SURABAYATODAY.ID, BOJONEGORO – Dengan mengusung tema “Generasi Muda Sebagai Wirausaha Milenial Inovatif Berwawasan Kebangsaan” Kodim 0813 Bojonegoro menggelar Komunikasi Sosial (Komsos) dengan Komponen Masyarakat tahun 2022. Kegiatan dilaksanakan di gedung Ahmad Yani, Makodim setempat, Jumat (9/9).
Hadir dalam kegiatan ini Kasdim 0813 Bojonegoro, Mayor Inf I Putu Gede Widarta, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro Sukemi, dan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bojonegoro Ahmad. Selain itu juga hadir tokoh masyarakat, tokoh agama, perwakilan Mahasiswa IPPNU, anggota Perkumpulan Penyandang Disabilitas Indonesia (PPDI) Cabang Bojonegoro, anggota Komunitas Sepedah Tua Indonesia (KOSTI) Bojonegoro, serta anggota Saka Wira Kartika Kodim 0813 Bojonegoro.
Disampaikan Dandim 0813 Bojonegoro, Letkol Arm Arif Yudo Purwanto, dalam sambutannya yang dibacakan Kasdim, bahwa kegiatan Pembinaan Teritorial (Binter) TNI perlu disinkronisasikan secara sinergitas antara TNI dan pemerintah, Kementerian/LPNK serta instansi terkait.
“Komponen masyarakat mempunyai kewajiban untuk menjaga serta melindungi keutuhan dan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dari ancaman yang timbul di dalam negeri maupun dari luar negeri sesuai konsep Sistem Pertahanan Semesta (SISHANTA),” ungkapnya.
Menurutnya, TNI sebagai komponen utama berupaya meningkatkan potensi sumber daya nasional (SDM, SDA, SDB) menjadi kekuatan Ruang, Alat dan Kondisi (RAK) Juang yang tangguh dengan metode Pembinaan Teritorial (Binter) yang salah satunya adalah Komunikasi Sosial atau Komsos.
Dikatakan Dandim, Komsos tersebut dilaksanakan dengan tujuan untuk meningkatkan keeratan hubungan TNI Angkatan Darat dengan segenap komponen guna berpartisipasi pada bidang pertahanan khususnya diwilayah Kodim 0813 Bojonegoro.
“Sedangkan tentang tema kegiatan ini, bertujuan mempererat dan harmonisasi hubungan antara prajurit TNI dengan generasi muda guna memberikan pemahaman, menggugah serta mengajak komponen masyarakat yang berdaulat dan sejahtera,” kata Letkol Arm Arif Yudo Purwanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kabupaten Bojonegoro, Sukemi, mengatakan bahwa ada tiga unsur bagi kita untuk sukses dalam pelaku usaha yaitu lingkungan masyarakat, mengukur kemampuan pelaku usaha serta mengetahui kebijakan pemerintah.
Menurut dia, ada beberapa kebijakan Pemerintah Daerah Bojonegoro yang salah satunya yaitu program Kartu Pedagang Produktif (KPP) yang gunanya untuk pembinaan oleh pemerintah daerah Bojonegoro, seperti kegiatan bimbingan teknis terhadap pelaku usaha UMKM dan pelaku usaha UMKM ini juga dapat meminjam di BPR Daerah Bojonegoro tanpa jaminan dengan bunga yang relatif ringan.
“Untuk generasi muda yang mungkin akan mengembangkan usaha atau berwirausaha yang baik pemkab sangat mendukung. Karena dapat menciptakan lapangan pekerjaan, dan mengangkat perekonomian di wilayah Bojonegoro,” ujarnya.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Himpunan pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Bojonegoro, menyampaikan apabila akan berwirausaha silakan untuk melihat di akun Instagram kami, didalam Instagram tersebut berbagai saran serta masukan untuk berwirausaha yang sekiranya bisa bertahan lama dan bahkan bisa menuju kesuksesan.
“HIPMI Bojonegoro, membuka untuk peluang bisnis yang saling menguntungkan bagi siapa saja yang mempunyai ide yang cemerlang untuk menghasilkan untung dan berkompeten,” katanya.
“Kami juga mengajak para pemuda dan pemudi untuk berpikir positif dalam melakukan peluang usaha atau bisnis, dan mempunyai target untuk tahun-tahun selanjutnya agar lebih maju dan berkembang,” tambah Ahmad. (ST10)




