SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – di Hari Santri 2022, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Sertifikat aalawat badar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) Indonesia kepada ahli waris pencipta Salawat Badar KH. Ali Mansur Siddiq dari Menteri Pendidikan, Kebudayaan Riset dan Teknologi Nadiem Makarim.
Gubernur Khofifah menjelaskan, sholawat badar ini sengaja didaftarkan ke Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Riset dan Teknologi sebagai WBTB. Ini sebagai bentuk pengakuan dan apresiasi kepada pencipta Salawat Badar.
“Hari ini menjadi terang benderang bahwa Salawat Badar karya KH Ali Mansur Siddiq telah resmi menjadi Warisan Budaya Tak Benda Indonesia,” ungkapnya.
Sebagaimana diketahui Salawat Badar sendiri merupakan pujian kepada Nabi Muhammad SAW dan para sahabat yang gugur dalam Perang Badar. Salawat ini telah lama dikumandangkan oleh umat muslim untuk dipersembahkan pada Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, Gubernur Khofifah juga menyematkan lencana penghargaan Jer Basuki Mawa Beya kategori Emas dan Perak tahun 2022. Adapun penerima Lencana Jer Basuki Mawa Beya Emas, yaitu KH. Asep Saifuddin Chalim pendiri dan pengasuh Ponpes Amanatul Ummah Kota Surabaya dan Kab. Mojokerto atas prestasi dan keberhasilannya dalam meningkatkan prestasi santri dibidang akademik berbasis pondok pesantren.
Selanjutnya, penerima Lencana Perak disematkan kepada Mas Purnomo Hadi Kadis Koperasi dan UMKM tahun 2017-2021 atas keberhasilannya meningkatkan kesejahteraan masyarakat berbasis ponpes di Jatim melalui program One Pesantren One Product (OPOP).
Serta, Sekretaris OPOP Jatim Ghofirin atas prestasinya aktif melakukan pemberdayaan ekonomi pesantren dalam mewujudkan kemandrian ekonomi pesantren lewat tiga pilar yakni Pesantrenpreneur, Santripreneur dan Sosiopreneur.
Di sisi lain, ia menyampaikan harapannya agar ke depan para santri terus membangun keunggulan akhlak, keunggulan sumberdaya manusia. Kuatnya karakter dibarengi penguasaan ilmu dan teknologi, responsive dan adaptif terhadap perubahan zaman.
Dalam mendorong keunggulan akhlak dan SDM santri, sejauh ini Pemprov Jatim telah memberikan beasiswa Strata 1 untuk 4.325 mahasiswa dan santri yang memenuhi syarat untuk melakukan studi di Al Azhar Mesir beasiswa S2 dan S3 kepada guru dan dosen dari Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) yang berbasis Pesantren melalui Lembaga Pengembangan Pesantren dan Diniyah yang menyasar 115 PTKI sejak tahun 2019 sampai tahun 2022.
Ia juga mengajak semua masyarakat memanjatkan doa bagi para korban tragedi Stadion Kanjuruhan. Berdasarkan update, korban yang dinyatakan meninggal kembali bertambah menjadi total 134 orang.
“Bagi korban yang meninggal pada tragedi Kanjuruhan, semoga seluruh khilafnya diampuni oleh Allah. Mudah-mudahan mereka dipanggil dalam keadaan husnul khotimah. Dan bagi yang masih dirawat di RS semoga segera diberi kesehatan,” tutur Khofifah. (ST02)





