SURABAYATODAY.ID, SURABAYA – Jelang dibukanya kawasan Pecinan Kya-Kya, pemkot Surabaya kini memprioritaskan penataan pedestrian di Jalan Kembang Jepun. Pada tahun 2023, rencananya pedestrian di kawasan tersebut juga akan dilebarkan.
“Mungkin tahun depan kita bikin pelebaran pedestrian, agar kawasan ini bisa lebih hidup seperti di Jalan Tunjungan,” ujar Kabid Bangunan Gedung Dinas Perumahan Rakyat Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Iman Kristian.
Iman menyatakan, bahwa untuk mempercantik kawasan Jalan Kembang Jepun, pemkot juga bakal menertibkan sejumlah bangunan liar. Setelah ditertibkan, nantinya akan digunakan untuk sejumlah spot atau fasilitas penunjang.
“Lampion dan umbul-umbul juga akan ditambahkan. Intinya agar lebih rustic tempatnya. Selama ini kan orang takut lewat sini waktu malam. Nanti kita bikin beberapa pos jaga juga, harapannya kawasan ini lebih hidup 24 jam,” jelasnya.
Untuk tahap pertama, destinasi wisata pecinan kya-kya akan dibuka mulai Jalan Kembang Jepung hingga menuju arah selatan ke perempatan Jalan Slompretan – Jalan Songoyudan atau sepanjang 250 meter. Rencananya destinasi wisata pecinan kya-kya dibuka pada pekan ini.
“Untuk hari Jumat dilakukan trial. Sedangkan openingnya masih dibicarakan, bisa dibuka pada Sabtu malam minggu. Pembukaan di tahap awal sampai Jalan Slompretan, nanti kita evaluasi sambil jalan,” sebutnya.
Sementara itu, Kepala Dinas UMKM dan Perdagangan (Dinkopdag) Kota Surabaya Fauzie Mustaqiem Yos menambahkan, bahwa untuk tahap awal, opening wisata pecinan kya-kya akan melibatkan sekitar 66 pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Tentunya UMKM yang terlibat lebih banyak menghadirkan kuliner khas pecinan.
“UMKM nanti berasal dari wilayah setempat atau Kecamatan Pabean Cantian. Mungkin konsepnya nanti kita buat tempat duduk (stand) UMKMnya bersilang,” pungkas dia. (ST01)





