dan pendeteksian, aplikasi ini dibuat untuk mendukung sistem pemantauan pasien secara real time. Seluruh data yang dimasukkan oleh pasien akan tersimpan dan tercatat dalam logbook serta menjadi catatan historis yang bisa dilihat oleh tenaga medis.

BACA JUGA:  Desain Interior ITS Unjuk Pameran Tugas Akhir

“Ada pula fitur doctorbot yang membantu pasien untuk mengetahui berbagai informasi seputar terapi CAPD guna mendukung suksesnya terapi,” imbuhnya.

Mengingat kebermanfaatannya yang dapat membantu pasien terapi CAPD, Tim Naraya mengikutsertakan gagasannya dalam sebuah lomba. Berkat gagasan cemerlangnya tersebut, tim bimbingan dosen Dini Adni Navastara SKom MKom ini telah berhasil menyabet medali emas dalam ajang kompetisi Pagelaran Mahasiswa Nasional Bidang Teknologi, Informasi, dan Komunikasi (Gemastik) 2022 lalu. “Semoga SahabatCAPD dapat segera dipakai di Indonesia dan membantu serta memudahkan tenaga medis dan pasien terapi CAPD,” pungkasnya. (ST05)

Tags: Continous Ambulatory Peritoneal DialysisITSPenyakit Ginjal KronisSahabatCAPDTerapi PasienTim Naraya
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai saat rapat dengar pendapat di DPRD Surabaya.

Pigai Soroti Adanya “Missing Link” Koordinasi dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 13 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wujudkan Kampung Pancasila, Wali Kota Eri Gandeng 6 Lembaga CSR Perbaiki Ribuan Rutilahu dan Tekan Stunting

Rabu, 13 Mei 2026

Harga Plastik Naik, DLH Surabaya Ajak RT-RW Bangun Ekosistem Bank Sampah

Rabu, 13 Mei 2026
Foto ilustrasi

HJKS ke-733 Makin Meriah, Surabaya Shopping Festival 2026 Tebar Promo Belanja hingga Medical Tourism

Rabu, 13 Mei 2026

Berita Terkini

Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai saat rapat dengar pendapat di DPRD Surabaya.

Pigai Soroti Adanya “Missing Link” Koordinasi dalam Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis

Rabu, 13 Mei 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi

Wujudkan Kampung Pancasila, Wali Kota Eri Gandeng 6 Lembaga CSR Perbaiki Ribuan Rutilahu dan Tekan Stunting

Rabu, 13 Mei 2026

Harga Plastik Naik, DLH Surabaya Ajak RT-RW Bangun Ekosistem Bank Sampah

Rabu, 13 Mei 2026
Foto ilustrasi

HJKS ke-733 Makin Meriah, Surabaya Shopping Festival 2026 Tebar Promo Belanja hingga Medical Tourism

Rabu, 13 Mei 2026

ITSafe, Langkah ITS Wujudkan Ruang Aman dan Inklusif di Kampus

Rabu, 13 Mei 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In