• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Selasa, 21 April 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Peringatan Harkannas ke-9, Arumi Bachsin Ajak Forikan Masifkan Gerakan Makan Ikan

by Redaksi
Rabu, 30 November 2022
Ketua Forikan Jatim Arumi Bachsin.

Ketua Forikan Jatim Arumi Bachsin.

SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Ketua Tim Penggerak PKK Prov Jawa Timur sekaligus Ketua Forikan Jatim Arumi Bachsin menyampaikan pentingnya upaya untuk memicu peningkatan konsumsi ikan di kabupaten/kota se- Jatim. Hal tersebut penting dimasifkan untuk menekan angka stunting di Jawa Timur.

“Kita ini kekayaan ikannya melimpah, produksinya tinggi. Tapi pemanfaatannya belum maksimal. Padahal ikan ini memiliki tipe protein yang lebih mudah dicerna oleh tubuh baik pada bayi hingga lansia,” ungkap Arumi.

Hal ini disampaikan saat menghadiri Sarasehan Peningkatan Konsumsi Ikan dalam rangka Hari Ikan Nasional ke-9 Provinsi Jawa Timur di Dyandra Convention Hall, Rabu (30/11).

BACA JUGA:  Gubernur Khofifah Salurkan Berbagai Bantuan dan Tali Asih Senilai Rp16,616 Miliar untuk Masyarakat Kabupaten dan Kota Kediri

Menurut Arumi, masih belum tingginya angka konsumsi ikan di Jawa Timur salah satunya disebabkan oleh faktor budaya. Dicontohkannya di Trenggalek. Trenggalek memiliki panjang garis pantai lebih dari 100 km, namun pemanfaatan ikan belum bisa merambah hingga kota, melainkan hanya di pesisir.

“Lucunya, saat ini anak-anak nelayan justru tidak mengkonsumsi ikan. Karena nelayan fokus pada sisi  peningkatan ekonominya saja. Mending dijual daripada di makan,” katanya

“Hal inilah yang menjadi faktor tingginya angka stunting di Jawa Timur. Karena anak nelayan tidak makan ikan, anak petani tidak makan beras dan anak peternak sapi tidak mengkonsumsi susu sapi,” tambahnya

BACA JUGA:  Pemkot Surabaya Targetkan Tidak Ada Kasus Stunting Baru di 2027

Mindset dan budaya yang demikian menurut Arumi sulit untuk dibenahi. Namun, dengan posisi sebagai Ketua Forikan di Kabupaten/Kota, Ia meyakini bahwa bisa melahirkan diversifikasi makanan yang berbahan dasar ikan.

“Jadi mumpung masih dijabatan sekarang, mari kita dorong untuk memunculkan makanan khas daerah yang berbasis ikan. Karena selalu saya sampaikan bahwa budaya dan pola pikir itu harus kita hargai,” ujarnya

Dirinya kemudian menuturkan bahwa saat angka konsumsi ikan di Provinsi Jawa Timur telah mencapai  44kilogram per kapita per tahun. Bahkan Kabupaten Banyuwangi telah mencapai 62kilogram perkapita pertahunnya.

“Banyuwangi ini fantastis. Angka konsumsi ikannya sudah setara dengan Jepang. Sehingga saya rasa pemberian penghargaan kepada Banyuwangi tadi sudah tepat,” sebutnya

BACA JUGA:  Letkol Heri Adalah Ketua RT, Tetangga Berharap Kapal Selam KRI Nanggala 402 Segera Ditemukan

“Bahan hasil produksi ikan di Jawa Timur tidak hanya melengkapi kebutuhan pasar domestik melainkan sampai ekspor ke pasar internasional. Misalnya Tuna, udang faname, ikan layur dan yang lainnya,” tambah Arumi.

Dengan peringatan Hari Ikan Nasional ini, Arumi berharap akan muncul diversifikasi cara pengolahan ikan di Jawa Timur. “Kalau diperhatikan setiap acara Forikan pasti ada demo masak. Inilah yang menjadi pemicu munculnya diversifikasi. Karena beda ikan, beda cara mengolahnya. Tidak susah, malah lebih mudah daripada mengola daging,” kata Arumi. (ST02)

Tags: Arumi BachsinForikan JatimSarasehan
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026

Berita Terkini

Peringati Hari Kartini 2026, Gubernur Khofifah Ajak Bergerak Bersama Turunkan Angka Kematian Ibu

Selasa, 21 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat meluncurkan program Medical Tourism dan Bakti Sosial Terintegrasi.

Wali Kota Eri Cahyadi Luncurkan Medical Tourism Terintegrasi

Selasa, 21 April 2026
Eka Hardiyanti Suteja (35), satu-satunya sopir perempuan Suroboyo Bus.

Semangat Kartini: Kisah Eka, Sopir Perempuan Suroboyo Bus yang Betah di Jalanan

Selasa, 21 April 2026
Foto ilustrasi

Data DTSEN Menyusut 34 Ribu, 147.545 KK di Surabaya Masih Dinonaktifkan

Senin, 20 April 2026
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, saat launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan.

Pemkot Surabaya Gaspol Kampung Pancasila, 12 Ribu ASN dan Pemuda Turun Dampingi 1.361 RW

Senin, 20 April 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In