• Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
Rabu, 21 Januari 2026
-18 °c
  • Login
Surabaya Today
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks
No Result
View All Result
Surabaya Today
No Result
View All Result
Home Daerah

Kodim Bojonegoro Gelar Pembinaan Masyarakat Tanggap Bencana

by Redaksi
Jumat, 18 November 2022
Kegiatan pembinaan masyarakat tanggap bencana yang dilaksanakan di gedung Ahmad Yani Makodim 0813 Bojonegoro.

Kegiatan pembinaan masyarakat tanggap bencana yang dilaksanakan di gedung Ahmad Yani Makodim 0813 Bojonegoro.

SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO –  Sebagai wujud kepedulian TNI di wilayah teritorial dalam upaya mengurangi dampak yang ditimbulkan apabila terjadi bencana alam, Kodim 0813 Bojonegoro menggelar pembinaan masyarakat tanggap bencana, Jumat (18/11), Kegiatan dilaksanakan di gedung Ahmad Yani Makodim setempat dengan tema “Bersama TNI Membangun Bangsa”.

Kegiatan dilaksanakan untuk membantu pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam. Selain itu juga menekan kerugian baik korban jiwa dan harta benda akibat dari bencana alam.

Hadir dalam kegiatan ini Pasiter Kodim 0813 Bojonegoro, Kapten Inf Surahmat, Kasi Kedaruratan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bojonegoro, Agus Purnomo,, serta Tim SAR Kodim 0813 Bojonegoro dan 100 orang warga masyarakat dari 84 desa sepanjang bantaran Sungai Bengawan Solo.

Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arm Arif Yudo Purwanto, dalam sambutannya yang dibacakan Pasiter, menyampaikan bahwa kegiatan dilaksanakan merupakan wujud kepedulian TNI kepada masyarakat dalam rangka antisipasi dini dan meminimalisir dampak yang ditimbulkan apabila terjadi bencana alam.

BACA JUGA:  Longsor di Ngetos Nganjuk, Puluhan Warga Belum Diketahui Keberadaannya

Menurutnya, bahwa hal tersebut tercantum dalam tugas TNI dalam Operasi Militer Selain Perang atau OMSP yaitu membantu dalam menanggulangi bencana alam (UU No. 34/2004, pasal 7 ayat 2). “Tujuan dilaksanakannya kegiatan ini untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapan masyarakat dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana alam, serta menekan kerugian baik korban jiwa maupun harta benda akibat dari bencana alam,” ujarnya.

Sedangkan penetapan peserta pada kegiatan ini yaitu bagi warga masyarakat khususnya dari desa-desa yang dilewati atau dilintasi aliran Sungai Bengawan Solo. Pihaknya berharap kegiatan ini benar-benar bisa dimanfaatkan dan diambil ilmunya.

Harapannya, dengan adanya kegiatan pembinaan ini para peserta bisa berbagi ilmu kepada warga yang lain. “Sehingga kedepan kesadaran masyarakat dalam mengantisipasi kerawanan daerah bencana semakin meningkat, serta terwujudnya kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi bencana,” tambahnya.

BACA JUGA:  KRI Bima Suci Disambut Meriah di Makassar dalam Muhibah Diplomasi Duta Bangsa dan Lattek KJK Taruna AAL

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Bojonegoro, Agus Purnomo, memaparkan, menurut Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 Penanggulangan Bencana bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat dari ancaman bencana, menyelaraskan peraturan perundang-undangan yang sudah ada, menjamin terselenggaranya penanggulangan bencana secara terencana, terpadu, terorganisasi dan menyeluruh.

“Selain itu, untuk menghargai budaya local, membangun partisipasi dan kemitraan publik serta swasta, mendorong semangat gotong-royong, kesetiakawanan dan kedermawanan, serta menciptakan perdamaian dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” tuturnya.

Sementara tanggungjawab pemerintah dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana sesuai Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 yaitu menjamin pemenuhan hak masyarakat dan pengungsi yang terkena bencana secara adil, dan sesuai dengan standar pelayanan minimum, memberikan perlindungan masyarakat dari dampak bencana, mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana dalam APBN yang mewadahi.

“Mengurangi risiko bencana dan memadukan pengurangan risiko bencana dengan program pembangunan, memulihkan kondisi dari dampak bencana, mengalokasikan anggaran penanggulangan bencana dalam bentuk dana siap pakai serta pemeliharaan arsip atau dokumen otentik dan kredibel dari ancaman dan dampak bencana,” paparnya.

BACA JUGA:  Wawali Armuji Ajak Masyarakat Gotong Royong Hadapi Cuaca Ekstrem

Ia menambahkan pencegahan dan penanganan bencana alam tidak bisa dilakukan oleh satu pihak atau sendiri-sendiri. Melainkan masyakarat harus bergotong-royong untuk saling bersinergi dan berkolaborasi antar elemen. Konsep tersebut dinamakan kolaborasi pentahelix atau multipihak yaitu pemerintah, dunia usaha, masyarakat, akademisi-pakar, dan media.

Berdasarkan data kerawanan risiko bencana tahun 2021, wilayah potensi banjir luapan sungai-genangan di Kabupaten Bojonegoro meliputi 250 desa di 21 kecamatan. Ancaman bencana diantaranya seperti banjir, kekeringan, tanah longsor, gempa bumi, cuaca ekstrem, kebakaran hutan dan lahan, kegagalan industri (bencana non alam hulu migas) serta epidemi dan wabah penyakit.

“Bencana merupakan tanggungjawab bersama, dan minta bantuanya apabila ada bencana agar diinformasikan ke kami BPBD Bojonegoro,” pungkas Agus Purnomo.(ST10)

Tags: Bencana AlamKodim 0813 Bojonegoro
ShareTweetSendShareSend

Related Posts

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

Berita Terkini

Founders Bootcamp 2026 akan berlangsung pada 23 Januari 2026 di Balai Pemuda Surabaya.

Founders Bootcamp 2026 Segera Hadir di Surabaya, Ajak Calon Founder Siapkan Diri Sebelum Bangun Usaha

Rabu, 21 Januari 2026
Konferensi pers tentang terkait mekanisme pencairan upah bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja Paruh Waktu di Pemkot Surabaya.

Patuh Regulasi Pusat, Pengupahan PPPK-PW Pemkot Surabaya Ikuti KepmenPAN-RB dan SE Kemendagri

Rabu, 21 Januari 2026
Gubernur Khofifah Indar Parawansa saat menerima silaturrahmi jajaran PWNU Jawa Timur di Gedung Negara Grahadi, Surabaya.

Gubernur Khofifah Dukung PWNU Jatim Gelar Mujahadah Kubro 1 Abad NU di Malang

Rabu, 21 Januari 2026

Pariwisata Surabaya Tumbuh Positif, Kunjungan Wisatawan Tembus 25,4 Juta Sepanjang 2025

Rabu, 21 Januari 2026

BRIDA Surabaya Luncurkan SI EPID, Perkuat Tata Kelola Inovasi Menuju World Class Smart City

Rabu, 21 Januari 2026
Surabaya Today

© 2019 Surabaya Today

Navigate Site

  • Redaksi
  • Contact
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

Follow Us

No Result
View All Result
  • Home
  • Peristiwa
  • Politik & Pemerintahan
  • Hukum & Kriminal
  • Ekbis
  • Serba Serbi
    • Olahraga
    • Sosbud
  • Daerah
  • Advertorial
  • Indeks

© 2019 Surabaya Today

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In